---
id: KOwzw1pA734A
cluster_id: KEmWDWt6XZzv
title: Cuan Tiongkok Rp52 Triliun Disambut Merah! China Mau Dominasi Ekonomi Digital
  RI?
slug: cuan-tiongkok-rp52-triliun-disambut-merah-china-mau-dominasi-ekonomi-digital-ri
excerpt: China bawa modal Rp52 triliun dan teknologi bikin RI "selangkah lebih maju",
  tapi jangan lupa, TikTok dan Alibaba sudah duluan nanam saham. Ini soal investasi,
  atau justru China mau gembosi ekonomi digital kita?
category: investasi
tags:
- investasi
- Tiongkok
- ekonomi digital
- CKGSB
- TikTok
- Alibaba
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/saatnya-gayung-bersambut-dari-negeri-tirai-bambu
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/Yxv0cmINqJEf1b27XLgXQIHA_8c=/1024x833/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/09/03/43b800ba4c64a794157a6cb942569a73-WhatsApp_Image_2025_09_03_at_17.19.04.jpeg
meta_title: 'Investasi China Rp52 T: Peluang atau Ancaman bagi Ekonomi Digital RI?'
meta_description: Tiongkok bawa modal besar ke Indonesia. Apakah ini peluang emas
  atau ancaman dominasi ekonomi digital? Cek analisis tajamnya di sini!
canonical_url: https://berita.media/cuan-tiongkok-rp52-triliun-disambut-merah-china-mau-dominasi-ekonomi-digital-ri
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-31T02:02:52Z'
published_at: '2026-05-31T02:02:52Z'
---

Ceritanya begini. Kemarin, di Jakarta, ada forum gede-gedean antara Indonesia dan Tiongkok. Namanya "Indonesia Maju: Ekonomi Digital dan Peluang Industri Regional Baru di Era Kecerdasan Buatan." Dihadiri Dubes RI buat China, menteri sana-sini, sampai Kadin. Semuanya ngumpul buat ngomongin "Investasi" kata mereka. Tapi kok ya, namanya China, bawa duitnya segambreng: 20 miliar yuan, atau kalau dirupiahin, Rp52,79 triliun! Gilanya, ini bukan duit buat nolong gratisan, ini buat "menguatkan peran" di pasar Indonesia, begitu kata Ketua Asosiasi Alumni CKGSB, Cheng Chenfeng. Kompas.id

Nah, para alumni sekolah bisnis top China itu—CKGSB—sudah nanam lebih dari 100 perusahaan di sini. Udah kenal kan sama TikTok, yang sekarang jadi pemilik saham mayoritas Tokopedia? Sama Alibaba, yang gak kalah bekennya. Belum lagi J&T Express, Gotion Indonesia, sampai Well Harvest Winning Alumina Refinery. Mereka ini semua katanya "alumni CKGSB". Ini beneran mau bangun ekonomi bareng, apa mau jadi tuan rumah di negeri sendiri? Kompas.id

Yang bikin greget, Cheng bilang, Indonesia itu "tujuan strategis" buat perusahaan China yang lagi "mengarah pada globalisasi". Kata kuncinya jelas: globalisasi ala China! Mereka siap gelontorkan modal dan teknologi, tapi jangan harap cuma dikasih resep. Ini soal transfer teknologi, pengembangan talenta lokal, dan bikin rantai pasok yang "berbasis lokal"—tapi siapa yang pegang kendali? Alhasil, lapangan kerja katanya bakal tercipta, ekonomi regional bakal tumbuh. Tapi kalau makin banyak perusahaan raksasa China yang ngeruk untung di sini, apa rakyat kecil masih kebagian kue? Kompas.id

Parahnya lagi, mereka gak cuma nawarin duit. Mereka nawarin "pendidikan" juga. Ngajak elite bisnis Indonesia belajar di CKGSB. Katanya sih biar "menumbuhkan pemahaman melalui pertukaran". Ini modus baru apa gimana? Kita diajarin biar ngerti cara mereka main, terus nanti kita yang malah jadi korban? Ini bukan soal investasi semata, tapi soal kedaulatan ekonomi digital kita. "Gayung bersambut" kata Kompas.id. Tapi bersambutnya ke arah mana, itu yang jadi pertanyaan besar. Kompas.id

Jadi, investasi triliunan rupiah ini beneran bikin Indonesia "maju" atau justru malah makin terjerat dalam jaring ekonomi Tiongkok? Kita lihat saja nanti. Yang jelas, kemaren itu bukan cuma forum bisnis, tapi panggung awal dominasi ekonomi digital Negeri Tirai Bambu di Nusantara. Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/saatnya-gayung-bersambut-dari-negeri-tirai-bambu)
