---
id: o_xxyPPuepbb
cluster_id: wAd0i5jpHX37
title: Demokrasi Turki Ambruk! Pengadilan Sita Partai Oposisi, Investor Lari Ketakutan!
slug: demokrasi-turki-ambruk-pengadilan-sita-partai-oposisi-investor-lari-ketakutan
excerpt: Pengadilan Turki bikin ulah, batalkan kongres partai oposisi dan kembalikan
  pimpinan lama. Rakyat marah, investor panik lihat mata uang lira anjlok ke rekor
  terendah sepanjang masa. Ini bukan demokrasi, ini kudeta!
category: uang
tags:
- Turki
- Oposisi
- Ekonomi
- Krisis Politik
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20260525080117-4-737683/pemerintah-disebut-makin-otoriter-investor-kabur-mata-uang-jatuh
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2026/05/04/ilustrasi-bendera-turki-1777879979836_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: 'Krisis Turki: Demokrasi Runtuh, Investor Kabur, Lira Anjlok'
meta_description: Pengadilan Turki batalkan hasil kongres oposisi, kembalikan pimpinan
  lama. Investor panik, lira terkapar di rekor terendah. Demokrasi Turki terancam
  otoriter!
canonical_url: https://berita.media/demokrasi-turki-ambruk-pengadilan-sita-partai-oposisi-investor-lari-ketakutan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T04:54:23Z'
published_at: '2026-05-25T04:54:23Z'
---

Partai Republik Rakyat (CHP), partai oposisi utama di Turki, baru saja merasakan bagaimana rasa keadilan bisa dibengkokkan. Pengadilan banding bikin keputusan kontroversial minggu lalu, membatalkan hasil kongres partai yang seharusnya memilih pemimpin baru, Ozgur Ozel. Malah, pengadilan itu mengembalikan Kemal Kilicdaroglu, ketua lama, ke tampuk kekuasaan dengan dalih ada 'penyimpangan' yang tak jelas juntrungannya. CNBC Indonesia

Ozgur Ozel murka, menyebut ini sebagai "kudeta yudisial" dan bersumpah akan melawan habis-habisan. Ia menegaskan akan berada di markas partai siang malam untuk mempertahankan jabatannya. Tapi apa artinya perlawanan rakyat kalau pengadilan sudah jadi alat penguasa? Ini adalah ujian berat bagi Turki, negara yang demokrasi-nya perlahan tapi pasti tergerus jadi negara otoriter di bawah kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan selama 23 tahun. CNBC Indonesia

Analis politik macam Berk Esen dari Universitas Sabanci sampai geleng-geleng kepala. Keputusan pengadilan ini, katanya, menciptakan preseden yang sangat berbahaya. Jika pengadilan bisa menentukan siapa pemimpin partai, lantas apa gunanya pemilu? Sejak 1946, belum pernah ada kejadian seperti ini di Turki. Ini seperti kembali ke zaman batu, di mana kebenaran hanya milik yang berkuasa. CNBC Indonesia

Pasar keuangan Turki langsung bergolak hebat. Bursa saham terjun bebas sesaat setelah putusan itu keluar. Mata uang lira kita melihatnya jatuh, mencetak rekor terendah baru terhadap dolar Amerika Serikat. Bank sentral Turki sampai harus 'gelontorkan' miliaran dolar cadangan devisa untuk mencoba menahan laju pelemahan lira yang memalukan itu. JPMorgan Chase memperkirakan, bank sentral kita harus segera menaikkan suku bunga kalau tidak mau pasar makin kacau balau. CNBC Indonesia

Roger Mark, analis pasar negara berkembang, punya firasat buruk. Risiko terbesarnya sekarang adalah masyarakat Turki sendiri, dan para investor lokal, akan ramai-ramai kabur dari lira, beralih ke mata uang asing yang lebih aman. Istilahnya "dolarisasi domestik", katanya. Meski begitu, ia mengakui gejolaknya belum separah tahun lalu, karena bank sentral kali ini lebih agresif dalam intervensi, dan posisi investor asing di pasar Turki sudah makin kecil. CNBC Indonesia

Wakil Presiden Cevdet Yilmaz coba menenangkan suasana, bilang ini cuma "perkembangan pasar harian". Dia juga ngotot kalau pemerintah tetap fokus pada program ekonomi untuk menekan inflasi yang katanya masih di atas 32% bulan lalu. Tapi siapa yang percaya? Situasi ini makin menguatkan kekhawatiran dunia, kalau hukum di Turki makin sering dipakai untuk menekan oposisi. Sejak awal 2024 saja, sudah ratusan kader dan pejabat CHP yang ditahan. Ini bukan lagi soal ekonomi, ini soal nyawa demokrasi itu sendiri. CNBC Indonesia

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/news/20260525080117-4-737683/pemerintah-disebut-makin-otoriter-investor-kabur-mata-uang-jatuh)
