---
id: UyXrVEcVT3mi
cluster_id: nANX5HHamFwA
title: Budaya Sekolah Tercemar! Siswa SD-SMP Dikeroyok Perundungan dan Pelecehan!
slug: budaya-sekolah-tercemar-siswa-sd-smp-dikeroyok-perundungan-dan-pelecehan
excerpt: Gila, ternyata sekolah bukan cuma soal belajar! Data terbaru membuktikan
  mayoritas siswa SD dan SMP terancam jadi korban perundungan dan kekerasan seksual,
  kok bisa normalisasi beginian masih merajalela di dunia pendidikan? Inilah fakta
  mengejutkan yang terungkap lewat RUU Sisdiknas dan penelitian UI!
category: bullying
tags:
- bullying
- kekerasan sekolah
- RUU Sisdiknas
- pendidikan
- anak
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/masih-kuat-normalisasi-dan-bias-kekerasan-di-sekolah
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/pIe7PVyEHhrZKxLj_xGY0GL54-8=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/10/09/6d021a16d7433af8db1d74dfb0a42183-FAK_3911.jpg
meta_title: Bullying & Kekerasan Seksual di Sekolah Ancam Jutaan Siswa!
meta_description: 'Data mengejutkan: 36% siswa SD-SMP rentan bullying, 34% ancam kekerasan
  seksual. Normalisasi kekerasan masih merajalela, RUU Sisdiknas jadi harapan.'
canonical_url: https://berita.media/budaya-sekolah-tercemar-siswa-sd-smp-dikeroyok-perundungan-dan-pelecehan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-12T17:01:24Z'
published_at: '2026-08-12T17:01:24Z'
---

ALHASIL, sekolah yang seharusnya jadi tempat aman malah jadi medan laga penuh ancaman bagi anak-anak kita! Siapa sangka, jutaan siswa SD dan SMP di Indonesia terancam jadi korban perundungan dan kekerasan seksual. Data mengejutkan dari Kemendikdasmen tahun 2022 mengungkap fakta pahit: sekitar 36 persen siswa SD dan SMP berisiko mengalami perundungan, sementara 34 persen lainnya terancam kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Lah gimana tidak ngeri, bro! Kompas.id

Yang bikin geram, ternyata kekerasan ini banyak yang dinormalisasi. Penelitian dari Puskapa Universitas Indonesia yang dirilis Juni 2026, bertajuk 'Memberdayakan Sekolah sebagai Garda Terdepan', menemukan fakta miris bahwa banyak tindakan yang seharusnya jadi perhatian malah dianggap biasa saja. Kesenjangan tata kelola, norma budaya yang salah kaprah, keterbatasan sumber daya, sampai sisa-sisa konflik di masyarakat turut jadi biang keroknya. Parahnya, penelitian yang dilakukan di Aceh, Tangerang, dan Maluku selama dua tahun ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, sampai pejabat daerah, tapi hasilnya tetap saja begini! Kompas.id

EH, tapi jangan buru-buru pesimis dulu. Meski potretnya kelam, penelitian itu juga menangkap secercah harapan. Ada ketangguhan kepemimpinan yang mulai tumbuh di garis depan sekolah, serta komitmen kuat untuk berubah. Ternyata, sekolah aman itu bukan cuma soal absennya kekerasan fisik semata, tapi juga tentang tumbuhnya relasi sosial yang saling menghargai, praktik pembelajaran yang benar-benar merangkul semua anak, serta keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat. Nah ini dia! Ini yang harus digalakkan habis-habisan biar tercipta ekosistem sekolah yang kondusif beneran. Kompas.id

PARAHNYA lagi, persoalan kekerasan di sekolah ini nggak bisa cuma dilihat dari sisi individu atau pelanggaran prosedur doang. Ini masalah berlapis, bro! Budaya sekolah yang toksik, kapasitas guru yang belum memadai, tata kelola lembaga yang tumpang tindih, relasi gender yang timpang, kondisi sosial ekonomi yang memprihatinkan, sampai jejak sejarah masyarakat pascakonflik, semuanya punya andil besar bikin kekerasan terus terjadi. Makanya, urusan ini harus ditangani secara komprehensif, bukan cuma tambal sulam. Kompas.id

Komisi X DPR saja mulai bergerak, bro! Ketua Panitia Kerja RUU Sisdiknas, Hetifah Sjaifudian, membeberkan bahwa draf RUU Sisdiknas inisiatif DPR sudah memuat bab khusus soal pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan. Tujuannya jelas, biar lingkungan pendidikan kita jadi ramah, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan buat semua warga sekolah. Ini langkah penting, tapi tetap saja tantangan di lapangan masih berat mengingat ada sekitar 53 juta anak yang jadi peserta didik. Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/masih-kuat-normalisasi-dan-bias-kekerasan-di-sekolah)
