---
id: Aj853ZwK3w2j
cluster_id: --At5Gezf9pM
title: AI Datang, Kiamat Lapangan Kerja & Politik Akan Mengamuk!
slug: ai-datang-kiamat-lapangan-kerja-politik-akan-mengamuk
excerpt: Artificial Intelligence bukan lagi dongeng. ChatGPT sudah terbukti, dan kini
  ancaman kiamat pekerjaan serta gejolak politik bukan isapan jempol belaka. Goldman
  Sachs saja sudah bilang, listrik Amerika bakal habis buat AI!
category: politik
tags:
- AI
- Artificial Intelligence
- Kiamat Lapangan Kerja
- Politik
- Teknologi
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/research/20260525125935-128-737812/bersiaplah-hadapi-kiamat-lapangan-kerja-gejolak-politik-akibat-ai
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2025/06/05/10-kota-penguasa-ai-di-dunia-maaf-gak-ada-jakarta-1749112557240_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: AI Ancam Kiamat Lapangan Kerja, Gejolak Politik Mengintai!
meta_description: Artificial Intelligence semakin canggih, ancaman kiamat pekerjaan
  dan gejolak politik mengintai. Goldman Sachs peringatkan lonjakan kebutuhan listrik
  AI.
canonical_url: https://berita.media/ai-datang-kiamat-lapangan-kerja-politik-akan-mengamuk
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T08:01:21Z'
published_at: '2026-05-25T08:01:21Z'
---

Ceritanya begini. Sejak 2022, ada namanya ChatGPT itu lho. Software pinter bikin tulisan, bikin coding, macam-macam deh. Awalnya semua girang, wah canggih nih teknologi! Tapi jangan salah sangka, para bos-bos gede di perusahaan AI itu sendiri yang ngomong: hati-hati, ini bisa jadi awal kiamat pekerjaan. Jobs apocalypse, namanya. CNBC Indonesia

Gilanya, kekhawatiran ini bukan cuma isapan jempol. Di Amerika Serikat sana, hampir 70% orang percaya AI bakal bikin nyari kerja makin susah. Sepertiga pekerja malah yakin bangetan, pekerjaan mereka sendiri bakal lenyap. Lah gimana tidak, baru lulus kuliah saja sudah ketar-ketir cari lowongan, apalagi kalau ada robot pintar yang bisa ngerjain tugas mereka. CNBC Indonesia

Memang sih, sejarah selalu begitu. Dulu ada mesin uap, ada komputer, ada internet. Pekerjaan lama hilang, tapi pekerjaan baru muncul. Kantor sekarang saja beda banget sama 50 tahun lalu. Ekonom-ekonom banyak yang bilang, santai saja, manusia bakal tetap dibutuhkan. Tapi nah ini dia, perkembangan AI sekarang ini ngebutnya beda. Jauh lebih cepat dari gelombang teknologi sebelumnya. CNBC Indonesia

Model AI terbaru sudah bisa coding rumit, bikin analisis tajam, ngalahin pekerja kantoran biasa. Jumlahnya juga makin banyak, duit yang dikeluarin perusahaan buat AI melonjak gila-gilaan. Belum ada bukti nyata jutaan orang jadi pengangguran massal, tapi kecepatannya ini bikin risiko gangguan pasar kerja jadi serius. Nggak bisa dianggap enteng lagi. CNBC Indonesia

Yang bikin ngeri, ancamannya bukan cuma soal pengangguran. Kualitas kerja manusia bisa menurun, daya tawar pekerja jadi lemah. Kalau produktivitas dan untung perusahaan makin dikuasai mesin dan algoritma, duitnya bakal numpuk di kantong pemilik modal, perusahaan teknologi, dan yang punya infrastruktur AI. CNBC Indonesia

Parahnya lagi, Goldman Sachs sudah memperkirakan kebutuhan listrik untuk data center AI di Amerika Serikat bakal menyumbang 8,5% dari total kebutuhan listrik pada 2027! Naik tajam dari 4,1% di 2025. Ini artinya harga energi dan lahan bisa meroket gara-gara AI. Dalam skenario ekstrem, manusia bisa jadi 'tidak ekonomis' kayak nasib kuda pas mobil ditemukan. CNBC Indonesia

Dan bukan main, dampak AI ini bisa bikin ketegangan sosial dan politik meroket. China Shock itu jadi pelajaran. Masuknya China ke perdagangan global bikin jutaan pekerja Amerika ke... (berita terputus di sini). Jadi siap-siap saja, kiamat lapangan kerja dan gejolak politik itu bukan dongeng. CNBC Indonesia

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/research/20260525125935-128-737812/bersiaplah-hadapi-kiamat-lapangan-kerja-gejolak-politik-akibat-ai)
