AI Digenjot Bamsoet untuk Optimalisasi Peninjauan Reformasi Hukum

AI Digenjot Bamsoet untuk Optimalisasi Peninjauan Reformasi Hukum

Indonesia memiliki sekitar 42 ribu peraturan yang tumpang tindih. Hal ini menghambat kemajuan ekonomi. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengusulkan 'legislasi review' untuk meninjau peraturan-peraturan tersebut. Pemerintah dapat memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) seperti MRAFE yang dikembangkan oleh Miklos Sunario untuk membantu proses ini. MRAFE dapat memproses data dari berbagai sumber dan memberikan analisis untuk membuat kebijakan yang lebih baik. Bamsoet menekankan pentingnya mendukung talenta digital seperti Miklos untuk kemajuan Indonesia.