---
id: TDOvck2PLigS
cluster_id: JWV1pfH6nmDF
title: 66 Koperasi Dibentuk, Potensi Desa Malah Dipetakan! Rakyat Bingung Mana yang
  Duluan?
slug: 66-koperasi-dibentuk-potensi-desa-malah-dipetakan-rakyat-bingung-mana-yang-duluan
excerpt: Pemkab Bangka Barat bangga 66 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
  terbentuk resmi, tapi di sisi lain justru sibuk memetakan potensi desa di Mentok.
  Alhasil, rakyat bingung mana yang jadi prioritas sebenarnya, bikin ekonomi lokal
  jalan di tempat.
category: KDKMP
tags:
- KDKMP
- Bangka Barat
- Ekonomi Desa
- Mentok
- Koperasi
source_urls:
- https://www.faktaberita.co.id/kdkmp-bangka-barat-terbentuk-66-unit-pemkab-petakan-potensi-desa-di-mentok-untuk-dorong-ekonomi/
source_names:
- faktaberita.co.id
image_url: https://www.faktaberita.co.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260527-WA0026.jpg
meta_title: 66 Koperasi Bangka Barat Terbentuk, Potensi Desa Baru Dipetakan!
meta_description: Bangka Barat bangga bentuk 66 KDKMP, tapi kok baru sibuk petakan
  potensi desa di Mentok? Rakyat bingung, ekonomi desa jalan di tempat?
canonical_url: https://berita.media/66-koperasi-dibentuk-potensi-desa-malah-dipetakan-rakyat-bingung-mana-yang-duluan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-27T14:02:34Z'
published_at: '2026-05-27T14:02:34Z'
---

Ceritanya begini. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat sesumbar bangga karena sudah membentuk 66 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang punya badan hukum. Angka ini disajikan dengan gagah pada Senin (25/5/2026), seolah-olah ini adalah terobosan maha dahsyat untuk ekonomi desa. Tapi, mari kita lihat lebih dalam.  66 unit itu terdiri dari 60 desa dan 6 kelurahan, dibentuk pakai SK Satgas Nomor 188.45/186/DKUP/2025 dan Perbup Nomor 31 Tahun 2025.  Ini semua demi apa? Agar KDKMP jadi 'motor penggerak ekonomi masyarakat'.  Ya iyalah, masa motor penggerak buat hiburan? faktaberita.co.id

Nah ini dia yang bikin geleng-geleng kepala. Di saat yang sama, pemerintah daerah justru melakukan 'pemetaan potensi desa' di Kecamatan Mentok. Loh, bukannya potensi itu yang seharusnya jadi dasar pembentukan KDKMP dari awal? Kok sekarang malah dipetakan lagi? Malah, di Desa Air Putih, mereka baru sadar kalau sektor unggulannya itu hidroponik, peternakan sapi, perikanan, dan perkebunan.  Produksi sayuran hidroponik saja cuma 50 kilogram per bulan.  Dikit banget! Tapi kok baru sekarang dipetakan?  Ini namanya bangun rumah tanpa pondasi, baru mikir batu bata pas temboknya sudah mau roboh. faktaberita.co.id

Yang bikin geram, pembentukan 66 koperasi ini harusnya sudah punya dasar yang kuat dong.  Masa sudah berbadan hukum, sudah punya semangat 'Merah Putih' tapi potensi desa yang mau digerakkan malah baru mau dipetakan? Ini seperti orang mau mancing tapi alat pancingnya baru mau dibeli setelah umpan sudah disiapkan.  Apa yang mau dikelola kalau potensi sebenarnya saja baru dijajaki?  Ini bukan sekadar soal birokrasi, tapi soal efektivitas.  Masyarakat desa butuh tindakan nyata, bukan hanya statistik lembaga yang dibentuk tanpa arah yang jelas.  faktaberita.co.id

Ujung-ujungnya, masyarakatlah yang dirugikan.  Koperasi banyak, tapi dikelola dengan potensi yang tidak jelas?  Ini sama saja membuka banyak pintu tapi tidak tahu ada apa di balik setiap pintu itu.  Kita tunggu saja, apakah pemetaan potensi ini akan memperkuat 66 KDKMP yang sudah ada, atau justru jadi cerita lain tentang program pemerintah yang jalan di tempat.  Sebab, tanpa potensi yang terarah, koperasi-koperasi itu hanya akan jadi pajangan.  Siap-siap saja mereka tidak berkutik.

---
**Sumber:** [faktaberita.co.id](https://www.faktaberita.co.id/kdkmp-bangka-barat-terbentuk-66-unit-pemkab-petakan-potensi-desa-di-mentok-untuk-dorong-ekonomi/)
