---
id: PnCxj_KAhMkE
cluster_id: DdBqqW83TzOD
title: Biaya Produksi 'Ngamuk'! Kadin Waspada PHK Massal di Depan Mata
slug: biaya-produksi-ngamuk-kadin-waspada-phk-massal-di-depan-mata
excerpt: Pusing tujuh keliling! Kadin teriak bahaya inflasi terus meroket gara-gara
  biaya produksi makin mahal. Kalau begini terus, siap-siap saja banyak buruh yang
  'angsuran rumah'nya jadi terancam amblas. Stabilitas harga energi dan rupiah jadi
  taruhan.
category: phk
tags:
- inflasi
- phk
- ekonomi
- kadin
- rupiah
source_urls:
- https://ekonomi.bisnis.com/read/20260602/12/1977842/kadin-waspadai-inflasi-berlanjut-biaya-produksi-naik-picu-risiko-phk
source_names:
- Bisnis.com
image_url: https://images.bisnis.com/posts/2026/06/02/1977842/05052026-BI-HIL-21-DOLAR-03_1777976188.jpg
meta_title: 'Inflasi Meroket, PHK Mengancam: Kadin Desak Langkah Nyata Pemerintah'
meta_description: Kadin peringatkan risiko inflasi berlanjut dan PHK massal akibat
  lonjakan biaya produksi dan pelemahan rupiah. Desak pemerintah stabilkan harga energi
  dan rupiah.
canonical_url: https://berita.media/biaya-produksi-ngamuk-kadin-waspada-phk-massal-di-depan-mata
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-02T14:01:25Z'
published_at: '2026-06-02T14:01:25Z'
---

Ceritanya begini. Dunia usaha sudah mulai panik! Kadin, asosiasi pengusaha paling disegani, mewanti-wanti bakal ada badai inflasi yang terus menerjang beberapa bulan ke depan. Gara-garanya apa? Harga energi global yang masih 'ngotot' naik terus dan nilai tukar rupiah yang bandel tak kunjung stabil. Gilanya, kondisi ini dikhawatirkan bakal menggerogoti biaya produksi industri, bikin harga barang melambung tinggi, dan ujung-ujungnya siap-siap saja banyak buruh yang 'disikat bersih' alias kena PHK massal. Bisnis.com

Bayangkan — inflasi Mei 2026 kemarin sudah nyentuh 3,08% secara tahunan dan 0,28% bulanan. Lebih ngeri lagi, ini lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya! Bukan cuma harga energi yang diatur pemerintah yang jadi biang kerok, tapi survei PMI Manufaktur juga nunjukin kalau banyak produsen sudah pasrah 'mengoper' kenaikan biaya produksi ke kantong konsumen. Duh, rakyat kecil lagi yang gigit jari! Bisnis.com

Wakil Ketua Umum Kadin, Erwin Aksa, dengan wajah cemas bilang kalau pengusaha sudah mulai 'kepentung' sama lonjakan biaya. Apalagi kalau harga energi global masih tinggi dan rupiah makin terpuruk, tekanan inflasi buat manufaktur, transportasi, dan pangan olahan bakal makin 'digebuk'. "Jika harga energi global masih tinggi dan rupiah belum stabil, maka tekanan inflasi beberapa bulan ke depan berpotensi tetap meningkat, khususnya pada sektor manufaktur, transportasi, dan pangan olahan," keluh Erwin. Kadin

Parahnya, kata Erwin, banyak perusahaan masih berjuang nahan kenaikan harga jual biar daya beli masyarakat nggak makin 'amblas'. Tapi, posisi pengusaha sekarang ini emang nggak gampang, bro! Harus nombok kenaikan biaya energi, bahan baku impor yang makin mahal, sampai biaya pembiayaan yang kena imbas gerak-gerik rupiah. "Pengusaha saat ini berada dalam posisi yang cukup sulit karena harus menanggung kenaikan biaya produksi, biaya energi, bahan baku impor, dan pembiayaan akibat kurs," imbuhnya. Kadin

Nah ini dia! Kadin nggak mau cuma nyalahin kebijakan moneter. Pemerintah juga kudu gercep jaga stabilitas harga energi, bikin rupiah nggak 'terkapar', dan pastikan pasokan bahan baku industri lancar jaya. Erwin juga dorong percepatan deregulasi logistik dan kasih 'pelukan hangat' insentif buat industri padat karya biar biaya produksi nggak terus 'dihajar' dan ujung-ujungnya berujung pada kenaikan harga atau PHK. "Pemerintah juga perlu mempercepat deregulasi logistik dan memberi insentif bagi sektor padat karya agar biaya produksi tidak terus meningkat dan berujung pada kenaikan harga barang maupun tekanan PHK," tegas Erwin. Kadin

Jadi gini, sob. Situasi ekonomi sekarang ini lagi genting-gentingnya. Kalau pemerintah nggak segera bergerak cepat dengan kebijakan yang tepat sasaran, bukan nggak mungkin gelombang PHK bakal 'mengamuk' dan bikin jutaan kepala keluarga 'terjungkal'. Rakyat sudah teriak, pengusaha sudah was-was. Tinggal pemerintah yang mesti buktiin, jangan sampai rakyat cuma bisa gigit jari melihat ekonomi 'ambruk' begitu saja.

---
**Sumber:** [Bisnis.com](https://ekonomi.bisnis.com/read/20260602/12/1977842/kadin-waspadai-inflasi-berlanjut-biaya-produksi-naik-picu-risiko-phk)
