---
id: ZyfkDcdOk0VO
cluster_id: qvYTELDhssNZ
title: Batalyon Tempur Dibawa Buru Begal, TNI Main Api di Ranah Polisi
slug: batalyon-tempur-dibawa-buru-begal-tni-main-api-di-ranah-polisi
excerpt: Jakarta resah dihantui begal, Polda Metro Jaya gandeng TNI mengerahkan batalyon
  tempur. Bukan bikin aman, langkah ini malah menuai kritik keras dari pengamat militer
  karena melanggar tupoksi dan berpotensi melanggar HAM. Kapan negara ini punya pembagian
  kerja yang jelas?
category: kriminal
tags:
- TNI
- Polri
- Begal
- Jakarta
- Kriminalitas
source_urls:
- https://www.pdiperjuanganbali.id/polda-metro-jaya-patroli-bersama-tni
- https://www.kompas.id/artikel/batalyon-tempur-dikerahkan-buru-begal-apakah-sesuai-mandat-tni
source_names:
- pdiperjuanganbali.id
- Kompas.id
image_url: https://cdn.pdiperjuanganbali.id/media/images/2026/05/MSIYnnLeGK.jpeg?location=1&width=1200&height=674&quality=80&watermark=1
meta_title: 'TNI Buru Begal, Pengamat Kritik: Melanggar Tupoksi & Berpotensi HAM'
meta_description: Polda Metro Jaya gandeng TNI kerahkan batalyon tempur buru begal
  di Jakarta. Langkah ini menuai kritik keras pengamat militer karena dinilai melanggar
  tupoksi dan berpotensi pelanggaran HAM.
canonical_url: https://berita.media/batalyon-tempur-dibawa-buru-begal-tni-main-api-di-ranah-polisi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T03:44:49Z'
published_at: '2026-05-25T03:44:49Z'
---

Jakarta lagi-lagi berdarah. Bukan karena perang, tapi ulah begal yang makin merajalela. Niatnya biar aman, Polda Metro Jaya sampai gandeng tentara dari Kodam Jaya. Turunlah pasukan tempur, batalyon segala macam, katanya buat jadi 'Tim Pemburu Begal'. Katanya sih, biar masyarakat merasa aman dan negara hadir. Tapi ini yang bikin kuping panas: kok tentara, yang tugasnya jaga negara dari musuh luar, disuruh nangkap maling di jalanan?

Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol Arh Noor Iskak, bilang kalau ini demi menyokong pengamanan ibu kota. Ya, biar terkesan tegas lah, biar kelihatan negara serius ngadapi preman jalanan yang bikin resah. Tapi lihatlah fakta pahitnya, dua pengamat militer, Mufti Makarim dan Aris Santoso, langsung pasang badan. Menurut mereka, ini sudah ngawur, menyalahi aturan. Urusan kriminalitas jalanan itu murni ranah polisi, bukan tentara. Mau diproses pakai hukum apa kalau yang nangkap TNI? Hukum sipil? TNI pasti enggan. Kompas, pdiperjuanganbali.id

Mufti bahkan mengingatkan, undang-undang tidak pernah ngasih mandat buat tentara bersenjata nangkap orang biasa. Kecuali kalau begalnya di tengah laut, itu lain cerita. Tapi kalau di Jakarta, yang urus polisi. Aris Santoso juga khawatir, kalau begini terus, nanti tentara malah merambah ke semua sektor. Batas antara Panglima TNI dan Kapolri harus jelas, jangan sampai rancu. Peneliti senior Marapi Consulting, Beni Sukadis, ikut bicara. Menurutnya, ini bisa nurunin profesionalisme militer. Prajurit itu tugasnya latihan perang, bukan jadi polisi serabutan. Kompas.id

Usman Hamid dari Amnesty International Indonesia lebih pedas lagi. Dia bilang, logika perang itu beda sama logika penegakan hukum. Tentara dilatih buat mematikan, polisi buat investigasi. Kalau yang turun pasukan tempur, bisa-bisa kasusnya jadi tambah runyam. Bayangkan saja, yang dikejar bukannya maling, tapi musuh negara. Ini bukan cuma soal salah tugas, tapi potensi pelanggaran hak asasi manusia juga bisa mengintai. Jadi, sebenarnya negara ini mau pakai logika yang mana? Logika perang atau logika hukum sipil? Ini bukan persoalan sepele, ini soal fondasi negara hukum kita.

---
**Sumber:** [pdiperjuanganbali.id](https://www.pdiperjuanganbali.id/polda-metro-jaya-patroli-bersama-tni) · [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/batalyon-tempur-dikerahkan-buru-begal-apakah-sesuai-mandat-tni)
