---
id: cISZ0NshWQ2A
cluster_id: o6SqF1SZNCj0
title: Amel Dolar Singapura Ditinggal Bupati Kuansing, Raja Juli Angkat Tangan
slug: amel-dolar-singapura-ditinggal-bupati-kuansing-raja-juli-angkat-tangan
excerpt: Gila bro, Bupati Kuansing nonaktif Suhardiman Amby diduga kuat mau 'kasih
  kado' Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan amplop berisi Dolar Singapura! Uang
  ini kabarnya dikumpulkan dari petani buat urusan izin. Raja Juli sendiri mengaku
  baru sadar ada amplop setelah pertemuan resmi itu. VIVA.co.id
category: rupiah
tags:
- KPK
- Bupati Kuansing
- Raja Juli Antoni
- Dolar Singapura
- Korupsi
source_urls:
- https://www.viva.co.id/berita/nasional/1912087-bukan-rupiah-kpk-duga-isi-amplop-yang-ditinggal-bupati-kuansing-untuk-raja-juli-ialah-dolar-singapura
source_names:
- VIVA.co.id
image_url: https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/07/02/6a46537c32a46-menteri-kehutanan-menhut-raja-juli-antoni_gemini_1265_711.jpg
meta_title: Amel Dolar Singapura untuk Raja Juli, Bupati Kuansing Dicurigai KPK
meta_description: KPK duga Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby, tinggalkan amplop
  berisi Dolar Singapura untuk Menhut Raja Juli Antoni. Uang ini diduga hasil pungutan
  petani.
canonical_url: https://berita.media/amel-dolar-singapura-ditinggal-bupati-kuansing-raja-juli-angkat-tangan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-09T17:02:28Z'
published_at: '2026-07-09T17:02:28Z'
---

Gilanya, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby, ketahuan coba tinggalkan amplop berisi Dolar Singapura di kantor Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi usut tuntas dugaan suap ini, Bro. Bukan Rupiah, tapi Dolar Singapura yang diduga jadi 'oleh-oleh' buat sang menteri, gara-gara urusan pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Kuansing, Riau. Ini bukan main-main, ini sudah masuk ranah pidana! VIVA.co.id

Menurut penelusuran KPK yang disampaikan Juru Bicara mereka, Budi Prasetyo, uang-uang tak haram ini rupanya dikumpulkan dari para petani yang tergabung dalam koperasi unit desa. Tujuannya, buat ngurus izin pelepasan kawasan hutan yang katanya macet. Nah, uang petani itu kemudian ditukar jadi Dolar Singapura, lalu diduga diserahkan langsung oleh Bupati Amby saat audiensi di kantor Kemenhut. Alhasil, dugaan pemberian suap ini kini jadi sorotan publik. VIVA.co.id

Parahnya lagi, Suhardiman Amby diduga dengan sengaja menukar uang hasil pungutan petani itu ke mata uang asing. Dolar Singapura itu, menurut KPK, diserahkan melalui amplop saat audiensi resmi dengan Raja Juli Antoni. KPK masih terus merangkai benang kusut ini, mencaritahu lebih dalam lagi soal kronologi dugaan pidana tersebut. Tapi, yang bikin gempar, uangnya bukan Rupiah tapi Dolar Singapura, seolah mau pamer keseriusan nyuap! VIVA.co.id

Namun, jangan salah sangka dulu, Bro. Sang Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, ternyata sudah memberikan klarifikasi. Ia membenarkan adanya pertemuan audiensi dengan Bupati Kuansing pada 2 Juni 2026 lalu. Tapi, Raja Juli mengaku baru menyadari ada amplop setelah pertemuan itu selesai. Ia bahkan menyebutkan kalau seluruh proses pertemuan itu tercatat rapi, mulai dari surat permohonan, daftar hadir, sampai notulensi. Malah, Raja Juli mengaku siap proaktif menyerahkan semua dokumen tersebut ke KPK jika memang diperlukan. VIVA.co.id

Yang bikin geram, Raja Juli langsung mengembalikan amplop yang diduga berisi Dolar Singapura itu. Ini membuktikan kalau Kemenhut di bawah kepemimpinan Raja Juli tidak main-main dalam urusan integritas. Dugaan penerimaan uang haram ini langsung dikonfirmasi Raja Juli lewat konferensi pers. Ia membeberkan timeline lengkap kapan penerimaan amplop itu terjadi dan kapan langsung dikembalikan. Selesai sudah rencana Bupati Amby? Entahlah, tapi KPK terus bekerja! VIVA.co.id

---
**Sumber:** [VIVA.co.id](https://www.viva.co.id/berita/nasional/1912087-bukan-rupiah-kpk-duga-isi-amplop-yang-ditinggal-bupati-kuansing-untuk-raja-juli-ialah-dolar-singapura)
