---
id: 1PYqKq6i_tD0
cluster_id: pO84VU_J5_hf
title: Direksi BUMN Terancam Jeruji Besi, Ragu Ambil Keputusan Bisnis Strategis
slug: direksi-bumn-terancam-jeruji-besi-ragu-ambil-keputusan-bisnis-strategis
excerpt: Gilanya, direksi BUMN kini dilanda ketakutan luar biasa! Banyak pejabat perusahaan
  pelat merah ini dipidana gegara dituding merugikan negara, membuat langkah mereka
  jadi serba salah. Padahal, mereka dituntut mengambil keputusan cepat demi kemajuan
  ekonomi.
category: BUMN
tags:
- BUMN
- Pidana Korporasi
- Direksi BUMN
- Business Judgment Rule
- Akuntabilitas
source_urls:
- https://www.hukumonline.com/berita/a/mengulik-pidana-korporasi-dan-fungsi-direksi-bumn-sebagai-pengambil-risiko-lt6a57b96e34cdc/
source_names:
- Hukumonline
image_url: https://images.hukumonline.com/frontend/lt6a57b96e34cdc/lt6a57baa72906d.jpg
meta_title: 'Nasib Direksi BUMN: Ambil Risiko Pidana atau Mandek?'
meta_description: Direksi BUMN dihantui pidana kerugian negara, takut ambil keputusan
  bisnis strategis. Pembahasan mendalam soal BJR dan akuntabilitas BUMN.
canonical_url: https://berita.media/direksi-bumn-terancam-jeruji-besi-ragu-ambil-keputusan-bisnis-strategis
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-17T17:03:37Z'
published_at: '2026-07-17T17:03:37Z'
---

Alhasil, nasib para petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini bak telur di ujung tanduk! Mereka terancam masuk bui hanya karena berani mengambil keputusan bisnis yang dinilai merugikan keuangan negara, sebagaimana dilaporkan Hukumonline. Kebijakan yang seharusnya bisa memacu pertumbuhan ekonomi justru membuat para pengambil keputusan di BUMN ketar-ketir, parahnya mereka jadi ragu untuk bergerak maju, takut salah langkah sedikit saja berujung pada jeratan hukum.

Ujung-ujungnya, peran strategis BUMN dalam mengelola aset negara pun terancam mandek. Para direksi dituntut serba bisa: harus bisa mengambil keputusan bisnis yang cepat, tepat, dan sesuai dengan nilai perusahaan. Tapi gilanya, keputusan-keputusan bisnis itu selalu membayangi risiko hukum dan reputasi yang tak main-main. Nah ini dia, mau tidak mau, para petinggi BUMN harus beradaptasi dengan cepat terhadap regulasi yang terus berubah dan tuntutan akuntabilitas publik yang makin tinggi, dengan cara memahami batasan risiko bisnis, prinsip Business Judgment Rule (BJR), serta aspek hukum pengelolaan aset. Sebuah seminar publik pun digelar oleh PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan Hukumonline di Le Méridien, Jakarta, untuk membahasnya lebih dalam.

Yang bikin geram, Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Komjen Pol (Purn.) Agung Setya Imam Effendi, bahkan sampai harus buka suara soal kekhasan BUMN ini, seperti dikutip dari Hukumonline. Beliau menjelaskan bahwa BUMN tidak sekadar dituntut untuk tumbuh, sehat, dan kompetitif saja, tapi juga dibebani tugas sebagai 'ahli pembangunan' dalam penugasan-penugasan pemerintah. Semua ini jelas diamanatkan oleh Undang-Undang agar penugasan tersebut bisa benar-benar terimplementasi di tengah masyarakat.

Parahnya lagi, Direktur Badan Usaha, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum, Andi Taletting Langi, sempat menyinggung bahwa untung dan rugi dalam berbisnis itu adalah hal yang lumrah terjadi, demikian catatan Hukumonline. Dalam dunia perusahaan swasta, selama kerugian yang timbul merupakan hasil dari mekanisme strategis yang telah disetujui para pemegang saham, mereka biasanya akan langsung berupaya mengubah strategi bisnisnya. Tapi entah kenapa, di BUMN, sedikit saja keputusan yang dianggap merugikan negara, langsung ujung-ujungnya bisa berurusan dengan aparat penegak hukum. Habis sudah!

---
**Sumber:** [Hukumonline](https://www.hukumonline.com/berita/a/mengulik-pidana-korporasi-dan-fungsi-direksi-bumn-sebagai-pengambil-risiko-lt6a57b96e34cdc/)
