---
id: 0h4RgYe5ASRg
cluster_id: MtQI8yZWkRXl
title: Bappenas Dorong Polri Sikat Habis Kriminal Pakai Otak Buatan!
slug: bappenas-dorong-polri-sikat-habis-kriminal-pakai-otak-buatan
excerpt: Gilanya, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendesak Polri jadi pelopor AI untuk
  membongkar kasus kriminal yang sudah dingin bertahun-tahun. Ini bukan main-main,
  katanya, AI bisa bantu ungkap kejahatan 20 tahun lalu! Antara News Kalteng
category: kriminal
tags:
- Bappenas
- Polri
- AI
- Kriminal
- Teknologi
source_urls:
- https://kalteng.antaranews.com/berita/831479/kepala-bappenas-dorong-polri-manfaatkan-ai-untuk-bongkar-kasus-kriminal
source_names:
- ANTARA News Kalteng
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/800x533/2026/06/19/IMG_7503_1.jpeg
meta_title: 'Bappenas: Polri Manfaatkan AI Ungkap Kasus Kriminal Berat'
meta_description: Kepala Bappenas dorong Polri manfaatkan AI canggih untuk mengungkap
  kasus kriminal yang sudah dingin bertahun-tahun. Bakal jadi pelopor!
canonical_url: https://berita.media/bappenas-dorong-polri-sikat-habis-kriminal-pakai-otak-buatan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-20T05:01:48Z'
published_at: '2026-06-20T05:01:48Z'
---

Hah, dengerin dulu nih bro, ada kabar gila dari Bandung! Kepala Bappenas, Pak Rachmat Pambudy, itu lho, malah nyuruh-nyuruh Polisi Republik Indonesia buat "ngegas" pakai kecerdasan buatan alias AI buat ngebasmi kriminal. Gila nggak tuh? Katanya sih, teknologi canggih ini bisa bikin aparat penegak hukum lebih "garang" dalam ngumpulin dan ngolah data biar kasus-kasus yang udah berlarut-larut bisa "dibongkar habis". Pernyataan ini dia lontarkan usai jadi narasumber di Sespim Polri, Lembang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). "Mobilnya ringsek. Kompas"

Pak Rachmat ini bukan ngomong ngasal, lho. Dia kasih contoh, katanya di negara lain tuh kejahatan yang udah "dingin" selama 20 tahun bisa "terbongkar total" berkat bantuan data yang "dipompa" pakai AI. "Dengan bantuan data, penguatan data, pengumpulan data, dan kecerdasan buatan maka kejahatan itu bisa terungkap dengan baik dan tepat dengan presisi," bebernya, bikin kuping yang denger auto nganga. Bukan cuma buat "nyikat" penjahat yang udah kabur, Pak Rachmat juga bilang AI ini berguna banget buat pengembangan pendidikan dan penelitian di jajaran Polri. Tapi inget ya, dia juga ingetin, "Kalau tidak hati-hati, AI juga bisa digunakan secara salah." Jadi, polisi harus pinter-pinter milih kapan AI ini dipakai buat "gas pol" ngungkap kejahatan, kapan jangan sampai disalahgunain buat "main mata" sama penjahat. "Polisi harus tahu kapan AI digunakan dengan baik dan kapan digunakan untuk kegiatan yang tidak baik," katanya geram. Antara News Kalteng

Nah, ini nih yang bikin gregetan, Pak Rachmat juga ngegas lagi, bilang kalau Polri itu harus "jadi garda terdepan" buat urusan teknologi AI di Indonesia. Kenapa? Soalnya, biar nggak ketinggalan sama kejahatan-kejahatan baru yang "nebar teror" pakai teknologi digital. "Karena itu, polisi harus menjadi pelopor, menjadi ujung tombak bagi perkembangan AI di Indonesia," tegasnya. Dan yang lebih keren lagi, katanya sih, pakai AI dan internet itu bisa bikin polisi "makin nempel" sama masyarakat. Ini bukan khayalan, lho, data aja nunjukin lebih dari 230 juta penduduk Indonesia udah "melek" internet, jadi interaksi sosialnya banyak banget di dunia maya. Antara News Kalteng

Jadi intinya gini, Pak Rachmat itu mau bilang kalau polisi harus ngerti banget tuh "kelakuan" masyarakat di dunia maya maupun di dunia nyata biar tugasnya ngelayanin dan ngamankan masyarakat makin "mantap". "Kalau polisi tahu masyarakat sekitarnya, kondisi masyarakat yang di lingkungan terbawah, maka polisi itu pasti lebih dekat dengan hati masyarakat," pesannya. Habis sudah ceritanya, ini bukan cuma soal nangkep penjahat lagi, tapi soal "ngulik" teknologi buat "memberantas" kejahatan sampai ke akar-akarnya, bro! "Mobilnya ringsek. Kompas"

---
**Sumber:** [ANTARA News Kalteng](https://kalteng.antaranews.com/berita/831479/kepala-bappenas-dorong-polri-manfaatkan-ai-untuk-bongkar-kasus-kriminal)
