---
id: qMHzrqtsiJWP
cluster_id: 1TOAFIriFJOp
title: BI Tahan Bunga, Jaga Rupiah Pakai Jurus Insentif Ampuh?
slug: bi-tahan-bunga-jaga-rupiah-pakai-jurus-insentif-ampuh
excerpt: Bank Indonesia (BI) bikin keputusan berani! Bunga acuan 5,75% dipertahankan,
  malah disuntik insentif buat jaga rupiah. Kok bisa lebih ampuh dari naikin BI Rate?
  Pakar bilang, bisa jadi, tapi ada syaratnya, lho! Kompas.com
category: rupiah
tags:
- Bank Indonesia
- BI Rate
- Rupiah
- Insentif Ekonomi
- Kebijakan Moneter
source_urls:
- https://money.kompas.com/read/2026/07/24/211435126/benarkah-insentif-bank-indonesia-lebih-ampuh-jaga-rupiah-ketimbang-naikkan-bi
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/s5S-MlLmZTC56wrQ2MYLAJDmM6w=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815e7ef28.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/11/6a2a99729d669.jpeg
meta_title: Insentif BI Jaga Rupiah, Lebih Ampuh dari Kenaikan BI Rate?
meta_description: BI tahan BI Rate, gunakan insentif untuk rupiah. Pakar nilai ampuh
  tapi bersyarat. Benarkah strategi ini lebih baik?
canonical_url: https://berita.media/bi-tahan-bunga-jaga-rupiah-pakai-jurus-insentif-ampuh
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-25T05:02:59Z'
published_at: '2026-07-25T05:02:59Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih kabar terbaru dari Bank Indonesia yang bikin geleng-geleng kepala! BI nekat mempertahankan suku bunga acuan, alias BI Rate, di angka 5,75 persen. Bukannya langsung naikin suku bunga buat ngerem rupiah yang lagi goyang, eh, malah keluar jurus lain: kasih "insentif" segambreng! Nah, ini yang jadi pertanyaan gede, beneran nggak sih jurus ini lebih ampuh daripada "hajar" terus-terusan pake BI Rate? Pakar ekonomi dari Permata Bank, Josua Pardede, kasih jawaban yang bikin mikir, "Ya, tapi hanya dalam kondisi tertentu." Kompas.com

Josua menjelaskan, gini ceritanya. BI Rate kan udah naik lumayan banyak tuh, 100 basis poin dari awal tahun. Nah, kalau udah "panas" begini, insentif kayak biaya lindung nilai yang dipangkas dan penguatan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) itu kerjanya lebih "ngeh" karena langsung kena ke sumber masalah rupiah. Ujung-ujungnya, ini juga lebih ramah sama dunia usaha. Bayangin aja kalau BI Rate dinaikin lagi, biaya buat bank makin gede, bunga kredit ikut meroket, wah, rakyat kecil dan pengusaha makin sengsara, bro! Mana ada cerita begini berakhir baik, kan? Kompas.com

Memang sih, pendekatan "lembut" lewat insentif ini bakal nendang banget kalau masalah rupiah emang gara-gara biaya lindung nilai yang kemahalan, pasokan valas seret, atau pasar valas kita yang belum "dewasa". Tapi, jangan salah kaprah dulu! Josua ingetin, insentif itu nggak bisa sepenuhnya ngalahin peran utama BI Rate. Jadi, kalau tiba-tiba ada isu gede kayak harga minyak dunia loncat, modal asing "ngibrit" keluar, atau The Fed di Amerika main "api", BI tetep mesti sigap! Kompas.com

Parahnya, BI harus siap-siap kalau pasar minta "sinyal" yang lebih tegas, misalnya naikin suku bunga lagi atau "gebuk" pasar valas lebih aktif. Celakanya lagi, ada risiko lain yang mengintai! Jangan sampai dana asing yang masuk karena insentif ini cuma "bandar" jangka pendek yang ngejar untung sesaat dari gerak nilai tukar. Begitu sentimen global berubah, mereka bisa "kabur terbirit-birit", bikin rupiah makin babak belur. Kompas.com

Alhasil, keberhasilan kebijakan BI jangan cuma diliat dari rupiah menguat sebentar doang. Tapi, liat juga apakah aliran devisa makin stabil, transaksi lindung nilai makin lancar, dan duit asing masuk beneran ke instrumen jangka panjang kayak SBN dan saham. Bukannya cuma "numpang lewat" di instrumen jangka pendek BI. Josua ngasih saran, "BI mending tahan BI-Rate dulu, evaluasi insentif sebulan dua bulan." Kenaikan suku bunga baru layak dipikirin kalau rupiah anjlok lagi, inflasi inti meroket, ekspektasi inflasi buyar, atau modal asing "ngamblas" besar-besaran. Jadi, BI masih pasang "rem" dulu, sambil liat situasi dengan jeli. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://money.kompas.com/read/2026/07/24/211435126/benarkah-insentif-bank-indonesia-lebih-ampuh-jaga-rupiah-ketimbang-naikkan-bi)
