---
id: w9EuOSTsoXMh
cluster_id: Li1naakUv9EC
title: Disdik Tarakan Gebuk Bullying, MPLS Wajib Ramah Anak
slug: disdik-tarakan-gebuk-bullying-mpls-wajib-ramah-anak
excerpt: Dinas Pendidikan Tarakan hentikan tren "aneh-aneh" saat MPLS! Imbauan keras
  dikeluarkan agar masa orientasi siswa baru steril dari bullying dan intimidasi.
  Edhy Pujianto dari Disdik Tarakan tegaskan perubahan orientasi MPLS demi kenyamanan
  siswa baru.
category: bullying
tags:
- MPLS
- Tarakan
- bullying
- Pendidikan
- Sekolah Aman
source_urls:
- https://jendelakaltara.co/2026/07/disdik-tarakan-imbau-sekolah-gelar-mpls-ramah-dan-bebas-bullying/
source_names:
- Jendela Kaltara
image_url: https://jendelakaltara.co/wp-content/uploads/2026/07/wp-17833827428905748256644498508876.jpg
meta_title: 'MPLS Ramah Tarakan: Disdik Berantas Bullying, Hentikan Atribut Aneh'
meta_description: Disdik Tarakan larang keras bullying di MPLS! Wajib ramah anak,
  kenalkan sekolah tanpa intimidasi. Berubah total orientasi MPLS jadi ajang kebanggaan
  sekolah.
canonical_url: https://berita.media/disdik-tarakan-gebuk-bullying-mpls-wajib-ramah-anak
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-07T05:01:09Z'
published_at: '2026-07-07T05:01:09Z'
---

Gila bro, dengarkan dulu! Dinas Pendidikan Tarakan kini serius memberantas praktik "aneh-aneh" saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Bukan lagi ajang pamer atribut nyeleneh atau malah mengerjai siswa baru, MPLS kini wajib jadi medan perkenalan yang ramah dan jauh dari bullying! Alhasil, seluruh satuan pendidikan mulai PAUD hingga SMP, baik negeri maupun swasta, dipastikan harus menggarap MPLS tanpa ada unsur intimidasi. Edhy Pujianto, sang Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, dengan lantang mengingatkan bahwa MPLS tahun ini harus berubah total orientasinya. Ujung-ujungnya, bukan lagi ajang saling menjahili, melainkan tempat menumbuhkan rasa bangga terhadap sekolah. "MPLS sekarang bukan lagi ajang membuli, tapi ajang untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap sekolah," tegas Edhy dengan nada menggebu kepada Jendela Kaltara.

Nah ini dia, inti dari kebijakan baru ini adalah mengubah paradigma MPLS yang kerap disalahgunakan menjadi ajang perploncoan. Edhy menjelaskan, momen krusial ini seharusnya dimanfaatkan untuk memperkenalkan peserta didik baru dengan seluruh ekosistem sekolah. Mulai dari bapak-ibu guru yang mulia, staf kependidikan yang sigap, hingga teman-teman seperjuangan yang kelak akan menemani masa studi mereka. "Diharapkan saling kenal, makanya ramah. Apalagi ini kita lagi menggencarkan budaya sekolah aman dan nyaman. Ini salah satu ikhtiarnya," ungkapnya, memaparkan pentingnya suasana yang kondusif. Intinya, MPLS ramah adalah bagaimana menghadirkan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan tentunya menyenangkan bagi setiap siswa baru yang baru saja menginjakkan kaki di gerbang pendidikan. "Ramah itu membawa alam pikir anak-anak kita, murid-murid baru ini, supaya dia bisa belajar dengan aman dan nyaman. Dengan mindful, meaningful, dan joyful. Menghantar anak-anak kita untuk bisa melaksanakan proses pembelajaran," tambah Edhy penuh keyakinan.

Yang bikin geram, segala atribut "aneh-aneh" yang memberatkan dan sering kali bikin malu siswa baru, dipastikan tidak akan ada lagi di MPLS tahun ini. Edhy dengan tegas menyatakan bahwa hal-hal yang tidak relevan tersebut sudah tidak sesuai zaman dan wajib dihilangkan. "Yang aneh-aneh itu sudah tidak relevan. Kita imbau untuk mengoptimalkan MPLS tadi dalam rangka MPLS yang ramah," katanya singkat, memotong alur kebiasaan lama yang negatif. Kebijakan MPLS ramah ini, kata Edhy, berlaku surut ke seluruh jenjang pendidikan di Tarakan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik yang berada di bawah naungan negeri maupun swasta. Disdik Tarakan tidak main-main dalam upaya pencegahan ini; mereka telah gencar melakukan sosialisasi dan kini tengah menyusun Pokja Sekolah Aman dan Nyaman sebagai langkah konkrit lanjutan. "Secara pencegahan kita mensosialisasikan MPLS ramah ini untuk dilaksanakan di semua unit. Kita kemarin sudah ada webinar dari kementerian untuk sosialisasi," bebernya mengenai strategi yang dijalankan. Disdik Tarakan menaruh harapan besar, agar dengan MPLS yang benar-benar ramah, siswa baru bisa lebih cepat beradaptasi, merasa diterima seutuhnya, dan menumbuhkan rasa bangga yang mendalam terhadap almamater sekolah mereka sejak hari pertama mereka bergabung. Jendela Kaltara.

Parahnya, kebiasaan buruk yang merusak mental anak bangsa ini akan terus ditumpas habis. Diharapkan para pendidik benar-benar menjalankan imbauan ini tanpa terkecuali. Habis sudah, tidak ada lagi ruang untuk bullying di awal masa pendidikan yang seharusnya penuh keceriaan. Jendela Kaltara.

---
**Sumber:** [Jendela Kaltara](https://jendelakaltara.co/2026/07/disdik-tarakan-imbau-sekolah-gelar-mpls-ramah-dan-bebas-bullying/)
