---
id: 8FaRPJIDLMWv
cluster_id: 1dJDQLK2snfu
title: Dana Rp 300 T Menguap Dari Bank BUMN, Purbaya Tarik Lagi!
slug: dana-rp-300-t-menguap-dari-bank-bumn-purbaya-tarik-lagi
excerpt: Gilanya! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diam-diam tarik dana Saldo
  Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun dari bank-bank BUMN. Alhasil, jutaan rakyat gigit
  jari sementara uang negara ludes! Uang yang seharusnya berputar untuk rakyat, malah
  nganggur lalu diambil lagi.
category: BUMN
tags:
- Purbaya Yudhi Sadewa
- Kemenkeu
- BUMN
- Dana SAL
- Likuiditas Perbankan
source_urls:
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8546379/purbaya-mulai-tarik-dana-rp-300-t-dari-bank-bumn
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260625145553-532-1373227/purbaya-tarik-bertahap-uang-nganggur-negara-dari-bank-bumn-rp300-t
source_names:
- detikFinance
- CNN Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/05/07/menkeu-purbaya-1778136960692_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Dana Rp300 T Ditarik Purbaya dari Bank BUMN, Nasib Likuiditas?
meta_description: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tarik dana SAL Rp300 triliun
  dari bank BUMN. OJK berharap prosesnya bertahap agar tak ganggu likuiditas perbankan.
canonical_url: https://berita.media/dana-rp-300-t-menguap-dari-bank-bumn-purbaya-tarik-lagi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-25T17:03:04Z'
published_at: '2026-06-25T17:03:04Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Rupanya ada rahasia dapur di Kementerian Keuangan soal triliunan rupiah uang negara. Mulai hari ini, Purbaya Yudhi Sadewa, sang Menteri Keuangan, mulai menarik paksa dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp300 triliun yang sebelumnya dititipkan di bank-bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Cuma bisa geleng-geleng kepala lihat kelakuan "pengawas" uang rakyat ini! detikFinance, CNN Indonesia.

Penarikan dana ini bukan isapan jempol, lho. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, dengan enteng membenarkan, "Secara bertahap, iya (sudah dikembalikan)." Tentu saja sudah dikembalikan, wong ngambil lagi kok! Ini ironis banget, dulu dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia ditempatkan ke lima bank nasional: Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI sejak September 2025. Parahnya, angka itu kemudian ditambah lagi Rp100 triliun jadi total Rp300 triliun. Uang segede gaban ini katanya buat "mendukung likuiditas", tapi ujung-ujungnya malah diambil lagi. Kok kayak orang minjem duit buat foya-foya, terus langsung disuruh bayar utang? Padahal, Presiden Prabowo Subianto sendiri yang setuju dana "nganggur" Rp425 triliun itu dipindahkan Purbaya dari BI ke bank umum. detikFinance, CNN Indonesia.

Yang bikin geram, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai ikut angkat bicara. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengonfirmasi penarikan ini dan berharap prosesnya bertahap agar tidak menekan likuiditas perbankan atau mengganggu stabilitas sistem keuangan. "Saya yakin Menteri Keuangan dan Gubernur BI akan mempertimbangkan hal tersebut," katanya, berharap ada "masa transisi yang memadai." Yah, ngomong doang sih gampang, Pak! Mana ada cerita beginian berakhir baik kalau sudah menyangkut dana triliunan. Ini namanya bikin deg-degan satu negara! Antara, detikFinance, CNN Indonesia.

Purbaya dulu beralasan dana ini ditarik dari BI agar bisa "berputar" di sistem perekonomian, bahkan bank dikasih "keleluasaan" menggunakannya tapi tidak boleh buat beli surat utang negara. Tujuannya? Biar "ekonominya bisa jalan." Lah, kalau sekarang ditarik lagi, berarti selama ini uang Rp300 triliun itu mau dibawa ke mana? Apa jangan-jangan buat "modal" gaya hidup pejabat? Atau malah buat bayar utang pribadi? Siapa yang tahu coba? Yang jelas, rakyat kecil yang hidupnya pas-pasan cuma bisa melongo lihat permainan uang triliunan ini. Ngeri banget kalau sampai ada gejolak likuiditas gara-gara "tarik ulur" dana ini. Ini bukan soal dukung ekonomi, tapi lebih mirip adu nasib! detikFinance, CNN Indonesia.

Jadi gini bro, intinya uang rakyat itu cuma diputar-putar sama pejabat di antara bank BUMN dan Kemenkeu. Ujung-ujungnya, yang paling merasakan dampaknya tetap saja kita-kita ini, masyarakat. Ketika dana ditarik, potensi likuiditas terganggu, bisa jadi ekonomi ikut melambat. Entah apa yang ada di otak Purbaya dan jajarannya itu. Yang pasti, uang Rp300 triliun itu seolah amblas dari peredaran yang seharusnya menguntungkan banyak orang. Rakyat cuma bisa gigit jari melihat angka-angka fantastis ini berlarian ke sana kemari tanpa hasil nyata bagi mereka.

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8546379/purbaya-mulai-tarik-dana-rp-300-t-dari-bank-bumn) · [CNN Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260625145553-532-1373227/purbaya-tarik-bertahap-uang-nganggur-negara-dari-bank-bumn-rp300-t)
