---
id: Xe03Tfqxzy_C
cluster_id: aI4jbaY-rDTC
title: Dana Makan Bergizi Rp120 T Amblas, Petani UMKM Gigit Jari!
slug: dana-makan-bergizi-rp120-t-amblas-petani-umkm-gigit-jari
excerpt: Gila bro, anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tembus Rp120 triliun
  lebih per tahun ternyata tak banyak mengalir ke kantong petani, peternak, nelayan,
  dan UMKM lokal. Alhasil, niat mulia program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini
  malah bikin pihak perantara makin kaya raya.
category: MBG
tags:
- MBG
- Luhut Binsar Pandjaitan
- UMKM
- Petani
- APBN
- Ekonomi Kerakyatan
source_urls:
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260630075516-92-1374931/kenapa-dana-mbg-rp120-t-bisa-tak-banyak-netes-ke-petani-umkm
source_names:
- CNN Indonesia
image_url: https://akcdn.detik.net.id/visual/2025/01/13/pelaksanaan-program-makan-bergizi-gratis-mbg-di-daerah-istimewa-yogyakarta-atau-diy-1_169.jpeg?w=1200
meta_title: Dana MBG Rp120 T Amblas, Petani UMKM Rugi Besar
meta_description: Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp120 triliun lebih per tahun
  ternyata belum banyak dinikmati petani dan UMKM. Luhut Binsar Pandjaitan beberkan
  akar masalahnya.
canonical_url: https://berita.media/dana-makan-bergizi-rp120-t-amblas-petani-umkm-gigit-jari
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-30T17:01:50Z'
published_at: '2026-06-30T17:01:50Z'
---

Astaga naga, ini cerita beneran bikin geleng-geleng kepala! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang Presiden Prabowo Subianto itu lho, katanya bakal bikin ekonomi kerakyatan meroket. Tapi, kok anggaran Rp120 triliun lebih per tahun itu malah terkesan amblas sebelum sampai ke tangan petani, peternak, nelayan, koperasi, hingga UMKM lokal? Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, sendiri yang blak-blakan ngomong, "Banyak petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal yang belum mampu terhubung secara optimal ke dalam rantai pasok." Gawat darurat, kan? CNN Indonesia

Parahnya lagi, dari kajian DEN di 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program ini punya potensi penyerapan 1,2 juta tenaga kerja. Tapi ya itu tadi, efek berganda (multiplier effect) MBG mulai kelihatan di berbagai daerah, namun manfaat ekonomi yang besar itu belum sepenuhnya mengalir sampai ke lapisan paling bawah. Gilanya, yang menikmati aliran dana triliunan itu malah para aggregator, vendor besar, distributor, sampai kontraktor pengadaan. Nah ini dia, cerita klasik soal kebocoran anggaran yang lagi-lagi terulang. Ujung-ujungnya, yang produksi primer cuma kecipratan remah-remah doang karena nggak nyambung langsung ke rantai pasok. Sedih banget, kan? CNN Indonesia

Ronny P Sasmita, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), angkat bicara soal ini. Menurutnya, masalah utamanya bukan di tujuan kebijakannya yang mulia, melainkan di desain rantai distribusi dan struktur pasar yang menghubungkan anggaran raksasa ini dengan para pelaku di hulu. "Masalah utamanya bukan pada niat kebijakan, tetapi pada desain rantai distribusi dan struktur pasar yang menghubungkan anggaran tersebut dengan pelaku di hulu seperti petani dan nelayan," jelasnya. Ia menambahkan, kalau anggaran konsumsi memang besar, transaksi ekonomi jadi tinggi, tapi nilai ekonominya banyak yang 'mandek' di tengah. Akibatnya, meskipun nominalnya besar, yang benar-benar netes ke produsen primer justru sangat kecil. Sungguh ironis! CNN Indonesia

Terus, Ronny membeberkan akar persoalan strukturalnya. Pertama, soal skala dan standar. Program sebesar MBG butuh pasokan dalam jumlah masif, berkualitas seragam, dan harus ada terus menerus. Di sisi lain, mayoritas petani dan nelayan kita masih main di skala kecil, tersebar di mana-mana, dan organisasinya belum kuat. Akibatnya, penyelenggara program lebih suka main aman dengan pemasok besar yang dinilai sudah siap logistiknya, daripada repot membeli langsung dari petani yang mungkin tak sanggup memenuhi kuantitas dan kualitas yang diminta. Habis sudah, petani dan nelayan kecil makin terpinggirkan oleh program yang katanya untuk mereka. Mana ada cerita begini berakhir baik! CNN Indonesia

---
**Sumber:** [CNN Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260630075516-92-1374931/kenapa-dana-mbg-rp120-t-bisa-tak-banyak-netes-ke-petani-umkm)
