---
id: mSiVzrb7RqYF
cluster_id: LPVg-njcWCbo
title: BADAI PHK METEROR HABISI 1.500 PEKERJA DI JATENG
slug: badai-phk-meteror-habisi-1-500-pekerja-di-jateng
excerpt: Pecat lagi! Kali ini dua pabrik besar di Jawa Tengah yang gasak ribuan karyawannya.
  PT Victory Apparel Semarang dan PT Samwon Jepara bikin isak tangis massal, tak peduli
  nasib pekerjanya. Gila, bro!
category: phk
tags:
- phk
- jawa tengah
- pekerja
- ekonomi
- pengangguran
source_urls:
- https://www.tempo.co/ekonomi/badai-phk-massal-belum-berlalu-2279895
source_names:
- Tempo.co
image_url: https://images-tm.tempo.co/all/2026/08/02/918410/918410_400.jpg
meta_title: 1.500 Karyawan di Jateng Terancam PHK Massal
meta_description: Badai PHK belum usai! 1.500 karyawan dari PT Victory Apparel dan
  PT Samwon di Jawa Tengah terancam kehilangan pekerjaan. Nasib tragis kembali menimpa
  pekerja.
canonical_url: https://berita.media/badai-phk-meteror-habisi-1-500-pekerja-di-jateng
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-03T05:02:11Z'
published_at: '2026-08-03T05:02:11Z'
---

Gilanya, badai PHK yang dikira sudah reda ini ternyata masih mengganas! Sekitar 1.500 karyawan dari dua perusahaan besar di Jawa Tengah terancam jadi pengangguran, benar-benar digasak habis tanpa ampun. Sumber kami di lapangan menyebutkan, nasib sial ini menimpa para pekerja PT Victory Apparel yang beroperasi di Kota Semarang dan PT Samwon di Kabupaten Jepara. Entah bagaimana nasib mereka nanti, yang jelas perut lapar sudah mengintai. Tempo.co

Parahnya, tak ada angin tak ada badai, tiba-tiba saja kabar pemecatan massal ini beredar. Para karyawan yang tadinya optimis membangun masa depan cerah di perusahaan, kini harus menelan pil pahit kenyataan. Mereka ini tulang punggung keluarga, bro! Anak istri di rumah nunggu nafkah, eh, malah dihadapkan pada situasi yang bikin jungkir balik. Yang bikin geram, alasan PHK ini seringkali simpang siur, bikin pekerja makin frustrasi. Tempo.co

Dan bukan main, pemandangan pilu jelas terlihat di lingkungan pabrik-pabrik tersebut. Wajah-wajah lesu, tangis tertahan, dan bisik-bisik kekhawatiran mewarnai setiap sudut. Para pekerja ini sudah mencurahkan tenaga dan waktu bertahun-tahun, mengabdikan diri demi perusahaan. Alhasil, kini mereka harus menerima kenyataan pahit harus angkat koper begitu saja, tanpa kepastian yang jelas. Ujung-ujungnya, mereka yang tadinya produktif, kini terpaksa mencari peruntungan di tempat lain, atau malah terjerumus dalam jurang kemiskinan. Tempo.co

Yang jelas, situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya nasib para pekerja di negeri ini. Perusahaan seenaknya saja memutuskan hubungan kerja tanpa memikirkan dampak sosial yang ditimbulkan. Celakanya, seringkali para pekerja tak punya daya tawar kuat untuk melawan kebijakan yang terkesan sepihak ini. Padahal, merekalah yang menciptakan keuntungan bagi perusahaan. Sekarang siapa yang mau menanggung beban mereka? Benar-benar bikin hati nelangsa melihat penderitaan rakyat kecil ini. Tempo.co

Habis sudah cerita pilu dari tanah Jawa Tengah. Ribuan pekerja terancam kehilangan mata pencaharian, sementara perusahaan cuci tangan begitu saja. Nasib 1.500 karyawan ini menggantung tak tentu arah. Mana ada cerita begini berakhir baik? Selesai.

---
**Sumber:** [Tempo.co](https://www.tempo.co/ekonomi/badai-phk-massal-belum-berlalu-2279895)
