---
id: OjyKHIpD0iTH
cluster_id: CjRXx8nC2QgB
title: Anak SD Dijadikan Tameng Politik Makan Bergizi Gratis Batam
slug: anak-sd-dijadikan-tameng-politik-makan-bergizi-gratis-batam
excerpt: Ribuan siswa SD dan SMP di Batam dikerahkan di hari libur sekolah hanya untuk
  pawai dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alhasil, sekolah yang seharusnya
  mendidik justru bertransformasi jadi mesin mobilisasi politik.
category: politik
tags:
- Makan Bergizi Gratis
- Politik Anak
- Batam
- Mobilisasi Massa
- Pendidikan
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/23/09500011/politik-mbg-anak-anak-jadi-tameng-
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/qp1s08H5INk_ZQMy72hEIynGvdk=/242x129:1016x645/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/20/6a362c78137f0.jpg
meta_title: 'Politik Kejam: Anak SD Dikerahkan Demo Makan Bergizi Gratis Batam'
meta_description: Miris! Ribuan siswa SD & SMP di Batam jadi tameng politik MBG. Sekolah
  dijadikan mesin mobilisasi massa, guru tertekan. Fakta mencengangkan!
canonical_url: https://berita.media/anak-sd-dijadikan-tameng-politik-makan-bergizi-gratis-batam
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-25T05:01:41Z'
published_at: '2026-06-25T05:01:41Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Ternyata dunia politik sekarang makin nggak karu-karuan. Di Batam, demi program Makan Bergizi Gratis (MBG), anak-anak SD dan SMP ini digebuk paksa turun ke jalan di hari libur mereka, Minggu (21/6/2026) lalu. Ribuan siswa berseragam sekolah terpaksa membentangkan poster memohon agar program ini tidak dihentikan. Yang bikin geram, acara ini cuma dibilang "jalan santai" sama sekolah, padahal aslinya cuma jadi alat tawar politik, celakanya! Kompas.com

Nah ini dia, gilanya lagi, kejadian serupa pindah ke Monas, Jakarta, sehari kemudian. Ratusan ibu rumah tangga berbusana putih turun ke jalan "membela" MBG, dibekali wajan dan pulang bawa "uang lelah" Rp100 ribu. Dua peristiwa ini jelas sinyal bahaya, nunjukkin dukungan publik sekarang nggak dibikin lewat debat argumen atau perbaikan tata kelola, tapi lewat rekayasa massa yang bikin ngelus dada. Kompas.com

Yang bikin parah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, malah ngakuin kalau dia yang koordinir 100 sekolah buat ikutan. Alasannya sih katanya buat "respons keluhan orang tua". Tapi eh, tapi, kesaksian orang tua murid di media justru bilang beda total! Mereka nggak tahu anak-anak mereka bakal diseret ke politik praktis. Malah, ada pengakuan anonim guru yang ketakutan TPP-nya dipotong kalau absen, waduh!

Ini sih bukan sekadar kelewat batas, bro. Yang terjadi di Batam ini beneran kayak institusi pendidikan diubah jadi mesin mobilisasi massa! Hubungan kuasa antara birokrasi dan guru, sekolah dan orang tua, dipaksa jadi kepatuhan kolektif yang diklaim "organik". Padahal ini hasil rekayasa habis-habisan. Kompas.com

Sungguh menyedihkan melihat anak-anak tak berdosa dijadikan tameng dalam permainan politik orang dewasa. Kapan dunia pendidikan ini mau bersih dari intrik kekuasaan yang merusak moral bangsa? Kita lihat saja nanti, ujung-ujungnya rakyat kecil juga yang dirugikan.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/23/09500011/politik-mbg-anak-anak-jadi-tameng-)
