---
id: QckgZUHzpLRD
cluster_id: yll37P2tDu8b
title: BELAJAR DI-BULLY TERUS, SISWA INI BAMBANG BOM SEKOLAH!
slug: belajar-di-bully-terus-siswa-ini-bambang-bom-sekolah
excerpt: Gara-gara jadi sasaran empuk perundungan, siswa MA ini nekat bawa bom rakitan
  ke sekolahnya. Gilanya, niat jahat ini konon akumulasi rasa sakit hati yang mendalam,
  sampai bikin satu sekolah panik!
category: bullying
tags:
- bullying
- bom rakitan
- sekolah
- dpr
- anacaman
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/07/18/17044081/pelajar-bom-sekolah-diduga-di-bully-sekolah-dinilai-harus-ada-sistem-anti?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/nQg_x38gv6VEUUqmduFc7ssNATk=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2025/11/20/691f1487123f5.jpg
meta_title: 'Siswa Bom Sekolah Akibat Bullying: Kisah Kelam di MAN Padang'
meta_description: Bocah 17 tahun nekat bawa bom rakitan ke sekolahnya gara-gara jadi
  korban bullying. Sekolah dinilai abai, ancaman baru mengintai jika perundungan tak
  ditangani serius.
canonical_url: https://berita.media/belajar-di-bully-terus-siswa-ini-bambang-bom-sekolah
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-20T17:01:58Z'
published_at: '2026-07-20T17:01:58Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Di Padang sana, kejadian yang bikin geleng-geleng kepala terjadi. Seorang siswa berinisial R, usianya baru 17 tahun, eh, malah nekat bawa bom rakitan ke sekolahnya, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang. Parahnya lagi, benda mematikan itu sempat meledak di salah satu kelas, bikin seisi sekolah gempar dan pontang-panting ketakutan. Kompas.com mencatat, niat busuk ini muncul bukan tanpa sebab, konon R sering banget jadi bulan-bulanan alias di-bully sama teman-temannya. Sialnya, trauma ini nagih, R nekat belajar merakit bom dari internet cuma gara-gara sakit hati dikeroyok bullying. Benar-benar bikin ngilu cerita bocah ini, Kompas.com.

Nah ini dia yang bikin miris, si R ini konon sosok yang pendiam tapi menyimpan beban mental berat. Bukan cuma di sekolah, ternyata dia juga merasakan tekanan yang sama di lingkungan rumahnya, parah banget kan? Celakanya, keseharian R di sekolah sering diwarnai tindakan-tindakan nggak menyenangkan dari teman-temannya. Ledakan bom yang sempat bikin rusak fasilitas kelas dan bikin warga sekolah kocar-kacir ini memang untungnya nggak memakan korban jiwa atau luka. Tapi bayangin aja, dampak psikologisnya ke anak-anak lain? Pasti ngian. Polisi ngaku R merakit bomnya sendiri, belajar otodidak dari jagat maya. Cuma demi apa coba, harus sampai merakit barang berbahaya begitu, Kompas.com?

Ujung-ujungnya, kejadian ngeri ini bikin anggota Komisi III DPR, Lola Nelria Oktavia, angkat bicara. Doi bilang, kasus kayak gini tuh harus jadi pelajaran berharga. "Sekolah harus punya sistem anti-perundungan yang jitu," tegasnya, menurut laporan Kompas.com. Lola menekankan, bullying itu bukan sekadar candaan bocah, tapi bisa memicu dampak psikologis yang serius banget. "Nggak boleh dianggap remeh," katanya, Kompas.com. Tapi ya gitu, meski akar masalah bullying harus diberesin tuntas, Lola juga bilang kalau tindakan melawan hukum kayak merakit bom itu nggak bisa dibenarkan. Cari solusi yang sehat dong, jangan malah bikin celaka, Kompas.com.

Yang bikin geram lagi, Lola mendorong adanya edukasi gencar soal bahaya ancaman bom dan radikalisme. Lho, kok sampai segitunya? Iya dong, karena ini bukan cuma bikin panik dan gangguan ketertiban umum, tapi juga nyawa taruhannya. BNPT, Polri, Kemendikbud, Kominfo, Pemda, semua diminta gercep buat ngasih pemahaman soal radikalisme, bahaya bahan peledak, literasi digital, dan yang paling penting, cara nyelesaiin masalah pakai cara sehat, bukan malah ngamuk kayak orang kesetanan. Gilanya, kalau sudah berani ngerakit bahan peledak, risikonya udah jauh melampaui batas kewaraban. Bisa ancam nyawa orang lain, ampe hancur lebur semua impian, Kompas.com.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/07/18/17044081/pelajar-bom-sekolah-diduga-di-bully-sekolah-dinilai-harus-ada-sistem-anti?page=all)
