---
id: BWl9WgrJWbJn
cluster_id: jHOjEkJvDgxi
title: BUZZER POLITIK DI AMERIKA DIBURU DENDA GILA-GILAAN!
slug: buzzer-politik-di-amerika-diburu-denda-gila-gilaan
excerpt: Pemain 'bola' politik di Amerika Serikat kini terancam bangkrut! Negara Bagian
  California mengancam menghajar para buzzer dan influencer dengan denda hingga 5.000
  dolar AS kalau berani main mata dengan klien politik tanpa lapor. Aturan baru ini
  bikin para pendengung yang suka 'main api' gelisah bukan kepalang.
category: politik
tags:
- buzzer politik
- Amerika Serikat
- California
- denda
- influencer
- kampanye politik
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/denda-bagi-buzzer-as-yang-tak-mengaku-terima-uang-politisi
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/1-P0qTKEyfO3f5SalB3mS4UBlow=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/08/08/a0269c281bf5a999d2a87dc4bc30eeae-Election_2026_Michigan_Senate_2.jpg
meta_title: Denda Buzzer Politik di AS Bikin Gempar!
meta_description: California ancam denda ribuan dolar bagi buzzer politik yang tak
  transparan. Pemilu AS makin panas, pemain bayaran siap-siap 'keok'!
canonical_url: https://berita.media/buzzer-politik-di-amerika-diburu-denda-gila-gilaan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-09T05:02:17Z'
published_at: '2026-08-09T05:02:17Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Di Negeri Paman Sam sana, tepatnya di California, para buzzer dan influencer yang biasa main di 'panggung' politik bakal disikat habis kalau nekat!,

Amerika Serikat, khususnya Negara Bagian California, tak lagi main-main dengan 'pemain' media sosial yang terlibat politik. Siapa pun yang kedapatan menerima bayaran dari politisi untuk mempromosikan konten politik tanpa mengaku, siap-siap saja kena hajar denda. Besarnya? Sampai 5.000 dolar AS, atau sekitar Rp 75 juta! Ini jelas bikin para pendengung bayaran gemetar hebat, karena kini pengungkapan klien politik bukan lagi pilihan, melainkan ancaman hukuman, Kompas.id. Yang bikin geram, kampanye politik makin gila-gilaan pakai jasa mereka, bikin konten seolah opini pribadi padahal dibayar mahal,

Sebenarnya, aturan soal pengungkapan bayaran politik ini sudah ada sejak tahun lalu, tapi penegakannya susahnya minta ampun, bos! Badan Pengawas Pemilu di sana harus bersusah payah dapat perintah pengadilan dulu untuk memaksa para buzzer buka suara soal bayaran. Prosesnya bisa berbulan-bulan, bikin para pelanggar bebas berkeliaran. Maka, Marc Berman, anggota DPRD California, gerah melihat ini. Ia langsung mengusulkan peraturan daerah baru yang memberi kewenangan 'penjaga pemilu' untuk langsung menjatuhkan denda. 'Pemilih berhak tahu siapa yang bayar untuk pesan yang mereka lihat,' tegas Berman, seperti dikutip Kompas.id. Nah ini dia, aturan makin ketat, siapa yang berani main api kini siap-siap terbakar habis,

Usulan Berman datang di saat pemilu di AS makin memanas, termasuk di California yang bakal memilih gubernur. Di internal partai saja, para 'pemain' buzzeer sudah mulai beraksi. Salah satunya Shaka Smith, yang punya pengikut segudang di Instagram, ikut jadi 'corong' politik. Ia terang-terangan mendukung Tom Steyer dengan kalimat-kalimat bernas: 'Biaya layanan kesehatan seharusnya tidak membuat Anda bangkrut...' dan sederet keluhan rakyat kecil lainnya, yang ujung-ujungnya mengarahkan dukungan ke Steyer, Kompas.id. Smith sendiri mengaku dua iklan politiknya dibayar ribuan dolar AS. Ia meniru temannya yang lebih dulu sukses dapat bayaran dari kampanye media sosial. Menurut Smith, pengikutnya sangat percaya padanya, jadi dukungannya punya kekuatan luar biasa,

Sayangnya, cerita Steyer ini berakhir tragis. Meski sudah menghabiskan 215 juta dolar AS dari kantong pribadinya untuk kampanye, ia malah gagal dapat tiket gubernur. Parahnya, Steyer justru dikritik keras karena diduga mengerahkan banyak buzzer untuk mendongkrak popularitasnya. Badan Pengawas Pemilu pun langsung bergerak, menyelidiki siapa saja buzzer yang dibayar oleh Steyer maupun politisi lain. Ini membuat buzzer lain seperti Dustin Torreverde jadi resah. Ia ngaku belum pernah dibayar untuk unggahan politik, tapi aturan baru Berman dinilai tidak adil baginya. 'Banyak dari kami termasuk pembuat konten berskala kecil. Kalau kami kena sanksi d...', katanya mengeluh, seperti diberitakan Kompas.id. Wah, bakal jadi 'bom waktu' nih di Amerika!

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/denda-bagi-buzzer-as-yang-tak-mengaku-terima-uang-politisi)
