---
id: MsYsJBaQeHO4
cluster_id: zgGgTDUOYw1e
title: Anak Kecil Jadi Mesin Duit Judi Online, Negara Gawat Darurat!
slug: anak-kecil-jadi-mesin-duit-judi-online-negara-gawat-darurat
excerpt: Belum baligh sudah ngerti judi online, anak-anak ini nekat mencuri uang orang
  tua demi taruhan! Menteri PPPA Arifah Fauzi geram, bilang ini eksploitasi digital
  terparah yang picu kriminalitas.
category: kriminal
tags:
- judi online
- anak
- kriminalitas
- PPPA
- eksploitasi digital
source_urls:
- https://mediaindonesia.com/humaniora/898911/menteri-pppa-judi-online-pada-anak-picu-perilaku-kriminal-sekunder
source_names:
- Media Indonesia
image_url: https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/10/1781065415_54ddec94be2e632d4c73.jpg
meta_title: 'Judi Online Rusak Anak: Dari Aset Keluarga Jadi Aktor Kriminalitas'
meta_description: 'Menteri PPPA: 200 ribu anak terpapar judi online, picu pencurian
  dan pinjaman ilegal. Ini eksploitasi digital terparah mengancam generasi bangsa!'
canonical_url: https://berita.media/anak-kecil-jadi-mesin-duit-judi-online-negara-gawat-darurat
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-10T05:02:41Z'
published_at: '2026-06-10T05:02:41Z'
---

Siang bolong-bolong, tiba-tiba ada kabar gila dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Menteri Arifah Fauzi sudah menetapkan perlindungan anak dari jeratan judi online (judol) sebagai prioritas nasional. Kenapa tidak? Angkanya sudah bikin geleng kepala, 200 ribu anak terpapar! Ini bukan cuma iseng, bro. Ini eksploitasi digital terang-terangan yang membidik generasi masa depan kita, kata Menteri Arifah Fauzi. Media Indonesia

Bayangkan, anak-anak kita ini kan belum matang otaknya buat mikir panjang. Gimana mereka nggak terjerumus kalau sudah terpapar manipulasi digital dan rayuan maut judi online? Jangankan mikir risiko jangka panjang, mikir PR saja susah, apalagi mikir soal ngatur duit taruhan! Yang bikin geram, jeratan judol ini ternyata memicu perilaku kriminal sekunder. Nggak percaya? Anak-anak ini nekat nyolong uang orang tua, bohong sana-sini, bahkan terpaksa gali lubang tutup lubang pakai pinjaman online ilegal cuma demi bayar taruhan. Parahnya, ini setara ancamannya sama pornografi dan game online yang bikin ketagihan. Kalau pornografi merusak moral, game bikin lupa waktu, nah judol ini melengkapi kehancuran mereka sejak dini, sampai buntung finansial dan sosial. Media Indonesia

Menteri Arifah tak main-main melihat dampak judol ini. Temuan di lapangan menunjukkan anak-anak yang kecanduan ini otaknya sudah rusak, prestasinya anjlok parah, sampai mentalnya jungkir balik. Yang bikin ngeri, perilaku kriminal mereka makin menjadi-jadi. Gilanya, demi memenuhi hasrat judi, mereka rela mencuri harta orang tuanya sendiri, tega berbohong untuk menutupi jejaknya, bahkan tak segan menjebloskan diri ke pinjaman online ilegal yang bunganya mencekik. Ibaratnya, dunia digital yang seharusnya jadi sumber belajar malah jadi jurang kehancuran finansial bagi mereka sejak dini. Media Indonesia

Nah ini dia! Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sudah mulai bertindak, gencar melakukan pemutusan akses konten judol biar nggak gampang dijangkau. Tapi, Kemen PPPA juga nggak mau ketinggalan, langsung tancap gas percepat implementasi Perpres Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring (PARD). Habis sudah, negara harus sigap! Kita tidak bisa membiarkan anak-anak kita jadi mesin pencetak uang buat bandar judi online, mereka berhak dapat masa depan yang cerah, bukan kehancuran di usia belia. Ini masalah serius, negara harus bertindak tegas, bukan cuma ngomong doang! Media Indonesia

---
**Sumber:** [Media Indonesia](https://mediaindonesia.com/humaniora/898911/menteri-pppa-judi-online-pada-anak-picu-perilaku-kriminal-sekunder)
