---
id: QZWUVnScWotW
cluster_id: Z2GssLEVr1qa
title: BIKIN GERAM! TERNYATA ADA 'BOHIR' DI BALIK KORUPSI KEPALA DAERAH SAKIT HATI
slug: bikin-geram-ternyata-ada-bohir-di-balik-korupsi-kepala-daerah-sakit-hati
excerpt: Gila bro, ternyata banyak kepala daerah yang korupsi bukan karena niat jahat
  murni. Ada pihak 'bohir' alias cukong yang danai kampanye mereka, lalu kepala daerahnya
  disuruh ngembaliin modal! Parahnya, dananya bisa dari luar negeri. Sungguh praktek
  syahdu!
category: politik
tags:
- korupsi
- kpk
- kepala daerah
- bohir
- politik
source_urls:
- https://tirto.id/kpk-ungkap-banyak-bohir-politik-di-balik-korupsi-kepala-daerah-hAeP
source_names:
- Tirto.id
image_url: https://mmc.tirto.id/image/otf/1240x0/2026/07/24/img-20260724-wa0019_ratio-16x9.jpg
meta_title: Bohir Politik Dalangi Korupsi Kepala Daerah, KPK Ungkap Akar Masalah
meta_description: KPK bongkar sindikat 'bohir' yang danai kampanye kepala daerah,
  memaksa mereka korupsi untuk mengembalikan modal. Benarkah dana berasal dari luar
  negeri?
canonical_url: https://berita.media/bikin-geram-ternyata-ada-bohir-di-balik-korupsi-kepala-daerah-sakit-hati
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-25T05:02:30Z'
published_at: '2026-07-25T05:02:30Z'
---

Astaga Nyu… Siapa sangka ternyata borok busuk ini merajalela di pemerintahan daerah kita! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya buka suara, bilang kalau banyak kepala daerah yang kesandung kasus korupsi itu ternyata biangnya gara-gara "bohir" alias cukong alias rente. Mereka ini yang nyuntik dana buat modal kampanye, nah ujung-ujungnya kepala daerah terpilih malah disuruh "mengembalikan" modal para "raja" ini, bro. Ujung-ujungnya? Korupsi berjamaah! KPK

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dengan nada geram menjelaskan bahwa fenomena "bohir" ini menciptakan lingkaran setan yang mengikat erat kepala daerah, ibarat tali pocong yang nggak bisa dilepas. Hubungan "patronase" ini sungguh memuakkan, memaksa para pejabat daerah menyalahgunakan wewenang demi menutupi "investasi" para cukong. "Ada indikasi memang, tapi saya sarankan mungkin kami tidak melakukan kajian secara detail. Bahwa, tapi di beberapa kasus itu ada itu untuk mengembalikan, sifatnya bisa pinjaman, bisa juga mungkin sifatnya pemberian yang dalam waktu tertentu harus dikembalikan," katanya penuh amarah di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Tirto.id

Yang bikin makin melongo, Setyo Budiyanto nambahin bumbu gosipnya. Ternyata, dana "bohir" ini ada yang nyangkut nyasar dari luar negeri, gila nggak tuh! Bayangin, uang rakyat jadi tumbal demi melunasi "hutang" ke rentenir politik dari negeri antah berantah. Parahnya lagi, kepala daerah ini jadi kayak boneka yang kesandera kepentingannya, dari mulai nyaleg sampai akhirnya dilantik jadi penguasa daerah. "Baru-baru ini ada seseorang yang secara terang-benderang menerangkan, menyebutkan bahwa 'Saya bantu sekian M'. Ini juga harusnya kan paham, bahwa batas bantuan secara kelembagaan itu berapa, secara perseorangan itu berapa," tegasnya. Tirto.id

Mendagri Tito Karnavian pun angkat topi, alias setuju bulat-bulat sama KPK. Menurut dia, biaya politik yang selangit di pilkada langsung ini emang jadi lahan subur buat korupsi. Biaya kampanye yang membengkak, belum lagi urusan lain-lain, bikin para calon terpaksa "berhutang" sana-sini. Nah, pas udah jadi pejabat, pendapatan yang pas-pasan jelas nggak bakal cukup buat ngembaliin modal. Makanya, "terpaksa" mereka mengkorupsi uang negara. "Calon kepala daerah harus mengeluarkan biaya yang resmi saja mungkin belum cukup sukses, kemudian kampanye, pembelian alat peraga, mobilisasi, segala macam, yang cukup tinggi dan itu jadi beban bagi mereka, itu juga ada yang pinjam, kita tidak tahu. Dan setelah itu, mereka menjadi kepala daerah, dengan pendapatan yang ada, mungkin tidak bisa menutupi dari keluaran yang sudah ada," ungkap Tito. Tirto.id

Demi membasmi tikus-tikus berdasi ini, Kemendagri nggak mau tinggal diam. Mereka mau gempur habis-habisan korupsi di daerah. Bakal jalan-jalan bareng KPK ke 10 klaster wilayah se-Indonesia buat "ngasih pencerahan" alias pembekalan dan penguatan pencegahan korupsi. Langkah "preventif" ini, kata Tito, diharapkan bisa memangkas angka kasus korupsi kepala daerah yang memalukan itu. "KPK, saya yakin sudah memiliki pemetaan, modus-modus operandi dan lain-lain. Dan kita berusaha mengeliminir terjadinya tindak pidana korupsi," katanya mantap. Tirto.id

Alhasil, masalahnya bukan cuma soal integritas kepala daerah doang, tapi ada monster "bohir" yang lebih besar lagi ngintai di balik layar. Kita doakan saja semoga "operasi bersih-bersih" Kemendagri dan KPK ini bukan cuma omong kosong belaka, tapi benar-benar bisa bikin para "bohir" politik dan kepala daerah korup amblas tak bersisa! Habis sudah! Tirto.id

---
**Sumber:** [Tirto.id](https://tirto.id/kpk-ungkap-banyak-bohir-politik-di-balik-korupsi-kepala-daerah-hAeP)
