---
id: 697QcOvPmQ2j
cluster_id: G6Ni_chaImSN
title: Dihajar Kakak Kelas, Siswa SMP Tewas, Pelaku Diringkus Polisi
slug: dihajar-kakak-kelas-siswa-smp-tewas-pelaku-diringkus-polisi
excerpt: Bocah 13 tahun, AAF, tewas setelah berulang kali dihajar kakak kelasnya di
  SMPN 4 Randudongkal, Pemalang. Polres Pemalang menetapkan pelaku sebagai anak berkonflik
  dengan hukum. Sekolah yang seharusnya aman, malah jadi saksi bisu kekerasan.
category: bullying
tags:
- bullying
- Pemalang
- Siswa SMP
- Kekerasan Sekolah
source_urls:
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260824164631-12-1395927/siswa-smp-korban-bully-di-pemalang-meninggal-kakak-kelas-jadi-abh
source_names:
- CNN Indonesia
image_url: https://akcdn.detik.net.id/visual/2025/11/11/ilustrasi-bully-anak-1762825147464_169.jpeg?w=1200
meta_title: Siswa SMP Tewas Dihajar Kakak Kelas, Pelaku Jadi ABH
meta_description: Korban bullying di Pemalang, AAF (13), tewas setelah dihajar kakak
  kelasnya berkali-kali. Pelaku kini ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum.
canonical_url: https://berita.media/dihajar-kakak-kelas-siswa-smp-tewas-pelaku-diringkus-polisi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-24T17:16:54Z'
published_at: '2026-08-24T17:16:54Z'
---

Gila bro, dengerin nih. Nasib tragis menimpa AAF (13), pelajar kelas 7 SMPN 4 Randudongkal, Pemalang. Bocah ini meregang nyawa setelah diduga jadi korban perundungan oleh kakak kelasnya sendiri. Polres Pemalang pun langsung bergerak setelah ibunya melapor. Berdasarkan laporan CNN Indonesia, kasus ini menyita perhatian publik karena pelaku dan korban sama-sama pelajar SMP.

Alhasil, polisi menetapkan pelaku yang merupakan kakak kelas korban sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH). Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengungkapkan pelaku adalah pelajar kelas 8 di sekolah yang sama. Jajaran Polres Pemalang bahkan sudah memeriksa 17 saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk menjerat pelaku, demikian dikutip CNN Indonesia.

Nah ini dia, korbannya dihajar bukan sekali dua kali. Berdasarkan penyelidikan CNN Indonesia, AAF mengalami kekerasan di lingkungan sekolah sebanyak empat kali dalam bulan yang sama, yaitu Juli 2026. Lokasinya pun bervariasi: di bawah pohon dekat gerbang sekolah, depan ruang Laboratorium IPA, depan ruang kelas 7D, dan depan toilet sekolah. Bisa dibayangkan betapa sakit dan takutnya AAF setiap kali harus melewati tempat-tempat itu.

Gilanya, semua aksi bejat itu terjadi di dalam lingkungan sekolah. Lah wajar kalau bocah 13 tahun itu tewas, dia dikeroyok berkali-kali oleh kakak kelasnya di tempat yang seharusnya aman. Mana ada cerita begini berakhir baik, para guru dan sekolah seakan tutup mata terhadap teror yang dialami AAF. Padahal, sekolah seharusnya menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak, bukan jadi ladang perundungan. CNN Indonesia melaporkan, kekerasan itu terjadi berulang kali tanpa ada yang menghentikan.

Parahnya, akibat penganiayaan berulang itu, pada Minggu (2/8), AAF sempat dilarikan ke Puskesmas Randudongkal. Kondisinya makin drop, sehingga dirujuk ke RS Muhammadiyah Mardhatillah. Namun, pada Minggu malam pukul 19.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, demikian diberitakan CNN Indonesia. Tragisnya, nyawa bocah ini tidak tertolong meski sudah mendapatkan penanganan medis.

Habis sudah. Anak sekecil itu tewas sia-sia. Ibunya kemudian melapor ke Polres Pemalang pada hari yang sama, dan polisi langsung mendalami kasus ini. Seluruh saksi dimintai keterangan, mulai dari teman-teman sekolah korban, guru BK, guru mata pelajaran, hingga tenaga medis yang menangani korban. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti yang diamankan, Polres Pemalang menetapkan satu anak yang berkonflik dengan hukum. Alhasil, pelaku kini dicokok polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan keji itu, ujar Rendy kepada CNN Indonesia.

Yang bikin geram, kekerasan di sekolah kembali merenggut nyawa. Peran guru dan sekolah dalam mengawasi siswanya jelas patut dipertanyakan. Yang pasti, satu nyawa sudah melayang. Semoga kejadian ini jadi pelajaran pahit bagi semua pihak, sehingga tidak ada lagi korban berikutnya.

---
**Sumber:** [CNN Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260824164631-12-1395927/siswa-smp-korban-bully-di-pemalang-meninggal-kakak-kelas-jadi-abh)
