---
id: H-h4VsCbTkwT
cluster_id: TWrlKT0zGbjt
title: Dana Kas Negara Pindah Haluan Dari BI Ke Bank BUMN, Ada Apa Ini?
slug: dana-kas-negara-pindah-haluan-dari-bi-ke-bank-bumn-ada-apa-ini
excerpt: Gila bro, Rp 281 triliun duit negara nyaris amblas keluar dari BI! Menteri
  Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belain kebijakan kontroversial ini, bilang buat dorong
  kredit. Tapi kok ya duit rakyat dititip ke bank swasta?
category: BUMN
tags:
- kas negara
- BUMN
- Purbaya Yudhi Sadewa
- Bank Indonesia
- Himbara
- likuiditas perbankan
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20260714131031-4-750689/di-depan-dpr-purbaya-jelaskan-tujuan-kas-negara-dititip-di-bank-bumn
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2026/07/14/menteri-keuangan-menkeu-purbaya-yudhi-sadewa-menyampaikan-pokok-pokok-tanggapan-pemerintah-terhadap-pandangan-fraksi-fraksi-dp-1784007403263_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: Duit Kas Negara Pindah Haluan, Dari BI ke Bank BUMN Bikin Heboh!
meta_description: Geger! Rp 281 triliun kas negara dipindahkan Purbaya dari BI ke
  bank BUMN. Buat dorong kredit? Rakyat cuma bisa gigit jari. Ada apa sebenarnya?
canonical_url: https://berita.media/dana-kas-negara-pindah-haluan-dari-bi-ke-bank-bumn-ada-apa-ini
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-14T17:03:24Z'
published_at: '2026-07-14T17:03:24Z'
---

Nah ini dia, Bro! Gara-gara likuiditas perbankan seret, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ngeluarin jurus jitu: dana Kas Negara yang tadinya anteng di Bank Indonesia, dipindahin ke bank-bank BUMN, alias Himbara! Gilanya lagi, totalnya Rp 281 triliun! Alhasil, duit rakyat ini katanya buat nge-gas pertumbuhan kredit biar sektor riil hidup. "Hal ini dilakukan melalui penempatan idle cash pemerintah di Bank Umum Mitra dengan bunga rendah sehingga dapat menurunkan cost of fund dari perbankan," ujar Purbaya di depan anggota dewan yang terhormat, bak penyanyi dangdut lagi ngumbar janji manis. Padahal, duit segitu kan harusnya buat negara, bukan buat 'titipan' yang bisa diputer-puter sama bank biar untung! CNBC Indonesia.

Yang bikin geram, kok ya kebijakan semacam ini baru kedengeran sekarang? Katanya sih, perbankan udah ngeluh kepengen likuiditasnya nambah gegara permintaan kredit lagi naik daun. Eh, tapi kok malah duit negara yang jadi korban? Wakil Menteri Keuangan Juda Agung malah ngomong enteng, "Memang perbankan memerlukan likuiditas menyalurkan kredit." Dengerin tuh, kayak nyuruh emak-emak minjemin uang belanja ke anak yang mau beli PS baru, padahal uangnya sendiri juga pas-pasan! Parahnya, dia nyebutin bahwa Rp 110 triliun yang tadinya ditarik, sekarang dikembaliin lagi sampai totalnya jadi Rp 281 triliun. Jadi, kayak nggak ada perubahan apa-apa? Cih, bohong banget itu mah! CNBC Indonesia.

Ceritanya sih Purbaya bilang ini bagus biar 'cost of fund' perbankan turun, artinya biaya bunga buat bank jadi lebih murah. Lah, terus untungnya buat rakyat apa? Kapan kita dapat pinjaman murah gara-gara duit kita sendiri dipake buat ngasih 'bunga rendah' ke bank-bank? Ini namanya sama aja kayak ngasih modal gratis ke tengkulak biar dia bisa beli barang dari petani dengan harga murah, tapi petaninya sendiri tetap aja hidup susah! Jadi, apakah ini langkah brilian buat nge-gas ekonomi, atau malah cara halus buat nyairin duit negara buat kepentingan yang nggak jelas? Patut dicurigai, nih! CNBC Indonesia.

Pokoknya, kebijakan ini bikin kita geleng-geleng kepala. Rp 281 triliun kok malah 'dititipkan' ke bank BUMN? Ada udang di balik nasi? Entahlah. Yang jelas, rakyat cuma bisa manyun sambil berharap duitnya nggak 'lenyap' entah ke mana. Mana ada cerita begini berakhir baik buat kita-kita! CNBC Indonesia.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/news/20260714131031-4-750689/di-depan-dpr-purbaya-jelaskan-tujuan-kas-negara-dititip-di-bank-bumn)
