---
id: v2imq-h-9TP_
cluster_id: _zKk4WoO0HJE
title: Diterlantarkan! Kontingen Paduan Suara Kepri Ngamen di Bandara Soetta Bikin
  Heboh
slug: diterlantarkan-kontingen-paduan-suara-kepri-ngamen-di-bandara-soetta-bikin-heboh
excerpt: Gara-gara tiket abal-abal, kontingen Paduan Suara Gerejawi asal Kepri terpaksa
  bernyanyi di Bandara Soekarno-Hatta usai gagal berangkat ke Papua. Persiapan matang
  yang menelan biaya besar ludes tak bersisa.
category: viral
tags:
- pesparawi
- bandara soekarno hatta
- kepulauan riau
- viral
- kekecewaan
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8551770/viral-kontingen-paduan-suara-gereja-kepri-nyanyi-di-soetta-ini-penyebabnya
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/06/29/keterangan-foto-penampilan-kontingen-pesparawi-kepri-di-bandara-soekarno-hatta-usai-gagal-berangkat-ke-manokwari-dok-ria-1782702139660_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'Viral: Paduan Suara Kepri Ngamen di Bandara Soetta Gegara Tiket Abai'
meta_description: Aksi panggung dadakan kontingen Paduan Suara Kepri di Bandara Soetta
  viral setelah gagal terbang ke Papua akibat tiket bermasalah. Begini kronologi lengkapnya!
canonical_url: https://berita.media/diterlantarkan-kontingen-paduan-suara-kepri-ngamen-di-bandara-soetta-bikin-heboh
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-29T17:02:31Z'
published_at: '2026-06-29T17:02:31Z'
---

Gila, Bro! Coba bayangin aja, rombongan gede kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulauan Riau (Kepri) yang mau berangkat ke Manokwari, Papua Barat, malah ngamen dadakan di Bandara Soekarno-Hatta! Lah gimana tidak, persiapan udah matang, eh tiketnya ternyata invalid, amblas semua rencana mereka. Parahnya lagi, menurut Ketua LPPD Kota Tanjungpinang, Ria Ukur Rindu Tondang, semua persiapan udah dilakuin jauh-jauh hari, bukti keseriusan mereka bertanding demi nama daerah. detikNews

Ribuan persiapan telah dilalui, mulai dari penampilan uji coba di Gedung Aisyah, Tanjungpinang, pada 24 Mei 2026, di mana panitia langsung menyerahkan tiket fisik, sampai acara pelepasan resmi di Batam pada 16 Juni 2026 yang dihadiri pejabat tinggi. Yang bikin geram, H-beberapa hari sebelum keberangkatan, tepatnya 20 Juni, muncul kabar kalau tiket yang mereka pegang itu bermasalah, bikin panik sekontingen. Ujung-ujungnya, harapan untuk berlaga di ajang nasional pupus sudah. detikNews

Yang bikin kepala pusing lagi, pejabat penting macam Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, udah ikut hadir di acara pelepasan. Mereka menyaksikan langsung rombongan ini dilepas dengan bangga, tapi eh, tau-tau dibatalkan begitu saja karena ulah 'tiketing' yang entah siapa dalangnya. Alhasil, penantian panjang dan jerih payah para peserta yang sudah berlatih keras pun tak berbalas, hanya menyisakan kekecewaan mendalam di tengah hiruk pikuk bandara. detikNews

Dan bukan main, para kontingen yang kecewa ini akhirnya memilih untuk menyalurkan unek-uneknya dengan bernyanyi di bandara. Entah itu bentuk protes, pelepas penat, atau sekadar menghibur diri dari kekecewaan yang mendalam, yang jelas aksi mereka terekam kamera dan viral di media sosial. Para penumpang lain pun dibuat melongo melihat penampilan dadakan ini, yang seharusnya jadi momen membanggakan justru berakhir jadi tontonan akibat kelalaian fatal yang dialami. Celakanya, pihak penyelenggara tiket sepertinya lepas tangan, meninggalkan para penembang suara ini terbengkalai di bandara besar. detikNews

Habis sudah kesabaran mereka. Rencana terbang ke Papua pupus, diganti jadi drama bandara yang bikin malu. Ini bukan sekadar batal berangkat, tapi pengabaian terhadap perjuangan ratusan anak bangsa yang sudah siap membanggakan daerah. Entah bagaimana nasib ganti rugi atau penjelasan resmi dari pihak terkait, yang jelas video mereka bernyanyi pilu di bandara sudah jadi bukti bisu kelalaian yang tak termaafkan. Selesai.

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8551770/viral-kontingen-paduan-suara-gereja-kepri-nyanyi-di-soetta-ini-penyebabnya)
