---
id: c2jpiwKmbNak
cluster_id: 2lxs-EfC40bA
title: Bupati Pekalongan 'Politik Outsourcing'! Gaji Staf Dijadikan Duit Kampanye!
slug: bupati-pekalongan-politik-outsourcing-gaji-staf-dijadikan-duit-kampanye
excerpt: Gilanya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq diringkus KPK karena praktik 'politik
  outsourcing'. Gaji puluhan staf outsourcing di perusahaan keluarganya disikat habis
  demi kampanye Pilkada. Uang rakyat dibawa-bawa ke ranah pribadi!
category: politik
tags:
- KPK
- Bupati Pekalongan
- Fadia Arafiq
- Korupsi
- Politik Outsourcing
- Pilkada
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8509358/kpk-bongkar-modus-politik-outsourcing-bupati-fadia-untuk-menang-pilkada
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/03/13/bupati-pekalongan-nonaktif-fadia-arafiq-1773394632795_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Pakai Gaji Outsourcing untuk Kampanye'
meta_description: KPK bongkar modus 'politik outsourcing' Bupati Pekalongan Fadia
  Arafiq. Gaji staf outsourcing di perusahaan keluarga Fadia dikuras habis demi Pilkada.
  Cek kronologi lengkapnya!
canonical_url: https://berita.media/bupati-pekalongan-politik-outsourcing-gaji-staf-dijadikan-duit-kampanye
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-29T08:03:23Z'
published_at: '2026-05-29T08:03:23Z'
---

Ceritanya begini. Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, bukan cuma meraup untung dari perusahaan keluarganya. Tapi, justru memanfaatkan pegawai staf outsourcing di perusahaannya itu untuk mengeruk suara di Pilkada. Parahnya lagi, ketergantungan pekerjaan para staf outsourcing ini dijadikan alat politik yang keji. Benar-benar memanfaatkan celah kecil untuk kepentingan pribadi, yang kemudian merugikan banyak pihak. detikNews.

Jubir KPK, Budi Prasetyo, buka suara soal modus biadab ini. Katanya, Fadia ini punya kuasa penuh mengendalikan pemilihan staf outsourcing. Nah, hak pilih yang dipegang erat itu jadi senjata ampuh buat mengarahkan para staf buat nyoblos dirinya. Bayangkan, nasib pekerjaan mereka dikendalikan demi suara di bilik pemilihan. Sungguh sebuah ironi yang menyakitkan bagi para pekerja. detikNews.

Yang bikin geram, temuan intervensi politik ini akan didalami KPK lebih lanjut. Ini bukan sekadar masalah sepele, tapi kajian serius soal penyalahgunaan kekuasaan di sektor publik. Setiap fakta yang mengarah pada dukungan politik berbasis proyek dan pekerjaan akan dibongkar tuntas. KPK menegaskan tidak akan tinggal diam melihat para pejabat bermain api dengan uang rakyat dan hak-hak pekerja. detikNews.

Kronologinya makin terbuka: Fadia diduga memerintahkan perangkat daerah untuk memenangkan perusahaan keluarganya dalam tender jasa outsourcing. Alhasil, perusahaan yang katanya milik keluarga Fadia ini berhasil menggondol duit Rp 46 miliar sejak 2023 hingga 2026. Dan puncaknya? Uang itu dibagi-bagikan. Fadia Arafiq dapat Rp 5,5 miliar, suaminya Rp 1,1 miliar, direktur perusahaan Rp 2,3 miliar, dua anaknya masing-masing Rp 4,6 miliar dan Rp 2,5 miliar, plus Rp 3 miliar ditarik tunai. Amblas semua! detikNews.

Kini, Fadia sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan harus merasakan dinginnya sel tahanan KPK. Dia dijerat pasal berlapis, mulai dari Pasal 12 huruf i sampai Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dan bukan main, KPK sudah menyita beberapa mobil mewah dari rumah dinasnya, termasuk Wuling Air EV, Mitsubishi Xpander, Toyota Camry, Toyota Fortuner, sampai Toyota Vellfire. Mobil-mobil itu diduga dibeli dari hasil korupsi. Sungguh pemandangan yang memuakkan. detikNews.

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8509358/kpk-bongkar-modus-politik-outsourcing-bupati-fadia-untuk-menang-pilkada)
