Bagaimana Kebijakan Transisi Energi Mengancam Demokrasi dan Membuka Pintu Korupsi

Emisi gas rumah kaca (GRK) meningkat pesat, berkontribusi pada krisis iklim yang memicu bencana ekologi, termasuk di Asia. Krisis iklim berdampak buruk di Indonesia, dengan mayoritas bencana disebabkan oleh perubahan iklim. Negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, didesak untuk melakukan transisi energi dari bahan bakar fosil ke sumber energi yang lebih bersih guna mengurangi emisi GRK dan mengendalikan krisis iklim. Indonesia menghadapi tantangan khusus karena ketergantungannya yang tinggi pada bahan bakar fosil. Sebagai pengekspor batu bara terbesar dunia, Indonesia perlu melakukan transisi energi untuk mengurangi emisi dan memenuhi desakan global.