---
id: pjiqZI1AoWfI
cluster_id: pw7miv5h3zRp
title: BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok, Dolar Tembus Rp 18.000!
slug: bi-ungkap-biang-kerok-rupiah-jeblok-dolar-tembus-rp-18-000
excerpt: Rupiah babak belur dihajar Dolar AS, nembus Rp 18.000! Deputi BI Destry Damayanti
  blak-blakan, gara-garanya geopolitik Timur Tengah memanas dan permintaan Dolar domestik
  membesar. Ini bukan cuma masalah Indonesia, tapi regional!
category: rupiah
tags:
- rupiah
- dolar as
- bank indonesia
- destry damayanti
- geopolitik
source_urls:
- https://finance.detik.com/moneter/d-8517618/bi-ungkap-biang-kerok-rupiah-jeblok-ke-rp-18-000
source_names:
- detikFinance
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/05/19/rupiah-terpuruk-dolar-as-dekati-rp18000-1779165225704_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Rupiah Anjlok ke Rp 18.000, BI Ungkap Penyebab & Upaya Stabilisasi
meta_description: 'Dolar AS tembus Rp 18.000! BI beberkan biang keroknya: tensi geopolitik
  dan permintaan Dolar domestik. Cek upaya BI kuatkan rupiah di sini.'
canonical_url: https://berita.media/bi-ungkap-biang-kerok-rupiah-jeblok-dolar-tembus-rp-18-000
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-05T23:01:32Z'
published_at: '2026-06-05T23:01:32Z'
---

Ceritanya begini. Dolar Amerika Serikat makin perkasa, rupanya sudah nembus Rp 18.000! Gila, bro! Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti akhirnya angkat bicara, ngasih tahu biang keroknya. Rupiah melemah bukan tanpa sebab, ini semua gara-gara tensi geopolitik di Timur Tengah yang makin panas. "Kondisi ini mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara emerging," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026). Jadi, dolar menguat itu gara-gara perang di sana, guys!

Belum cukup sampai di situ, dari dalam negeri sendiri pun permintaannya besar. Destry bilang, banyak perusahaan yang butuh Dolar buat bayar dividen ke luar negeri dan cicil utang luar negeri. "Selain itu kebutuhan domestik masih cukup besar sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran Utang Luar Negeri (ULN)," ujarnya. Jadi, selain faktor luar, dari dalam negeri pun rupiah ikut dihajar. Mana ada cerita begini berakhir baik kalau dua sisi sama-sama nguras rupiah?

Yang bikin geram, rupanya pelemahan rupiah ini bukan cuma nasib kita sendiri. Kata Destry, mata uang negara lain di kawasan juga kena imbasnya. "Secara umum, pelemahan Rupiah juga masih sejalan dengan regional, secara YTD melemah 7,44%," ungkapnya. Tapi tenang, cadangan devisa kita masih aman, masih Rp 146,2 miliar di akhir April 2026. Setidaknya masih ada pegangan!

Nah, BI gak tinggal diam dong! BI bakal terus hadir di pasar, intensif intervensi demi stabilitas rupiah. "Intervensi yang berkesinambungan akan terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder," papar Destry. Mereka juga bakal ngatur suku bunga biar duit pada mau masuk lagi ke aset domestik. Gak cuma itu, BI dorong banget pake mata uang lokal buat kerjasama bilateral. Udah ada sama China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Transaksi pake mata uang lokal aja udah tembus US$ 22,7 miliar bulan April lalu. Salut buat BI, gak mau kalah sama dolar! detikFinance

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/moneter/d-8517618/bi-ungkap-biang-kerok-rupiah-jeblok-ke-rp-18-000)
