---
id: pcUpUxu8-ET7
cluster_id: N7dNdvX61kLu
title: Akhir Pekan Rupiah Melempem! Pejabat dan DPR Cuma Bisa Ngobrol!
slug: akhir-pekan-rupiah-melempem-pejabat-dan-dpr-cuma-bisa-ngobrol
excerpt: Demi membahas rupiah yang ambruk di Rp 18.095 per dolar AS, pejabat negara
  dan anggota dewan gelar rapat akhir pekan. Tapi apa hasilnya? Cuma ngobrol, ekonomi
  tetap terpuruk! Kompas.com
category: rupiah
tags:
- rupiah
- pemerintah
- dpr
- ekonomi
- nasional
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/07/06242881/ketika-pemerintah-dpr-rapat-bahas-rupiah-di-akhir-pekan
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/hb_BGRCROkwXOVGKh_js1uy9eLU=/0x0:1999x1333/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/04/6a20f1e221eac.png
meta_title: Rupiah Terus Melemah, Pejabat dan DPR Rapat Akhir Pekan Tanpa Hasil
meta_description: Pemerintah dan DPR gelar rapat membahas pelemahan rupiah di akhir
  pekan, tapi hasilnya minim. Rupiah terus terpuruk. Cuma bisa ngobrol atau ada solusi?
canonical_url: https://berita.media/akhir-pekan-rupiah-melempem-pejabat-dan-dpr-cuma-bisa-ngobrol
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-07T08:02:24Z'
published_at: '2026-06-07T08:02:24Z'
---

Siang bolong-bolong, tiba-tiba pemerintah dan DPR ketar-ketir!

Akhir pekan mestinya buat santai, tapi Sabtu kemarin, 6 Juni 2026, Kompleks Parlemen Senayan malah mendadak riuh. Bukan buat kondangan atau rapat biasa. Sejumlah menteri dan wakil rakyat berkumpul membahas satu hal: rupiah yang makin amblas! Di saat rupiah nyaris jebol di angka Rp 18.095 per dolar AS, para petinggi negara ini baru sadar ada masalah. Padahal, para ahli sudah memprediksi, kalau sentimen negatif terus ada, rupiah bisa tembus Rp 19.000 pekan depan. Tapi apa? Hanya rapat dan obrolan intens. Kompas.com

Gilanya, para pejabat seperti Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, sampai Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, hadir dalam forum yang bikin geleng kepala ini. Prasetyo bilang, "komunikasi intens itu bagian dari upaya memperkuat rupiah." Lha, ngomong doang? Memang sih, dia ngaku kalau pelemahan ini dipengaruhi ketergantungan impor yang pakai dolar. Tapi yang jadi pertanyaan, kok baru serius sekarang? Seharusnya ini sudah dipikirkan jauh-jauh hari, bukan nunggu rupiah babak belur dulu baru sibuk ngumpul. Kompas.com

Yang bikin geram, soal ketergantungan impor ini kan sudah jadi rahasia umum. Kok baru sekarang dibahas lagi seolah ini penemuan baru? Maksudnya apa ini? Apa jangan-jangan para pejabat kita baru saja pulang dari bulan, ketemu masalah yang sama seperti bertahun-tahun lalu? Kebijakan soal kemandirian ekonomi yang katanya jadi kunci kekuatan rupiah kok ya implementasinya masih loyo saja. Ini bukan lagi soal ngomong di depan publik, ini soal aksi nyata, bukan sekadar rapat dadakan di hari libur yang ujung-ujungnya tidak jelas.

Parahnya, meski rapat sudah digelar, Mensesneg Prasetyo sendiri mengakui bahwa "belum tentu menghasilkan seperti yang kita harapkan." Lah, terus kenapa dipaksakan rapat di akhir pekan? Sia-sia buang waktu dan energi! Harusnya uang negara ini dipakai untuk solusi konkrit, bukan untuk rapat tanpa hasil yang jelas. Rakyat jelata seperti kita ini butuh rupiah yang kuat untuk membeli kebutuhan pokok, bukan sekadar dengar pejabat ngobrol soal rupiah.

Alhasil, setelah rapat kelar, rupiah tetap melemah. Pejabat dan dewan pun pulang dengan kepala tegak, seolah sudah berjuang keras. Tapi buat rakyat, rupiah yang melemah sama saja dengan penderitaan. Sampai kapan begini terus? Sampai rupiah benar-benar amblas entah ke mana?

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/07/06242881/ketika-pemerintah-dpr-rapat-bahas-rupiah-di-akhir-pekan)
