---
id: 25biJPIuF5v7
cluster_id: 4ntVKbGpsA8d
title: 'Bantahan Sekolah: Dugaan Bullying Maut Siswi SD Padang Cuma Hoax Sebelah Pihak!'
slug: bantahan-sekolah-dugaan-bullying-maut-siswi-sd-padang-cuma-hoax-sebelah-pihak
excerpt: Geger dugaan bullying sampai siswi SD di Padang meregang nyawa ternyata cuma
  isu. Pihak sekolah SDN 33 Rawang sesalkan narasi sepihak yang bikin gaduh. "Tuduhan
  tersebut tidak benar," tegas Kepala Sekolah Siptah Hayadi, seperti dilaporkan Kompas.com.
category: bullying
tags:
- bullying
- padang
- sekolah
- hoax
- viral
source_urls:
- https://regional.kompas.com/read/2026/07/27/180525578/merasa-nama-sekolah-tercemar-akibat-dugaan-bullying-wali-murid-di-padang
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/2USE_9SqELsxsUTANziZUHlF47U=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/07/27/6a673442d1803.jpeg
meta_title: Dugaan Bullying Maut Siswi SD Padang Ditepis Sekolah, Hoax?
meta_description: Isu miring dugaan bullying yang bikin siswi SD Padang meninggal
  dunia dibantah keras pihak sekolah. Benarkah cuma isu sepihak yang bikin gaduh?
  Cek faktanya!
canonical_url: https://berita.media/bantahan-sekolah-dugaan-bullying-maut-siswi-sd-padang-cuma-hoax-sebelah-pihak
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-28T05:01:50Z'
published_at: '2026-07-28T05:01:50Z'
---

Gila bro, dengerin nih cerita heboh dari Padang! Kabar yang bikin warga dan orang tua murid panik duluan soal dugaan bullying yang bikin siswi SDN 33 Rawang, Padang Selatan, meregang nyawa, ternyata nggak bener, kelesss! Pihak sekolah mati-matian membantah tudingan miring yang beredar liar di jagat maya. Gilanya, narasi yang beredar itu cuma dengar dari sebelah pihak, dari keluarga korban doang, dan langsung bikin seolah-olah sekolahnya jadi sarang penjahat! Alhasil, nama baik sekolah jadi tercoreng gara-gara kabar bohong yang dilempar ke publik, padahal belum tentu bener adanya, Kompas.com.

Kepala SDN 33 Rawang, Siptah Hayadi, langsung gregetan ngomong kalau isu yang nyebar itu ngaco abis. "Tuduhan tersebut tidak benar. Pihak sekolah sudah melakukan penelusuran mendalam atas kejadian tersebut," katanya dengan nada tegas, seperti dikutip dari Kompas.com. Nah, ini nih yang bikin geram, bro! Tahu-tahu ada aja yang iseng lempar isu tanpa bukti, langsung viral dan bikin orang panik sendiri. Parahnya, unggahan yang tak jelas sumbernya itu bikin spekulasi liar dan seenaknya memojokkan pihak sekolah, padahal belum tentu ada apa-apa. Selesai sudah citra sekolah yang baik-baik saja.

Nurafni, salah seorang wali murid yang juga merangkap Ketua Komite Kelas 2 C, mengakui kalau isu ini sempat bikin grup WhatsApp orang tua siswa heboh kayak pasar kaget. "Bahkan ada wali murid yang terprovokasi oleh postingan tersebut, hingga menyampaikan hal tidak pantas di kolom komentar media sosial," ungkap Nurafni dengan prihatin kepada Kompas.com. Yang bikin miris, ada aja oknum yang gampang kepancing emosi, nyebar ujaran kebencian tanpa mikir dampaknya. Nah ini dia, di tengah kepanikan dan kegaduhan itu, Nurafni berupaya menenangkan para orang tua murid. Ia pun mendatangi sekolah bersama wali murid lainnya buat ngecek langsung, memastikan apa yang sebenarnya terjadi, Kompas.com.

"Saya setiap hari memantau anak-anak di sekolah bersama wali murid lainnya, tidak pernah kami melihat ada kejadian perundungan," tuturnya dengan yakin, seperti dikutip Kompas.com. Gimanapun juga, ibu-ibu yang anaknya sekolah di situ aja nggak pernah lihat ada yang aneh. Sebagai alumni sekolah itu juga, Nurafni berani naga-nagahi keluarga korban. "Sebagai alumni sekolah tersebut, Nurafni meminta pihak keluarga korban untuk membeberkan bukti jika memang ada tindakan kekerasan," tegasnya, seperti dilaporkan Kompas.com. Ini penting banget, biar jelas siapa yang benar siapa yang salah. Celakanya, kalau ternyata nggak ada bukti, dia minta keluarga korban mau buka suara ke publik demi memulihkan nama baik SDN 33 Rawang yang sudah telanjur dicemarkan isu miring itu, Kompas.com.

Nggak cuma itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang pun ikut turun tangan setelah mendengar gejolak isu yang makin liar. Mereka langsung mendatangi SDN 33 Rawang untuk sidak, memastikan semuanya aman terkendali. Yang bikin merinding, korban berinisial NA, siswi kelas 3 SD yang katanya meninggal gara-gara bullying, itu meninggal tepat di hari ulang tahunnya yang ke-10, pada Kamis (23/7/2026). Duh, kasihan banget! Tapi ya itu tadi, semua fakta mesti diuji dulu, jangan sampai kita ikut nyebar fitnah gara-gara kepancing emosi, Kompas.com. Makanya, kalau dapat berita miring, cek dulu kebenarannya, jangan langsung ditelan mentah-mentah!

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://regional.kompas.com/read/2026/07/27/180525578/merasa-nama-sekolah-tercemar-akibat-dugaan-bullying-wali-murid-di-padang)
