---
id: QV96-BQK2U0H
cluster_id: mUDrC-gUz_QA
title: Dolar AS Ganas! Rupiah Dijebol Tembus Rp 18.000 Sekejap!
slug: dolar-as-ganas-rupiah-dijebol-tembus-rp-18-000-sekejap
excerpt: Belum juga pekan ini usai, rupiah terancam amblas dihajar dolar AS sampai
  Rp 18.000. Masalah struktural perekonomian nasional jadi biang keroknya, bukan sekadar
  celotehan teknikal Bank Indonesia. detikFinance
category: uang
tags:
- Dolar AS
- Rupiah
- Ekonomi
- Ibrahim Assuaibi
source_urls:
- https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8510317/dolar-as-diprediksi-jebol-ke-rp-18-000
source_names:
- detikFinance
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2025/09/26/dolar-as-ngamuk-pagi-ini-tembus-rp-16789-1758861141962_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Dolar AS ke Rp 18.000! Rupiah Terancam Jebol Akibat Masalah Struktural
  Ekonomi
meta_description: Nilai tukar rupiah diprediksi akan terus melemah terhadap dolar
  AS, bahkan diperkirakan tembus Rp 18.000. Penyebabnya masalah struktural ekonomi
  nasional, bukan sekadar faktor teknikal BI. Simak analisisnya!
canonical_url: https://berita.media/dolar-as-ganas-rupiah-dijebol-tembus-rp-18-000-sekejap
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-30T02:03:05Z'
published_at: '2026-05-30T02:03:05Z'
---

Ceritanya begini. Rupiah kita lagi limbung, bro! Dihajar dolar Amerika Serikat tanpa ampun. Analis mata uang Ibrahim Assuaibi saja geleng-geleng, "Kalau tidak minggu ini, ya minggu depan, Rp 18.000 itu sudah di depan mata!" Gilanya, kalau sudah jebol angka itu, siap-siap saja rupiah meluncur lagi sampai Rp 18.200. detikFinance

Parahnya, pelemahan ini bukan cuma soal grafik atau bunga bank. Ibrahim bilang, ini masalah struktural ekonomi kita yang kronis. Coba bayangin, harga minyak mentah di APBN dipatok US$ 70, rupiahnya Rp 16.500. Sekarang? Rupiah ambruk di Rp 17.900, tapi harga minyak mentah malah melambung di atas US$ 90! Otomatis, pemerintah harus ngeluarin dolar lebih banyak buat nutupin defisit neraca transaksi berjalan yang ngeden gara-gara impor energi. Belum lagi 85% impor minyak itu larinya ke subsidi. Sialnya, ini jadi beban berat buat negara untuk menutupi semua itu. Ibrahim Assuaibi, detikFinance

Belum selesai sampai di situ, masih ada lagi nih yang bikin dolar AS makin perkasa. Dari pasar modal, banyak perusahaan asing di Indonesia yang wajib bagi dividen, alias bagi hasil keuntungan, ke pemegang sahamnya. Nah, ini bikin permintaan dolar di dalam negeri makin membengkak, mendorong rupiah makin terpuruk. "Sudah kita kekurangan dolar, kemudian beban dividen yang harus dibagikan terhadap para investor, terutama investor asing di perusahaan-perusahaan yang listing di bursa, di pasar modal. Nah ini membuat satu kegaduhan tersendiri," ucap Ibrahim. Angka-angka ini sungguh bikin geram! Ibrahim Assuaibi, detikFinance

Bahkan, kebijakan pemerintah yang katanya mau bikin ekspor satu pintu lewat BUMN baru, Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), malah bikin investor asing ragu. Mereka jadi was-was soal kepastian regulasi di Indonesia, ujung-ujungnya milih kabur ke negara lain. Investasi yang tadinya di logam mulia, di emas digital, malah dipindahkan oleh investor. Kenapa? Mereka lihat momentum keuntungan jangka pendek ada di indeks dolar, bukan di emas. Keadaan yang bikin pusing tujuh keliling! Ibrahim Assuaibi, detikFinance

Habis sudah. Rupiah dihajar dari berbagai lini, mulai dari defisit impor energi, bagi dividen perusahaan, sampai keraguan investor pada kebijakan pemerintah. Kalau sudah begini, mau bilang apa lagi? Mau berharap rupiah bangkit? Dengan kondisi seperti ini, sepertinya itu hanya mimpi di siang bolong. Ujung-ujungnya, kita siap-siap saja melihat dolar AS merajai angka Rp 18.000, bahkan lebih. Ibrahim Assuaibi, detikFinance

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8510317/dolar-as-diprediksi-jebol-ke-rp-18-000)
