---
id: BGpL-nPTixgx
cluster_id: gsJ5YbavpKpS
title: Dolar AS Ganyang Rupiah, Kurs Anjlok Parah Gara-Gara Gejolak Timur Tengah!
slug: dolar-as-ganyang-rupiah-kurs-anjlok-parah-gara-gara-gejolak-timur-tengah
excerpt: Gilanya, rupiah kita dihajar habis-habisan hingga anjlok 0,63 persen di hadapan
  dolar AS! Permintaan dolar melonjak gara-gara konflik AS-Iran memanas, bikin investor
  lari cari aman, kata pengamat.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- dolar as
- kurs
- ekonomi
- konflik iran
- inflasi
source_urls:
- https://jambi.antaranews.com/berita/661159/rupiah-melemah-dipicu-meningkatnya-permintaan-terhadap-dolar-as
source_names:
- ANTARA News Jambi
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/07/09/nilai-tukar-rupiah-melemah-2819049.jpg
meta_title: Rupiah Anjlok 0,63% Dihajar Dolar AS Akibat Konflik AS-Iran
meta_description: Dolar AS 'ganyang' rupiah! Kurs melemah drastis ke Rp18.128/USD
  dipicu permintaan safe haven akibat memanasnya konflik AS-Iran. Cek penyebab lengkapnya!
canonical_url: https://berita.media/dolar-as-ganyang-rupiah-kurs-anjlok-parah-gara-gara-gejolak-timur-tengah
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-09T17:02:19Z'
published_at: '2026-07-09T17:02:19Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Rupiah kita babak belur, diganyang tak berdaya di pasar valuta asing kemarin sore, Kamis (tanggal, bulan, tahun). Nilai tukarnya nyungsep 114 poin, alias merosot 0,63 persen sampai ke angka Rp18.128 per dolar AS. Parahnya, ini jadi rekor terendah setelah sebelumnya sempat nangkring di Rp18.014 per dolar AS. Menurut Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, biang keroknya ya si dolar Amerika yang makin dicari-cari. Nah ini dia, rupanya permintaan dolar melonjak drastis pasca konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, bikin investor lari tunggang langgang ke aset aman. Antara News Jambi

Yang bikin geram lagi, kenaikan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sampai ke level 74 dolar AS per barel itu bikin ketar-ketir soal inflasi global. Hal ini otomatis memperkuat dugaan kalau Federal Reserve (The Fed) bakal ogah menurunkan suku bunga acuan, dibiarkan melayang tinggi. Pelaku pasar pun sekarang lagi nahan napas, nungguin rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS. Diharapkan data ini bakal ngasih petunjuk baru soal arah kebijakan moneter The Fed. Ini bener-bener bikin pusing tujuh keliling! Antara News Jambi

Meskipun digempur badai global, dari dalam negeri sebenarnya fundamental ekonomi Indonesia masih kelihatan kokoh. Ini terbukti bikin tekanan terhadap rupiah jadi sedikit tertahan. Buktinya, cadangan devisa kita per akhir Juni 2026 malah naik jadi 145,6 miliar dolar AS, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang cuma 144,9 miliar dolar AS. Kenaikan ini, kata Amru, justru memperkuat kemampuan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gempuran ketidakpastian dunia. Alhasil, inflasi yang tetap terkendali dan komitmen BI buat ngemong kestabilan nilai tukar lewat berbagai kebijakan dianggap jadi penopang ampuh. Antara News Jambi

Namun, jangan keburu senang dulu! Dalam jangka pendek, pergerakan rupiah diprediksi masih bakal lebih terombang-ambing sama sentimen global ketimbang urusan domestik. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga ikut-ikutan melemah di angka Rp18.090 per dolar AS, ambles dari posisi sebelumnya Rp18.005 per dolar AS. Duh, mau dibawa ke mana nasib rupiah kita ini kalau dunia lagi ruwet begini? Habis sudah harapan rupiah menguat dalam waktu dekat. Antara News Jambi

---
**Sumber:** [ANTARA News Jambi](https://jambi.antaranews.com/berita/661159/rupiah-melemah-dipicu-meningkatnya-permintaan-terhadap-dolar-as)
