---
id: RhQ2vSZYWvYX
cluster_id: 5fEaI_oYprFe
title: Amplop 'Berkode' Misterius Dibongkar! Pejabat Bea Cukai Jadi Tersangka Utama?
slug: amplop-berkode-misterius-dibongkar-pejabat-bea-cukai-jadi-tersangka-utama
excerpt: Misteri amplop berkode untuk pejabat Bea Cukai makin panas! Dosen hukum Trisakti
  curiga, jangan sampai cuma staf lapangan yang jadi 'kambing hitam'. Ikuti aliran
  uangnya, biar jaringan korupsi terungkap tuntas!
category: korupsi
tags:
- bea cukai
- korupsi
- suap
- kpk
- amplop berkode
source_urls:
- https://voi.id/berita/577694/polemik-amplop-berkode-untuk-pejabat-ditjen-bea-dan-cukai-dinilai-perlu-dibuktikan-di-persidangan
source_names:
- VOI.ID
image_url: https://imgsrv2.voi.id/OVbHeLsmG3v1hHgkxB2Zkjyuq9W35mKKO8FDMqyU2Z4/rs:fill/w:800/h:450/g:sm/wm:1:nowe:0:0:1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81Nzc2OTQvMjAyNjA1MzAwMDIzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzgwMDc1NDE3LndlYnA.jpg
meta_title: 'Amplop Misterius Bea Cukai: Dosen Hukum Soroti ''Kambing Hitam'''
meta_description: Dugaan suap Bea Cukai makin panas! Amplop 'berkode' jadi sorotan,
  dosen hukum ingatkan KPK jangan puas dengan pejabat eselon bawah, ayo lacak aliran
  uangnya!
canonical_url: https://berita.media/amplop-berkode-misterius-dibongkar-pejabat-bea-cukai-jadi-tersangka-utama
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-29T20:02:16Z'
published_at: '2026-05-29T20:02:16Z'
---

Ceritanya begini. Di Pengadilan Tipikor Jakarta, sidang dugaan suap impor barang di Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) makin memanas gara-gara munculnya 'amplop berkode'. Amplop-amplop ini diduga jadi alat pelicin para importir nakal, tapi kuasa hukum PT Blue Ray Cargo meragukan apakah amplop itu benar-benar sampai ke tangan pejabat yang dituju. Nah ini dia, jangan sampai kasusnya berhenti di staf lapangan yang mengedarkan amplop, sampai bikin publik bingung dan menurunkan kepercayaan pada penegakan hukum. Voi.id

Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, buka suara dengan geram. Ia menekankan bahwa penyidik KPK tidak boleh puas hanya dengan menjerat pejabat level menengah atau 'saksi lapangan' yang menjadi ujung tombak peredaran amplop 'berkode' ini. Konstruksi perkara harus dibangun hati-hati dan bisa dibuktikan secara meyakinkan di persidangan. Jangan sampai publik cuma dapat narasi awal yang simpang siur dengan fakta sebenarnya. Voi.id

Parahnya, Azmi punya jurus jitu biar kasus ini nggak mandek. Kalau kesulitan membuktikan tindakan fisik pemberian amplop, penyidik tidak perlu ragu. Dalam hukum pidana, ada yang namanya delik penyertaan untuk memperluas pertanggungjawaban pidana. Ini alat ampuh buat mengurai jaringan korupsi yang terorganisir. Jadi, nggak ada alasan lagi buat bilang 'sulit membuktikan'. Voi.id

Yang bikin geram lagi, Azmi menyarankan pendekatan 'follow the money' alias mengikuti aliran uang. Ini bukan cuma soal perbuatan fisik pemberian amplop, tapi siapa yang mengendalikan, siapa yang tahu, dan siapa yang menikmati hasil kejahatan. Apalagi kalau sudah masuk ranah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), ini bisa jadi alat utama untuk membongkar konstruksi korupsi yang lebih besar. Jangan cuma dijadikan 'lampiran akhir', tapi jadikan ini senjata utama sejak awal penyidikan! Voi.id

Celakanya, PT Blue Ray Cargo didakwa memberi uang dan fasilitas mewah kepada pejabat DJBC demi memuluskan urusan impor barang. Tapi, muncul keraguan soal siapa penerimanya. Azmi mengingatkan, jangan sampai bawahan dikondisikan jadi 'kambing hitam'. Ikuti aliran uangnya, lacak sampai ke akar-akarnya. Ini bukan sekadar kasus kecil, ini soal membongkar sindikat yang mungkin sudah lama beroperasi. Voi.id

---
**Sumber:** [VOI.ID](https://voi.id/berita/577694/polemik-amplop-berkode-untuk-pejabat-ditjen-bea-dan-cukai-dinilai-perlu-dibuktikan-di-persidangan)
