---
id: 9u6xyCbNFSZw
cluster_id: gN29ultAXTtw
title: Bos Tambang Ilegal Aseng Diringkus, Pejabat Pemberi Izin Malah Ngumpet!
slug: bos-tambang-ilegal-aseng-diringkus-pejabat-pemberi-izin-malah-ngumpet
excerpt: Aseng sang bos tambang ilegal PT QSS diringkus Kejaksaan Agung. Tapi Saut
  Situmorang, eks pimpinan KPK, geram — tak mungkin Aseng main sendiri! Pejabat pemberi
  izin dan oknum pelindung harusnya ikut diganyang habis!
category: korupsi
tags:
- korupsi
- tambang ilegal
- Aseng
- Saut Situmorang
- Kejaksaan Agung
source_urls:
- https://www.suara.com/news/2026/05/28/172210/aseng-tak-mungkin-main-sendiri-eks-pimpinan-kpk-minta-jaksa-kejar-pejabat-pemberi-izin
source_names:
- Suara.com
image_url: https://media.suara.com/pictures/970x544/2025/08/13/50862-mantan-wakil-ketua-kpk-saut-situmorang-dan-mantan-ketua-kpk-abraham-samad.jpg
meta_title: 'Eks Pimpinan KPK: Aseng & Pemberi Izin Harus Diusut Tuntas!'
meta_description: Bos tambang ilegal Aseng jadi tersangka. Tapi, eks pimpinan KPK
  Saut Situmorang mendesak Kejaksaan Agung usut tuntas pejabat pemberi izin dan oknum
  pelindung!
canonical_url: https://berita.media/bos-tambang-ilegal-aseng-diringkus-pejabat-pemberi-izin-malah-ngumpet
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-28T11:02:37Z'
published_at: '2026-05-28T11:02:37Z'
---

Ceritanya begini. Kejaksaan Agung sudah menetapkan satu tersangka, Sudianto alias Aseng, bos tambang ilegal PT QSS di Kalimantan Barat. Tapi eh, tapi, mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang, langsung angkat suara dengan nada menggelegar. Ia yakin, kasus ini nggak mungkin cuma mentok di satu orang! Gila nggak sih?

Saut Situmorang membeberkan, kalau urusannya soal perizinan, sudah pasti ada pihak lain yang terlibat. "Melihat dari konstruksinya, kalau perizinan pasti ada kaitannya dengan pemberi izin. Jadi tidak mungkin hanya tersangka tunggal Aseng saja," tegasnya kepada wartawan. Nah lho! Berarti ini cuma awal dari drama panjang. Siapa yang ngasih izin? Siapa yang jadi beking? Ini yang bikin penasaran.

Yang bikin geram, praktik perbedaan lokasi tambang dengan izin itu sudah jadi rahasia umum. Kata Saut, "Praktik lokasi tambang beda dengan lokasi izin memang sudah umum terjadi, tidak cocok izin dan lapangan." Jadi tambang ilegalnya nekat jalan terus karena ada celah perizinan. Nah, aparatur penegak hukum harusnya bukan cuma ngejar si Aseng, tapi juga harus berani mengusut tuntas siapa pejabat di balik layar yang ngeluarin izin buta itu. Soalnya, kalau pebisnis kan memang nalurinya cari untung, tapi pejabatnya ini yang punya niat jahat atau bagaimana?

Saut menambahkan, pada tahun 2016 lalu, kewenangan perizinan tambang ini masih dalam masa transisi, antara pemerintah pusat dan daerah. Jadi, penyidik harus benar-benar mendalami siapa yang punya wewenang saat izin itu diterbitkan. "Tinggal dilihat siapa yang berniat jahat," ujarnya lagi. Parahnya lagi, Saut juga mengingatkan agar penyidik tidak lupa mengejar oknum pelindung. Instruksi Presiden Prabowo Subianto kan jelas: berantas korupsi sampai akar-akarnya, termasuk para bekingnya!

Jadi, Kejagung nggak boleh main aman. Harusnya kasus ini dituntaskan dari hulu ke hilir, nggak cuma nangkep pemain di lapangan. Karena seperti kata Saut, ini semua berkaitan dengan siapa yang memberi izin. Jangan sampai rakyat cuma bisa geleng-geleng kepala lihat pejabatnya aman, sementara yang kecil-kecil yang kena getahnya. Suara.com, Kompas

---
**Sumber:** [Suara.com](https://www.suara.com/news/2026/05/28/172210/aseng-tak-mungkin-main-sendiri-eks-pimpinan-kpk-minta-jaksa-kejar-pejabat-pemberi-izin)
