---
id: 3WkK6rw-7KDK
cluster_id: N36e70MUaLW0
title: Banjir PHK Januari-Mei 2026! 23 Ribu Pekerja Keok, Siapa Berikutnya?
slug: banjir-phk-januari-mei-2026-23-ribu-pekerja-keok-siapa-berikutnya
excerpt: Belum juga pertengahan tahun, 23.470 pekerja sudah jadi korban PHK sepanjang
  Januari-Mei 2026. Angka ini jeblok dibanding tahun lalu, tapi tetap saja bikin geram.
  Ditambah lagi, ancaman 15 ribu pekerja lagi bakal 'ngibrit' karena usaha makin tertekan.
  detikFinance
category: phk
tags:
- PHK
- Ketenagakerjaan
- Ekonomi
- Indonesia
source_urls:
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8517409/23-470-pekerja-kena-phk-sepanjang-januari-mei-2026
source_names:
- detikFinance
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2020/07/29/phk_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'Banjir PHK 2026: 23 Ribu Pekerja Dipecat, Ancaman 15 Ribu Lagi!'
meta_description: Pekerja semakin tertekan! 23.470 orang kena PHK Januari-Mei 2026,
  prediksi ancaman 15 ribu lagi akibat gempuran ekonomi. Intip detailnya!
canonical_url: https://berita.media/banjir-phk-januari-mei-2026-23-ribu-pekerja-keok-siapa-berikutnya
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-04T14:01:54Z'
published_at: '2026-06-04T14:01:54Z'
---

Ceritanya begini. Di saat banyak orang sibuk mikirin nasib sendiri, Kementerian Ketenagakerjaan malah merilis data yang bikin keringat dingin: 23.470 pekerja sudah dipaksa angkat kaki dari kantornya sepanjang Januari sampai Mei 2026. Ini bukan angka sembarangan, ini adalah peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang terpaksa merasakan pahitnya diputus kontrak kerja. Jumlahnya memang lebih sedikit ketimbang periode yang sama tahun lalu yang mencapai 46.015 orang, tapi itu tidak lantas membuat kita bisa bernapas lega. detikFinance

Nah ini dia yang bikin geleng-geleng kepala. Aturan mainnya jelas: yang mengundurkan diri, pensiun, cacat total, atau meninggal dunia tidak masuk hitungan. Jadi, angka 23.470 ini murni korban PHK yang hak-haknya harusnya dilindungi. Tapi, alhasil, mereka tetap saja kehilangan mata pencaharian. Belum juga mereka bangkit, ancaman baru sudah mengintai. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi ada potensi tambahan 15,3 ribu sampai 20,3 ribu pekerja yang bakal menyusul 'ngibrit'. detikFinance

Parahnya, prediksi suram ini bukan tanpa dasar. Dunia usaha kita sedang dihantam badai bertubi-tubi. Lonjakan biaya impor bahan baku membuat modal makin menipis, kurs rupiah yang makin melemah membuat pengeluaran membengkak, ditambah lagi terganggunya rantai distribusi global akibat konflik di Timur Tengah. Ibarat kata, perusahaan sudah tercekik, akhirnya terpaksa memilih jalan pintas dengan memotong 'anggota tubuh' terlemahnya: para pekerja. detikFinance

Yang paling sial, industri manufaktur diperkirakan bakal jadi 'apel malang' dalam gelombang PHK ini. Sektor ini memang paling rentan terhadap gejolak ekonomi global dan pelemahan daya beli domestik. Kalau sudah begini, kemana lagi para pekerja ini akan mencari nafkah? Pemerintah sudah coba hadir dengan program JKP, tapi apakah itu cukup untuk menampung jutaan orang yang kehilangan pekerjaan? Pertanyaan ini menggantung di udara, tanpa jawaban pasti. detikFinance

Celakanya lagi, video dokumentasi Kemnaker sendiri sudah pernah memperingatkan kita. Data dari Januari hingga April 2026 saja sudah mencatat 15.425 orang menjadi korban PHK. Artinya, tren ini terus berlanjut dan bahkan bisa lebih parah. Jadi, angka 23.470 itu bukanlah puncak masalahnya, melainkan baru permulaan dari gelombang PHK yang lebih besar. Habis sudah. Selesai. detikFinance

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8517409/23-470-pekerja-kena-phk-sepanjang-januari-mei-2026)
