---
id: -IJ_0IHETN5F
cluster_id: VL4W1eMN_3Du
title: Aduh Gusti! Siswa SMP Dibully, Dinas Pendidikan Malah Kelabakan Cari Aman
slug: aduh-gusti-siswa-smp-dibully-dinas-pendidikan-malah-kelabakan-cari-aman
excerpt: Gila bro, kasus bullying di SMPN 33 Palembang bikin heboh! Tapi apesnya,
  Dinas Pendidikan malah belum berani kasih sanksi tegas. Masih nunggu keluarga pelaku
  dan korban omong-omongan dulu, parah banget!
category: bullying
tags:
- bullying
- pendidikan
- palembang
- dinas pendidikan
- sanksi
source_urls:
- https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8568599/disdik-palembang-belum-putuskan-sanksi-pelaku-bullying-smp-di-palembang
source_names:
- detikcom
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/07/10/disdik-kota-palembang-affan-prapanca-saat-ditemui-usai-mediasi-di-smpn-33-palembang-1783676970821_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Dinas Pendidikan Palembang Belum Sanksi Pelaku Bullying SMP
meta_description: Heboh bullying SMPN 33 Palembang, tapi Kadisdik Affan Prapanca terkesan
  lamban. Mediasi jalan terus, sanksi pelaku masih abu-abu. Intip kelanjutannya!
canonical_url: https://berita.media/aduh-gusti-siswa-smp-dibully-dinas-pendidikan-malah-kelabakan-cari-aman
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-10T17:02:21Z'
published_at: '2026-07-10T17:02:21Z'
---

Alamak! Kota Palembang kembali digegerkan ulah siswa SMP yang doyan menggarong harga diri temannya. Di SMPN 33 Palembang, aksi perundungan ini sungguh bikin geram! Tapi yang bikin tambah gregetan, Dinas Pendidikan setempat, dipimpin Kadis Affan Prapanca, malah terkesan main aman. Bukannya langsung gebuk pelaku, eh malah sibuk ngurus mediasi yang ujung-ujungnya diserahkan lagi ke keluarga.

Parahnya lagi, mediasi yang konon katanya dihadiri semua pihak penting—mulai dari PPA Polda Sumsel sampai KPPA Palembang—ternyata tak lebih dari sekadar tontonan. Keluarga korban sudah teriak nuntut macam-macam, tapi ya gitu deh, nasibnya tergantung obrolan internal keluarga pelaku. "Hasil pertemuan kedua keluarga nanti akan dilaporkan kembali kepada Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. Dari situ baru akan diputuskan langkah atau sanksi apa yang akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku," celoteh Affan Prapanca, Jumat (10/7/2026). Nah lho, kok begini amat ceritanya? Detikcom.

Yang bikin makin mumet, Kepala Dinas Pendidikan ini malah ngoceh soal pentingnya penyelesaian yang "baik" dan "mengedepankan kepentingan terbaik" buat korban dan pelaku yang masih anak-anak. Gila kali ya? Ini namanya bungkus bangkai pakai kertas kado! Wali Kota Palembang pun ikut nimbrung ngasih pesan soal bijak bermedsos, seolah-olah kejadian memilukan ini cuma gara-gara jempol netizen. Seharusnya tindakan tegas dong, bukan malah adem ayem nunggu bicang-bicang.

Dan bukan main, Affan Prapanca malah mengakui kasus ini jadi perhatian serius karena ini kejadian bullying kedua yang mencuat di Palembang. Lha, kalau sudah tahu seremnya bullying, kenapa masih lempar tanggung jawab ke keluarga? Bukankah tugas Disdik itu memastikan anak didik aman dan tak ada yang "babak belur" secara mental? Sosialisasi pencegahan bullying terus digalakkan, tapi kok pelaku malah kayak dikasih angin? Ujung-ujungnya, permintaan korban agar pelaku "dipecat" pun belum tentu dikabulkan, masih nunggu "kajian". Sungguh administrasi yang lelet dan menyakitkan! Detikcom.

Gilanya, meskipun korban dan pelaku bakal didampingi UPTD PPA, tapi kalau pelaku harus pindah sekolah, Disdik siap "menjamin hak anak untuk memperoleh pendidikan". Wah, hebat banget ya. Lantas nasib psikologis korban gimana? Apa cuma perlu "didampingi" saja, lalu semua kembali normal? Beginilah kalau lembaga pendidikan malah terlihat plin-plan. Anak tak boleh putus sekolah katanya. Tapi nyatanya, nyawa mental anak lain seolah tak jadi prioritas utama dalam penegakan aturan. Sungguh ironis!

---
**Sumber:** [detikcom](https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8568599/disdik-palembang-belum-putuskan-sanksi-pelaku-bullying-smp-di-palembang)
