---
id: NmRgEmWla8_n
cluster_id: Y_HgUO-byMtF
title: Bongkar! Oknum Doyan Keliling Dunia Pakai Riset AI 'Palsu'!
slug: bongkar-oknum-doyan-keliling-dunia-pakai-riset-ai-palsu
excerpt: Gila, ada yang diduga nekat bikin riset kedokteran bohongan pakai AI demi
  ngejar travel grant ke luar negeri! Puluhan negara dijelajahi, tapi institusi akademik
  malah lempar tanggung jawab. Parahnya, seleksi konferensinya dinilai nggak ketat!
category: viral
tags:
- riset palsu
- travel grant
- AI
- kedokteran
- MGBKI
- etik akademik
source_urls:
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8505526/viral-dugaan-riset-kedokteran-palsu-demi-travel-grant-ke-ln-mgbki-angkat-bicara
source_names:
- detikHealth
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2020/09/04/bullying-dan-senioritas-di-kalangan-dokter-1_169.jpeg?w=1200
meta_title: Riset AI Palsu untuk Travel Grant? MGBKI Buka Suara
meta_description: Dugaan pemalsuan riset kedokteran pakai AI demi travel grant ke
  luar negeri jadi sorotan. MGBKI angkat bicara soal etik dan integritas akademik.
canonical_url: https://berita.media/bongkar-oknum-doyan-keliling-dunia-pakai-riset-ai-palsu
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-26T08:02:16Z'
published_at: '2026-05-26T08:02:16Z'
---

Ceritanya begini. Heboh di jagat maya, ada dugaan sejumlah orang di Indonesia ini bikin riset ilmiah abal-abal, pakai bantuan kecerdasan buatan alias AI, cuma demi dapetin travel grant buat jalan-jalan ke konferensi internasional. Udah bukan dokter, bukan perawat, bukan tenaga kesehatan apalah, tapi kok bisa dapat puluhan grant selama dua tiga tahun di bidang spesialis kedokteran semua? Ini bukan sekadar gosip, ini bikin geram! detikHealth

Yang bikin ngelus dada, salah satu terduga pelaku malah bangga pamer bio udah keliling ke 50 negara lebih, modalnya undangan kongres. "Traveling around the world with science | 57 Countries & Still Counting | Maths, BioMedicine, and CS." Gila, bro! Niatnya sih katanya buat nambah ilmu, tapi kok ujung-ujungnya jadi turis dadakan pakai ilmu palsu? Bayangkan, duit grant jutaan rupiah dari negara atau institusi lain, dipakai buat keliling dunia. Ini namanya ngerampok pakai kedok ilmu pengetahuan, lah!

Menanggapi heboh ini, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) angkat bicara. Prof Theddeus Octavianus Hari Prasetyono bilang, ini masuknya ranah etik dan integritas akademik, bukan langsung hukum, kecuali penyelenggara ilmiahnya yang bawa ke pengadilan. Alhasil, MGBKI malah lempar bola! Katanya, yang paling berwenang itu institusi akademik tempat si oknum 'ilmuwan' ini bernaung. Hah? Jadi, kalau ada yang ketahuan nyontek di kampus, kampusnya sendiri yang disuruh beresin? Terus kalau kampusnya diam aja gimana? MGBKI

Parahnya lagi, Prof Theddeus juga menyoroti 'kebobolan' dalam proses seleksi konferensi internasional. Kalau riset abal-abal itu beneran tembus sampai dipresentasi, berarti salinan papernya nggak cukup kuat buat deteksi riset yang tidak benar. Nah loh! Ini kan kayak maling masuk rumah orang, terus penjaganya bilang, 'Oh, ternyata malingnya pintar, bisa ngakalin kunci.' Ini bukan pujian, ini namanya kecolongan fatal!

Yang paling bikin tanda tanya besar, gimana ceritanya bisa dapat travel grant berkali-kali dalam waktu singkat tanpa kompetisi ketat? Prof Theddeus bilang, biasanya grant penelitian itu susah banget didapat, seleksinya ketat, kuotanya terbatas. Kalau ada yang bisa pergi berpuluh-puluh kali dalam setahun, ya tentu jadi pertanyaan besar. Ini bukan cuma soal keliling dunia, ini soal kepercayaan publik terhadap dunia riset kedokteran kita yang lagi-lagi dicoreng sama oknum-oknum licik. detikHealth

Jadi gini, bro. Kalo udah ketahuan bikin riset palsu, terus keliling dunia, dan institusi cuma bisa bilang 'itu urusan etik', ya sama aja bohong. Ujung-ujungnya, orang awam makin nggak percaya sama dunia sains. Habis sudah integritas akademik kita kalau kayak gini terus. Mana ada cerita begini berakhir baik.

---
**Sumber:** [detikHealth](https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8505526/viral-dugaan-riset-kedokteran-palsu-demi-travel-grant-ke-ln-mgbki-angkat-bicara)
