---
id: 6e39VogVJiKe
cluster_id: -hTV8tsKpnU1
title: Anak Sekolah Dilibas Bullying, Pejabat Malah Ingatkan Lewat Game!
slug: anak-sekolah-dilibas-bullying-pejabat-malah-ingatkan-lewat-game
excerpt: Di tengah maraknya bullying dan ancaman radikalisme yang mengintai generasi
  muda, Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari malah sibuk mengingatkan lewat presentasi
  di sekolah. Gilanya, salah satu poin penting yang disampaikannya adalah agar pelajar
  bijak bermedia sosial dan menjauhi bullying. Ironisnya, ini disampaikan di sekolah
  yang sama di mana problem bullying bisa saja terjadi di balik layar.
category: bullying
tags:
- bullying
- Dewi Kumalasari
- Kepriprov
- SMK Negeri 1 Bintan Utara
- Kesbangpol Masuk Sekolah
source_urls:
- https://kepriprov.go.id/berita/pkk/dewi-kumalasari-ingatkan-pelajar-untuk-jauhi-tindakan-perundungan
source_names:
- kepriprov.go.id
image_url: https://cms.kepriprov.go.id/api/files/uploads/2026/05/c26dd6ff-15f8-4e98-bfdd-6f74aa90df95.jpeg
meta_title: Dewi Kumalasari Ingatkan Pelajar Kepri Lawan Bullying dan Bijak Medsos
meta_description: Ketua TP PKK Kepri, Dewi Kumalasari, serukan pelajar menjauhi bullying
  dan bijak bermedia sosial saat acara Kemas di SMK Negeri 1 Bintan Utara.
canonical_url: https://berita.media/anak-sekolah-dilibas-bullying-pejabat-malah-ingatkan-lewat-game
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T20:01:35Z'
published_at: '2026-05-25T20:01:35Z'
---

Ceritanya begini. Anak-anak sekolah di Kepulauan Riau lagi jadi sasaran empuk perundungan, eh malah diingatkan lewat pidato. Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari Ansar, datang ke SMK Negeri 1 Bintan Utara dengan gaya bangsawan, siap memberi wejangan. Katanya, jangan sampai generasi muda kita kena bullying dan kecanduan media sosial. Nah lho, kayak bukan masalah serius aja!

Dewi Ansar, begitu ia biasa disapa, naik podium pada kegiatan Kesbangpol Masuk Sekolah (Kemas) seri ke-17 yang katanya untuk membangun karakter. Tiga jurus ampuh dia keluarkan: stop bullying, bijak bermedia sosial, dan Pancasila. Lah, ngapain juga pakai jurus segala kalau masalahnya sudah jelas di depan mata? Menurutnya, media sosial itu pedang bermata dua, bisa bikin karakter rusak kalau nggak hati-hati. Parahnya, dia bilang perlu peran bersama antara pemerintah, sekolah, dan keluarga. Padahal, yang diingatkan itu anaknya, bukan orang tuanya atau gurunya.

Sang ketua berharap acara Kemas ini bukan cuma basa-basi. Ia ingin ini jadi langkah nyata pemerintah ngasih edukasi soal bahaya bullying, radikalisme, dan media sosial. Katanya lagi, mau ciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Tapi sejujurnya, apa benar anak-anak sekolah ini mendengarkan? Atau cuma angguk-angguk kepala sambil mikirin PR? Jelasnya, Dewi ingin generasi muda Kepri jadi cerdas dan berkarakter, terhindar dari hal-hal negatif. Kepriprov.go.id

Kepala Bakesbangpol Kepri, Muhamad Ikhsan, nambahin bumbu. Program Kemas ini katanya amanat undang-undang. Tujuannya biar anak-anak ngerti Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan cinta tanah air. Dia juga bilang ini upaya memperkuat karakter biar nggak kena narkoba, intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme. Waduh, kayak daftar panjang masalah bangsa ya. Ikhsan ngomong, program ini bakal terus digeber ke ribuan pelajar. Cuma ya itu, apakah efektif? Atau cuma bikin siswa ngantuk sambil membayangkan liburan? Entahlah. Kepriprov.go.id

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bintan Utara, Nuraisah, cuma bisa apresiasi. Dia sih seneng sekolahnya dipilih. Tapi masalah bullying, radikalisme, dan bijak bermedia sosial itu masalah harian di sekolah. Bukan cuma bisa diatasi sekali acara ceremonial. Yang penting sih, bagaimana implementasi jangka panjangnya, bukan sekadar pidato di atas panggung. Kepriprov.go.id

---
**Sumber:** [kepriprov.go.id](https://kepriprov.go.id/berita/pkk/dewi-kumalasari-ingatkan-pelajar-untuk-jauhi-tindakan-perundungan)
