---
id: iXTmxpezJBHo
cluster_id: daGXzQoZJtKs
title: 28 Tahun Lalu, Krisis Meluluhlantakkan Negeri, Habibie Dibutuhkan Lagi
slug: 28-tahun-lalu-krisis-meluluhlantakkan-negeri-habibie-dibutuhkan-lagi
excerpt: 1998, negeri porak-poranda dihantam krisis ekonomi, rupiah anjlok parah,
  perusahaan bangkrut massal. Di tengah kekacauan itu, nama besar B.J. Habibie muncul
  sebagai penyelamat, kini 28 tahun berlalu, jeritan 'kita butuh Habibie lagi' kembali
  terdengar.
category: politik
tags:
- krisis ekonomi
- reformasi
- BJ Habibie
- politik
- mahasiswa
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/kita-butuh-habibie-lagi-saat-ini
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/6bGHzIQSbMZ7Rnvhj1lmqQDmbfo=/1024x685/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/photo/ori/2026/05/21/8ebc6189-431e-4ec7-9ae1-c3ed419bbfd1.jpg
meta_title: 'Krisis 1998: Keterpurukan Ekonomi dan Kebangkitan Reformasi'
meta_description: Krisis ekonomi 1998 meluluhlantakkan Indonesia, rupiah anjlok, jutaan
  orang kehilangan pekerjaan. Mahasiswa tuntut reformasi, B.J. Habibie muncul sebagai
  harapan. Kini, sejarah seakan berulang.
canonical_url: https://berita.media/28-tahun-lalu-krisis-meluluhlantakkan-negeri-habibie-dibutuhkan-lagi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T03:48:05Z'
published_at: '2026-05-25T03:48:05Z'
---

Dua puluh delapan tahun lalu, bulan ini tepatnya 1998, Indonesia dilanda badai krisis yang bukan main-main. Gagal panen gara-gara kemarau panjang dan El Nino membuat harga beras, cabai, bawang meroket gila-gilaan, bikin rakyat menjerit di tengah beban ekonomi yang sudah berat sejak tahun sebelumnya. Kompas.id

Begitu memasuki 1998, penderitaan makin menjadi. Ekonomi jungkir balik, tumbuh negatif, inflasi tembus 77,6 persen, melesat jauh dari 11,05 persen di akhir 1997. Rupiah? Jangan ditanya, dari Rp 2.500 anjlok jadi Rp 17.000 per dolar AS. Sebuah kebangkrutan massal sudah di depan mata. Kompas.id

Pabrik tutup, proyek mangkrak, bank pada ambruk. Jutaan orang mendadak nganggur, pulang ke rumah tanpa kepastian. Kepercayaan pada pemerintah Orde Baru yang dipimpin Soeharto terkikis habis, sebab KKN sudah jadi makanan sehari-hari. Kompas.id

Gelombang reformasi pun tak terbendung. Mahasiswa turun ke jalan menuntut keadilan dan perubahan. Mereka punya enam tuntutan sakti: adili Soeharto dan kroni, amandemen UUD, hapus dwifungsi ABRI, otonomi daerah, tegakkan hukum, dan berantas korupsi. Kompas.id

Makin hari gerakan ini membesar, merembet ke kota-kota lain. Pembakaran patung Soeharto di Maret 1998 makin menyulut api perlawanan. Tewasnya Moses Gatotkaca di Yogyakarta jadi bara semangat, disusul Tragedi Trisakti di Jakarta yang merenggut nyawa empat mahasiswa: Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Kompas.id

Darah mahasiswa tak sia-sia. Simpati rakyat tumpah ruah, gerakan mahasiswa berubah jadi gerakan rakyat. Jakarta, Solo, Medan, kota-kota lain membara, diwarnai kerusuhan dan penjarahan. Di tengah kekacauan itulah, B.J. Habibie tampil, menggantikan Soeharto, mencoba menambal luka bangsa yang menganga lebar. Kompas.id

Kini, 28 tahun berselang, badai krisis ekonomi kembali mengintai dengan ancaman yang berbeda. Di tengah ketidakpastian, suara-suara lama itu kembali terdengar, 'Kita butuh Habibie lagi!' Seolah mengingatkan bahwa dibutuhkan pemimpin visioner untuk menyelamatkan kapal yang oleng. Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/kita-butuh-habibie-lagi-saat-ini)
