---
id: 4NvbU7E-56KA
cluster_id: -a1QVd3VgOli
title: 'Din Syamsuddin: Umat Islam Terpecah Gara-gara Politik, Kualitas Jauh Tertinggal!'
slug: din-syamsuddin-umat-islam-terpecah-gara-gara-politik-kualitas-jauh-tertinggal
excerpt: Din Syamsuddin miris lihat umat Islam terpecah belah hanya karena pilihan
  politik dan organisasi. Padahal, kualitas umat masih jauh tertinggal di berbagai
  bidang, terutama ekonomi. Gilanya, dia bilang umat Islam malah terpinggirkan di
  negeri sendiri!
category: politik
tags:
- Din Syamsuddin
- Umat Islam
- Persatuan Umat
- Politik
- Agama
- Kualitas Umat
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8507033/din-syamsuddin-ingatkan-umat-tak-terpecah-karena-beda-paham-agama-politik
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/05/27/din-syamsuddin-saat-berkhutbah-1779859267752_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'Din Syamsuddin Ingatkan Umat Islam: Jangan Pecah Karena Politik!'
meta_description: Din Syamsuddin miris lihat umat Islam terpecah belah karena politik
  dan organisasi. Kualitas umat tertinggal, terpinggirkan di ekonomi. Seruan persatuan
  di Idul Adha.
canonical_url: https://berita.media/din-syamsuddin-umat-islam-terpecah-gara-gara-politik-kualitas-jauh-tertinggal
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-28T08:02:46Z'
published_at: '2026-05-28T08:02:46Z'
---

Ceritanya begini. Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, naik pitam ngelihat umat Islam di Indonesia! Beliau khutbah Idul Adha di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, pas tanggal 27 Mei 2026 lalu, isinya pedas bukan main. Katanya, jangan sampai umat Islam di negeri ini terpecah belah cuma gara-gara beda organisasi, beda paham agama, atau beda pilihan politik. Emang dasar manusia, dikasih sedikit perbedaan langsung pada berantem! detikNews.

Nah ini dia yang bikin geram. Din Syamsuddin tegas bilang kalau konflik itu cuma bikin umat Islam gagal dan kehilangan wibawa. Ibaratnya, udah numpuk-numpuk banyak tapi akal sehatnya entah ke mana. Beliau ngutip Al-Qur'an, jangan sampai bertikai karena itu bikin umat kehilangan kekuatan. Lah gimana tidak, kalau sesama saudara mukmin malah saling sikut, mana bisa maju? Padahal Indonesia ini negara muslim terbesar sedunia secara kuantitas, tapi kualitasnya? Jauuuuh ketinggalan! detikNews.

Yang paling nyesek, kata Din, itu soal kualitas umat Islam yang belum sebanding sama jumlahnya. Bukan cuma sosial, apalagi ekonomi, dalam politik pun umat Islam masih terpinggirkan. Beliau bilang, umat Islam belum sepenuhnya berperan dan menentukan arah bangsa. Khususnya di bidang ekonomi, posisi umat Islam itu miris, bahkan terpinggirkan. Bayangin, mayoritas tapi malah merasa minoritas di negeri sendiri. Ini fakta pahit yang harus kita telan bulat-bulat. detikNews.

Parahnya, perbedaan di antara sesama muslim itu sering jadi pemicu masalah. Tapi Din Syamsuddin kasih wejangan manis: jangan sampai beda pendapat bikin kita lupa kalau kita itu bersaudara. Kalau sama non-muslim, jelas pegang prinsip "lakum dinukum waliyadin" – bagimu agamamu, bagiku agamaku. Tapi kalau sesama muslim, apapun sukunya, organisasinya, atau pandangan politiknya, harusnya kita pegang "lakum ra'yukum wa li ra'yi" – bagimu pendapatmu, bagiku pendapatku. Di balik itu, ada penekanan penting: kita tetap bersaudara dalam keimanan dan kemanusiaan. detikNews.

Jadi, intinya Din Syamsuddin mengajak seluruh umat Islam di Indonesia ini untuk bangkit. Bukan bangkit buat saling mencaci maki, tapi bangkit untuk memajukan Indonesia. Tanggung jawab kita semua adalah membebaskan negeri ini dari segala bentuk kemungkaran dan mewujudkan cita-cita bangsa. Jangan sampai kebesaran jumlah umat Islam di Indonesia cuma jadi angka statistik tanpa kualitas yang berarti.

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8507033/din-syamsuddin-ingatkan-umat-tak-terpecah-karena-beda-paham-agama-politik)
