---
id: BdJ9XTh3AUOo
cluster_id: QtMg2h6pcpl0
title: Demo Tandingan MBG Meluas, Pengamat Curiga Dibayar Tiap Rezim
slug: demo-tandingan-mbg-meluas-pengamat-curiga-dibayar-tiap-rezim
excerpt: Aksi dukung Makan Bergizi Gratis (MBG) bertebaran di mana-mana, tapi akademisi
  UGM curiga ini bukan murni ekspresi masyarakat tapi pola rezim lama. Pengamat khawatir
  pola serupa selalu muncul tiap ada protes kebijakan demi membenturkan warga.
category: MBG
tags:
- MBG
- demo
- rezim
- politik
- pengamat
source_urls:
- https://www.bbc.com/indonesia/articles/cx2kqvvz214o
source_names:
- BBC
image_url: https://ichef.bbci.co.uk/news/1024/branded_indonesia/fd38/live/3d4608b0-6eb2-11f1-86ac-9d5b5cbe596d.jpg
meta_title: Demo MBG Diduga Dibiayai Tiap Rezim, Bukan Suara Rakyat
meta_description: Akademisi UGM curigai demo dukung MBG bukan murni, tapi pola lama
  dari rezim ke rezim. Pengamat khawatir warga dibenturkan.
canonical_url: https://berita.media/demo-tandingan-mbg-meluas-pengamat-curiga-dibayar-tiap-rezim
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-24T17:02:15Z'
published_at: '2026-06-24T17:02:15Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Tiba-tiba di berbagai kota, guru, anak-anak, sampai pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ikut unjuk rasa dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tapi yang bikin greget, ada yang nyeletuk ini semua kayak dari patung, bukan murni gerakan rakyat. Akademisi sampai geleng-geleng kepala, khawatir jangan-jangan ini cuma rekayasa buat ngatur opini publik, bukan suara asli masyarakat. 

Nah ini dia, polanya kata pengamat itu udah kebaca banget, kayak pertunjukan wayang yang lakonnya gitu-gitu aja dari rezim ke rezim. Sejak awal Juni, sudah banyak yang demo minta evaluasi total MBG, ngeluhin anggarannya yang nguras dompet negara. Eh, tiba-tiba nongol demo tandingan yang dukung MBG abis-abisan di Jakarta, Batam, Medan, sampai Lampung. Parahnya, ini dibantah sama koordinator aksi di Jakarta, Edi Marzuki, yang bilang pesertanya datang murni atas kemauan sendiri, nggak pake dibayar. Alhasil, kok ya pas banget kayak ada yang ngomongin, ujar BBC News Indonesia.

Yang bikin miris lagi, menurut Guru Besar UGM, Amalinda Savirani, pola demo tandingan ini udah sering banget kejadian. Tiap ada kebijakan pemerintah yang diprotes sama satu kelompok, entah itu mahasiswa atau warga sipil, pasti ada aja demonstrasi balasan dengan narasi yang bikin kuping panas. "Aksi kelompok ini juga adalah hak warga negara dan juga dijamin oleh konstitusi. Tapi kita juga melihat pola dari satu rezim politik satu ke rezim politik lain," kata Amalinda kepada BBC News Indonesia. Lah gimana tidak curiga, kalau kejadiannya selalu sama persis di tiap era pemerintahan yang berbeda, seperti sudah diprogram. Ujung-ujungnya, warga jadi saling tuding dan bentrok sendiri, yang diuntungkan siapa coba?

Di Jakarta kemarin, misalnya, pesertanya pada bawa wajan baru, susu, sama buah-buahan. Tujuannya? Katanya sih buat nunjukkin kalau MBG itu beneran bermanfaat. Tapi celakanya, ada salah satu peserta demo yang ngaku dari Pisangan Timur, Jakarta, tapi malah blak-blakan bilang dapet transport Rp100.000. Lha kok ya beneran kejadian, jadi makin jelas ada dugaan mobilisasi massa. "Kalau pemberian barang dan bagi uang ini benar berkaitan langsung dengan aksi, maka demonstrasi dukungan," kata Agus Sarwono dari MBG Watch, merujuk pada temuan dugaan suap yang santer beredar, dikutip BBC News Indonesia. Habis sudah, mau ngeles gimana lagi coba?

Yang bikin warga makin gemas, ada kelompok yang katanya mewakili rakyat kecil, malah dukung program yang dinilai banyak kalangan nguras APBN. Ini kayak cerita sinetron, niatnya mau nolong eh malah bikin masalah baru. Kalau sudah begini, masyarakat awam yang jadi korban salah informasi. Memang sih, aksi itu hak semua orang, tapi kalau sampai dimanipulasi begini, rasanya gimana gitu. Ya, kita lihat saja nanti kelanjutannya, semoga nggak ada lagi pola begini yang dibiayai taxpayer. BBC News Indonesia

---
**Sumber:** [BBC](https://www.bbc.com/indonesia/articles/cx2kqvvz214o)
