---
id: 6xOeJhXXuDi2
cluster_id: WRI9pl-qXUFh
title: Bos Gizi Nasional dan Wamen Imigrasi Kena Grebek! Duit Triliunan dan Milyaran
  Lenyap!
slug: bos-gizi-nasional-dan-wamen-imigrasi-kena-grebek-duit-triliunan-dan-milyaran-lenyap
excerpt: Gilanya, dua institusi negara yang seharusnya melayani rakyat malah jadi
  ajang korupsi triliunan! Bekas Kepala Badan Gizi Nasional dan Wamen Imigrasi dicokok
  Kejaksaan dan KPK gara-gara menggelembungkan dana dan jual beli izin. Ini namanya
  'corruption by greed' tingkat dewa!
category: korupsi
tags:
- korupsi
- Badan Gizi Nasional
- Kementerian Imigrasi
- KPK
- Kejaksaan Agung
- Silmy Karim
- Dadan Hindayana
- tindak pidana korupsi
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/negeri-yang-tamak-korupsi
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/d1OHFgHhFUSgiMfpLDNPqaF8Eck=/1024x576/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/03/bfdf43d817ce9119e62f7c753c133fd6-WhatsApp_Image_2026_06_03_at_18.05.17.jpeg
meta_title: 'Korupsi Triliunan di BGN & Imigrasi: Bos Dicokok, Duit Lenyap!'
meta_description: Gawat! Bos Badan Gizi Nasional dan Wamen Imigrasi dicokok KPK &
  Kejaksaan terkait korupsi triliunan dan milyaran. Modus 'corruption by greed' merajalela!
canonical_url: https://berita.media/bos-gizi-nasional-dan-wamen-imigrasi-kena-grebek-duit-triliunan-dan-milyaran-lenyap
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-06T02:01:38Z'
published_at: '2026-06-06T02:01:38Z'
---

Ceritanya begini. Negeri ini ternyata makin merajalela ulah para tikus berdasi! Belum juga kita kering air mata melihat stunting anak, eh, Badan Gizi Nasional malah sibuk menggelembungkan dana pengadaan barang dan jasa. Gilanya, nilainya sampai triliunan rupiah! Sumber kita dari Kompas.id melaporkan, bekas Kepala BGN, Dadan Hindayana, bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu lalu.

Yang bikin geram, modus korupsinya bukan kaleng-kaleng. Mereka tidak hanya menggelembungkan dana pengadaan, tapi juga main suap jual beli izin satuan pelayanan pemenuhan gizi. Konon, sehari bisa jutaan rupiah masuk kantong. Ini yang disebut para ahli sebagai 'corruption by greed' – rakus sampai tujuh turunan nggak habis kekayaannya. Kompas.id

Eh, tapi jangan kira cuma di Badan Gizi saja! Seminggu kemudian, giliran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang jadi sorotan. Wakil Menteri Imigrasi, Silmy Karim, ikut dicokok KPK! Kasusnya sama, dugaan pemerasan izin tinggal warga negara asing. Bayangkan, dari tahun 2022 sampai sekarang, para pejabat di sana diduga sudah menerima duit hasil pemerasan sampai Rp 145,5 miliar! Mirisnya, ini cuma dari izin tinggal WNA. Kompas.id

Dan ini bukan kasus baru, lho! Ingat mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer yang baru divonis 4,5 tahun gara-gara terima suap? Pelakunya sama, orang-orang yang pegang izin dan wewenang. Memang banyak pejabat kita yang cenderung menyelewengkan kekuasaan demi keuntungan pribadi. Entah itu suap untuk percepatan izin, atau jatah dari hasil pemerasan.

Parahnya, melihat daftar panjang kasus korupsi ini, rasanya negeri ini dihuni oleh elite yang memang enggan memberantas korupsi. Ada yang malah memaklumi, katanya sebagai pelicin pembangunan. Celakanya, para elite ini seolah berlomba mencari celah untuk korupsi. Padahal, reformasi 1998 sudah menggulingkan rezim Orde Baru gara-gara KKN, tapi kok kasusnya masih berulang, berulang, dan berulang lagi? Kompas.id

Jadi, mau sampai kapan kita hidup di negeri yang dikuasai para koruptor tamak ini? Negeri ini butuh pemimpin yang berani grebek, bukan malah jadi biang keroknya. Kita lihat saja, apakah kali ini ada keadilan hakiki atau hanya drama sesaat.

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/negeri-yang-tamak-korupsi)
