---
id: hR0J7Hu2o_-u
cluster_id: uhir1FS8d_l7
title: BUMN Dihantam Kritik Pedas, Jangan Cuma Kejar Laba, Pelayan Rakyat!
slug: bumn-dihantam-kritik-pedas-jangan-cuma-kejar-laba-pelayan-rakyat
excerpt: Ekonom Defiyan Cori berang! Amanat konstitusi melarang BUMN jadi mesin pencetak
  uang. Gilanya, pelayanan rakyat malah terabaikan demi cuan. Alhasil, BUMN harusnya
  'melayani', bukan 'menggasak'!
category: BUMN
tags:
- BUMN
- Ekonomi
- Pemerintah
- Defiyan Cori
- Pelayanan Publik
source_urls:
- https://www.jpnn.com/news/puji-komitmen-asta-cita-prabowo-defiyan-bumn-jangan-terjebak-orientasi-laba
source_names:
- JPNN.com
image_url: https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/normal/2017/04/23/84b21b0ad2ea362fdbfd4e9eaf301ad3.jpg
meta_title: 'BUMN Ditegur Keras: Prioritaskan Pelayanan, Bukan Laba!'
meta_description: Ekonom Defiyan Cori mengkritik tajam BUMN yang dinilai terlalu fokus
  pada keuntungan. "BUMN harus melayani rakyat, bukan mengejar laba semata," tegasnya.
  Baca selengkapnya!
canonical_url: https://berita.media/bumn-dihantam-kritik-pedas-jangan-cuma-kejar-laba-pelayan-rakyat
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-30T17:02:27Z'
published_at: '2026-07-30T17:02:27Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih kabar yang bikin geleng-geleng kepala soal BUMN kita. Ada ekonom kawakan, namanya Defiyan Cori, yang gregetan banget ngelihat kelakuan BUMN sekarang. Dia bilang, jangan sampai BUMN ini terperangkap jadi mesin ATM yang cuma mikirin untung doang. Salah besar itu, bung! 

Parahnya, Defiyan nyamber soal amanat konstitusi yang jelas-jelas bilang BUMN itu hadir buat ngelayanin rakyat, bukan sekadar buat ngejar laba setinggi langit. Eh, tapi gimana, ada aja yang malah keblinger, lebih mentingin duit daripada kebutuhan wong cilik. Naudzubillah minzalik! Justru Pasal 33 UUD 1945 itu mandatnya kuat, negara itu menguasai cabang-cabang produksi yang vital buat hajat hidup orang banyak, dan itu pelaksanaannya ya lewat BUMN itu. Tapi malah dipelintir kayak ulur-uluran! JPNN.com

Yang bikin geram, ukuran sukses BUMN itu kata Defiyan mestinya bukan cuma soal berapa banyak untungnya. Lebih penting itu sejauh mana perusahaan plat merah ini beneran bisa ngangkat kesejahteraan masyarakat. Jangan mentang-mentang punya modal gede, jadi seenaknya sendiri. Laba itu cuma bonus dari pelayanan, bukan tujuan utama! Mau rugi dikit asal wajar demi rakyat, itu baru namanya BUMN yang berkelas. Jangan malah pontang-panting ngejar setoran doang, rakyat diabaikan. Ujung-ujungnya siapa yang dirugikan? Ya rakyat kecil ini, lagi-lagi! JPNN.com

Habis sudah, Defiyan juga ngorek-ngorek model pengelolaan zaman Orba. Dulu itu, ada namanya Perjan yang fokusnya murni buat pelayanan, nggak mikirin untung sama sekali. Terus ada Perum, yang lumayan ada dua fungsi: pelayanan publik dan laba, tapi masih ada toleransi kalau rugi. Ini nih, model yang kayaknya sekarang udah dilupakan. Malah yang ada sekarang kayaknya cuma mikirin profit doang, layanan malah anjlok. Gilanya, di tengah anjloknya pelayanan, malah ada kasus korupsi yang bikin BUMN makin babak belur. Sungguh sebuah ironi yang menyakitkan, bro!

Jadi jelas ya, bro, keluhan Defiyan ini bukan tanpa dasar. Dia itu ngasih peringatan keras biar BUMN jangan sampai kebablasan. Fokusnya harusnya ke rakyat, bukan ke pundi-pundi laba pribadi para petingginya. Semoga aja ada yang nyadar dan beneran berbenah. Kalau tidak, habis sudah cerita manis BUMN di mata rakyat. JPNN.com

---
**Sumber:** [JPNN.com](https://www.jpnn.com/news/puji-komitmen-asta-cita-prabowo-defiyan-bumn-jangan-terjebak-orientasi-laba)
