---
id: FkKnYFQ09s0M
cluster_id: 3VBeLskSrWZM
title: 'Bahaya Kooptasi Kekuasaan Mengancam NU, Ujang: Rais Aam Harus Jaga Jarak'
slug: bahaya-kooptasi-kekuasaan-mengancam-nu-ujang-rais-aam-harus-jaga-jarak
excerpt: Pengamat politik Ujang Komarudin memperingatkan bahaya kooptasi kekuasaan
  terhadap NU jelang Muktamar ke-35. Rais Aam harus jaga jarak dan tidak jadi sumber
  konflik.
category: politik
tags:
- NU
- Muktamar ke-35
- Ujang Komarudin
- politik
- kooptasi
source_urls:
- https://kumparan.com/kumparannews/pengamat-politik-ujang-komarudin-soroti-bahaya-kooptasi-kekuasaan-terhadap-nu-2839eZodyGC
source_names:
- Kumparan.com
image_url: https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640,h_336/g_south,l_og_kumparan_zscykb/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20Redaksi%20kumparan%0DkumparanNEWS,x_140,y_26/v1634025439/01m0skg3rmpqsjx9htfwezkfyd.jpg
meta_title: Bahaya Kooptasi Kekuasaan Mengancam NU
meta_description: 'Ujang Komarudin: NU jangan jadi korban kooptasi kekuasaan. Rais
  Aam wajib jaga jarak dengan penguasa.'
canonical_url: https://berita.media/bahaya-kooptasi-kekuasaan-mengancam-nu-ujang-rais-aam-harus-jaga-jarak
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-25T05:13:41Z'
published_at: '2026-08-25T05:13:41Z'
---

Gila bro, menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, ancaman kooptasi kekuasaan bikin pengamat politik angkat bicara. Jangan sampai organisasi besar ini digasak oleh kepentingan penguasa. Ujang Komarudin, pengamat politik, menegaskan NU harus dijaga agar tidak berada di bawah bayang-bayang kekuasaan. Kumparan.com memberitakan, peringatan keras itu disampaikan dalam Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/8).

Ujang bilang, sosok Rais Aam yang ideal bukanlah pemecah konflik, melainkan mampu mengelola dan menyelesaikan konflik. Dia mengingatkan, Rais Aam jangan sampai menjadi bagian dari konflik itu sendiri. Parahnya, kalau sampai salah pilih, bukan tidak mungkin organisasi rakyat ini justru digasak oleh kepentingan politik praktis. Padahal, kata Ujang, yang dibutuhkan adalah kiai sepuh yang mampu mendesain konflik agar selesai, bukan menciptakan konflik baru. Alhasil, konflik dalam organisasi bisa bikin NU makin kuat, bukan sekadar babak belur. Kumparan.com melansir pernyataan Ujang tersebut.

Ujang lalu mencontohkan Gus Dur. Menurut dia, Gus Dur adalah ulama yang ahli manajemen konflik. Gus Dur punya kemampuan luar biasa untuk mengelola konflik hingga tidak merugikan NU. Mana ada cerita begini berakhir baik kalau konflik dibiarkan membusuk. Justru, konflik yang dikelola dengan baik bisa membesarkan NU sebagai organisasi yang kuat di hadapan negara. Ujang menekankan, konflik di NU dan PKB tidak boleh jadi kerugian besar, seperti dicatat Kumparan.com.

Nah ini dia, yang bikin geram, Ujang juga menegaskan NU jangan sampai terlibat politik praktis. Menurut dia, NU harus menjaga jarak dengan kepentingan politik dan kekuasaan. Posisi NU harus berdiri sejajar dengan negara, bukan dalam bayang-bayang kekuasaan. Gilanya, kalau NU sampai keok dan tunduk pada penguasa, maka kehadirannya tidak lagi diharapkan publik. Ujang bilang, kehadiran NU harus dibutuhkan negara, bukan malah jadi penjilat kekuasaan. Itu disampaikan dalam diskusi yang diliput Kumparan.com.

Terakhir, Ujang menyoroti soal menjaga moral organisasi. Rais Aam dinilai punya peran penting di tengah merosotnya moral politik dan sosial. Kelebihan NU, kata Ujang, banyak kiai yang kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Alhasil, Rais Aam harus jadi penjaga moral, bukan malah terlibat skandal yang bikin gempar. Habis sudah kalau organisasi sebesar NU dikendalikan oleh kepentingan yang tidak jelas. Kumparan.com melaporkan pandangan Ujang dalam diskusi tersebut.

Intinya, NU jangan sampai lengah. Kooptasi kekuasaan itu nyata, dan Muktamar ke-35 adalah titik krusial. Kalau Rais Aam yang dipilih tidak jaga jarak, jangan harap NU bisa tegak lurus. Warga NU harus melongo kalau organisasi sebesar ini jadi mainan penguasa.

---
**Sumber:** [Kumparan.com](https://kumparan.com/kumparannews/pengamat-politik-ujang-komarudin-soroti-bahaya-kooptasi-kekuasaan-terhadap-nu-2839eZodyGC)
