---
id: iK1FFVBUrfO7
cluster_id: do-d-c5ivBBd
title: BI Gebuk Rupiah Naik, Ekonomi Nangis Kena Imbasnya!
slug: bi-gebuk-rupiah-naik-ekonomi-nangis-kena-imbasnya
excerpt: Bank Indonesia terpaksa gebuk BI Rate naik 25 bps ke 5,50% demi selamatkan
  rupiah yang lagi babak belur dihajar krisis global. Tapi hati-hati, langkah agresif
  ini siap mengorbankan ekonomi yang sudah terseok-seok. CNBC Indonesia
category: rupiah
tags:
- BI Rate
- Rupiah
- Ekonomi Indonesia
- Suku Bunga
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/research/20260610115427-128-741636/bi-rate-naik-agresif-rupiah-diselamatkan-ekonomi-dikorbankan
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2020/09/23/7-day-reverse-bank-indonesia-aris-aristya_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: BI Gebuk BI Rate Naik, Ekonomi Terancam Babak Belur!
meta_description: BI Rate naik 25 bps ke 5,50% demi rupiah, tapi dampaknya ke ekonomi
  bikin ngeri. Biaya kredit mahal, pertumbuhan ekonomi terancam melambat.
canonical_url: https://berita.media/bi-gebuk-rupiah-naik-ekonomi-nangis-kena-imbasnya
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-10T17:01:53Z'
published_at: '2026-06-10T17:01:53Z'
---

Siang bolong-bolong, tiba-tiba Bank Indonesia beraksi. Rupiah yang sudah kayak orang sekarat dihajar gelombang global gara-gara perang di Timur Tengah, dikasih suntikan 'obat keras' namanya kenaikan BI Rate. Berapa? 25 basis poin! Jadi 5,50% sekarang suku bunga acuan BI. Jangan lupa, ini baru lonjakan kedua dalam sebulan, total sudah 75 bps naik. Gila nggak tuh? Rupiahnya sih sedikit ngelus dada, naik tipis 0,66% ke Rp 18.050/US$1. Tapi kok ya yang lain jadi korban? 

BI sendiri ngakunya, ini buat 'memperkuat stabilisasi nilai tukar'. Oh, gitu ya? Alasan lainnya, katanya sih buat jaga inflasi biar nggak ngamuk di 2026 dan 2027. Tapi nyatanya, lonjakan suku bunga ini bisa bikin biaya dana di bank jadi makin mahal. Nah, kalau biaya dana mahal, artinya bunga kredit buat masyarakat dan pengusaha juga bakal naik. Bayangin aja, mau ngambil kredit buat usaha atau beli rumah jadi makin berat. Ujung-ujungnya, dunia usaha bisa mikir ulang buat ekspansi, masyarakat juga nahan beli barang-barang mahal. Pertumbuhan kredit perbankan yang biasanya jadi barometer, diprediksi bakal melambat drastis. CNBC Indonesia

Sejarah sudah membuktikan, bro! Dulu di tahun 2005, pas BI geber kenaikan suku bunga sampai 425 bps gara-gara inflasi meroket, imbasnya ke pertumbuhan kredit parah banget. Kalau 2005 kredit masih tumbuh 28,44%, eh begitu naik suku bunga, tahu-tahu di 2006 cuma sisa 12,70%. Anjlok nggak tuh? Cuma dalam setahun, pertumbuhan kredit langsung tergerus setengahnya lebih! Nah, sekarang BI main 'gigi satu' lagi naikin suku bunga agresif, yakin nggak bakal ngulang sejarah pahit itu? Celakanya, para pengusaha sekarang lagi pada nahan napas gara-gara gejolak ekonomi global, eh malah dibikin makin sesak sama kenaikan BI Rate. Benar-benar, demi rupiah 'hidup', ekonomi 'mati'. 

Kenaikan suku bunga memang senjata ampuh buat nahan inflasi, nggak bohong. Tapi kalau sampai bikin ekonomi megap-megap kayak sekarang, buat apa coba? Mau nyelametin satu urat nadi, tapi yang lain malah diputus. Ya gimana tidak, masyarakat sudah pusing mikirin harga-harga kebutuhan pokok yang makin naik, sekarang mau ngambil utang aja makin berat. BI harusnya mikir ulang, jangan-jangan selamatan rupiah ini cuma buat segelintir orang, sementara rakyat kecil makin sengsara. Kenaikan BI Rate 75 bps dalam sebulan lebih itu bukan cuma bikin 'bangun' rupiah, tapi bikin seluruh sendi ekonomi teriak kesakitan. CNBC Indonesia

Jadi, pertanyaannya simpel: mau rupiah diselamatkan tapi ekonomi jadi tumbalnya? Atau cari cara lain biar keduanya bisa jalan beriringan? Kasihan rakyat kalau disuruh milih antara diselamatkan sebentar tapi sengsara lama.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/research/20260610115427-128-741636/bi-rate-naik-agresif-rupiah-diselamatkan-ekonomi-dikorbankan)
