---
id: 1ihsbhtoLaHk
cluster_id: IVzztRHBj93M
title: BUMN Ekspor DSI Dibentuk, Ekonom Bilang ‘Blunder’! Rupiah Makin Anjlok!
slug: bumn-ekspor-dsi-dibentuk-ekonom-bilang-blunder-rupiah-makin-anjlok
excerpt: Pemerintah bikin PT DSI, badan usaha ekspor baru. Tapi Ekonom Senior Wijayanto
  Samirin langsung nimbrung, bilang ini ‘blunder’ besar! Di tengah rupiah terkapar
  dan global tak pasti, kok malah bikin kebijakan tanpa konsep jelas? Kompas.com
category: BUMN
tags:
- BUMN
- Ekonomi
- PT DSI
- Rupiah
- Kebijakan Pemerintah
source_urls:
- https://money.kompas.com/read/2026/05/29/104900026/pembentukan-bumn-ekspor-pt-dsi-disorot-ekonom--waktunya-tidak-tepat
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/C2vtHpZn8oRWg_64c_yg3UKdK3Y=/157x0:1000x562/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815e7ef28.png,0,-0,1)/data/photo/2023/10/12/6527b753ec2de.jpg
meta_title: 'BUMN Ekspor DSI Dibuat, Ekonom: Ini ''Blunder''! Rupiah Makin Tertekan!'
meta_description: Pemerintah bentuk BUMN ekspor PT DSI, tapi Ekonom Wijayanto Samirin
  nilai ini 'blunder' fatal di tengah rupiah melemah. Konsep tak jelas, modal tak
  pasti, jadi polemik.
canonical_url: https://berita.media/bumn-ekspor-dsi-dibentuk-ekonom-bilang-blunder-rupiah-makin-anjlok
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-29T11:03:10Z'
published_at: '2026-05-29T11:03:10Z'
---

Ceritanya begini. Pemerintah kita tercinta bikin badan usaha baru lagi, namanya PT Danantara Sumberdaya Indonesia alias PT DSI. Katanya sih buat dorong ekspor. Tapi Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, langsung pasang muka masam. Menurutnya, ini bukan sekadar salah waktu, tapi sebuah ‘blunder’ besar yang bikin ketidakpastian makin menjadi-jadi. Kompas.com

Yang bikin gemes, pengumumannya itu loh! Tanpa konsep yang jelas, tanpa matang. Sampai para menterinya pun gagap kalau ditanya. Ibarat mau masak, bumbu belum siap, wajan masih dingin, eh tahu-tahu udah pamer masakan ke tetangga. Wijayanto bilang, idealnya kebijakan itu diumumkan kalau semua udah siap, mulai dari konsep operasional, aturan main, sampai urusan bisnisnya. Jangan bikin pasar gempar dengan ketidakjelasan, apalagi di saat rupiah lagi terkapar dan semua orang was-was soal kepastian hukum. Kompas.com

Nah ini dia yang bikin geram. Pengumuman DSI ini datang di saat yang paling tidak pas. Rupiah lagi tertekan, mata investor melirik waspada, eh malah disodori berita baru yang bikin kening berkerut. Konsepnya? PT DSI ini katanya mau beli komoditas dari produsen lokal terus diekspor lagi. Kedengarannya simpel, tapi Wijayanto punya pandangan lain. Model bisnis kayak gini, katanya, bakal susah banget dijalankan. Rantai perdagangan komoditas itu rumit, bro! Ada ratusan produsen dengan variasi produk beda-beda, ribuan pembeli dengan kontrak yang juga nggak kalah beda. Percaya deh, PT DSI bakal kewalahan ngurusin semuanya. Kompas.com

Belum lagi ngomongin soal logistik, asuransi, sampai modal kerja. Wijayanto ngitung-ngitung, buat ngekspor tiga komoditas utama macam batu bara, CPO, dan ferro alloy aja, butuh modal Rp 250 triliun sampai Rp 330 triliun per tahun! Lah, duit segitu banyaknya dari mana? Ekspor tiga komoditas itu aja nilainya Rp 1.100 triliun per tahun. Pemerintah jangan mimpi kali ah kalau nggak jelas sumber dananya. Kompas.com

Terus, soal kepercayaan pelaku usaha global. Selama ini, kata Wijayanto, banyak importir lebih milih transaksi lewat Singapura karena dianggap lebih pasti hukumnya. Jangan-jangan, PT DSI ini nanti malah perlu bikin perantara di Singapura juga. Konyol kan? Udah bikin badan baru, eh malah butuh perantara negara lain. Gilanya lagi, pemerintah sesumbar DSI bisa bikin rupiah jadi Rp 16.900 per dolar AS. Mimpi kali ye? Kompas.com

Habis sudah. Kebijakan yang telat waktu, konsep yang dangkal, dan modal yang entah dari mana. Ini bukan penyelamat rupiah, tapi malah potensi bikin masalah baru. Rakyat sudah menanggung beban, pemerintah malah menambah beban pikiran dengan kebijakan yang nggak matang. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://money.kompas.com/read/2026/05/29/104900026/pembentukan-bumn-ekspor-pt-dsi-disorot-ekonom--waktunya-tidak-tepat)
