---
id: ZWkIfM4tmGlh
cluster_id: szl3kntfRsST
title: BUMN Ekspor Dibentuk! China-Arab Sudah Duluan, Kita Kapan?
slug: bumn-ekspor-dibentuk-china-arab-sudah-duluan-kita-kapan
excerpt: DPR ngomongin BUMN ekspor baru, PT DSI. Tapi jangan seneng dulu, kata Nurdin
  Halid, China dan Arab Saudi sudah lama punya perusahaan negara buat jagal komoditas.
  Ini bukan soal monopoli, tapi soal kedaulatan ekonomi yang entah kapan kita rasakan
  sepenuhnya.
category: BUMN
tags:
- BUMN
- DPR
- Ekspor
- PT DSI
- Nurdin Halid
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/05/31/15033551/pt-dsi-jadi-bumn-khusus-ekspor-anggota-dpr-singgung-china-arab-sudah-punya
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/MMnRUIr8GPmqhL0B_SeptIzKspY=/336x18:1740x954/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2025/05/26/6833f699975e9.jpeg
meta_title: BUMN Ekspor DSI Dibentuk, DPR Ingatkan China-Arab Sudah Duluan
meta_description: DPR nilai pembentukan BUMN ekspor PT DSI penting, namun mengingatkan
  negara seperti China dan Arab Saudi sudah punya instrumen serupa lebih dulu.
canonical_url: https://berita.media/bumn-ekspor-dibentuk-china-arab-sudah-duluan-kita-kapan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-31T14:02:53Z'
published_at: '2026-05-31T14:02:53Z'
---

Ceritanya begini. Indonesia baru saja resmi membentuk BUMN baru yang konon katanya super canggih, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), buat khusus ngurusin ekspor. Tapi, kok ya pas banget, Wakil Ketua Komisi VI DPR, Nurdin Halid, langsung nyamber! Gilanya, beliau malah ngingetin kalau ini bukan hal baru di dunia. China dan Arab Saudi, katanya, sudah punya pabrik negara buat garap komoditas strategis dari duluuuu. Nah lho!

Nurdin Halid ini punya pandangan begini, bro. Kata beliau, banyak negara itu nggak mau lepas tangan gitu aja sama komoditas strategisnya. Mereka bangun instrumen negara biar posisi tawarnya kuat di pasar internasional. Nggak kayak kita yang kayaknya masih main-main. Bayangin aja, Norwegia pakai perusahaan negara buat kekayaan minyaknya biar jadi kesejahteraan jangka panjang. Arab Saudi punya Aramco buat ngatur minyak nasionalnya dari hulu ke hilir. Chile punya Codelco buat urusan tembaga, China punya COFCO buat amankan pangan. Udah jelas kan, mereka nggak mau kecolongan dari pasar bebas.

Malah, Nurdin bilang, kita itu nggak perlu niru mentah-mentah. Tapi, intinya, negara itu harus hadir! Tapi ya harus profesional juga, jangan sampai perusahaan negara malah kalah saing sama swasta. Nah, ini yang bikin geram, Nurdin ini ngedukung banget pembentukan PT DSI ini. Katanya, ini jalan baru buat kedaulatan ekonomi kita, buat ngamanin devisa negara, biar nggak dicuri orang. Udah berapa triliun yang amblas gara-gara *under invoicing*? Katanya sih, Rp 15.400 triliun selama 34 tahun. Edan! Sumber: Kompas.com

PT DSI ini katanya bakal jadi benteng pertahanan terakhir buat ngawasin ekspor kita. Biar datanya valid, biar praktik *trade mis-invoicing* itu lenyap. Buat apa? Ya buat sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, dong! Tapi pertanyaannya, kapan kita beneran bisa merasakannya? Apakah DSI ini beneran bisa jadi solusi atau cuma ganti baju doang? China dan Arab Saudi udah jauh di depan, kita masih baru mau mulai lari. Celakanya, modal kita besar, SDA kita melimpah, tapi kok ya kayaknya rejeki kita selalu dipotong di jalan. Semoga aja DSI ini bukan cuma wacana. Sumber: Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/05/31/15033551/pt-dsi-jadi-bumn-khusus-ekspor-anggota-dpr-singgung-china-arab-sudah-punya)
