---
id: 5UNtC4JXxhkE
cluster_id: sxm32jQBecu4
title: Dolar Ngamuk, Nasi Anak Bangsa Terancam! Gizi MBG Dikorbankan?
slug: dolar-ngamuk-nasi-anak-bangsa-terancam-gizi-mbg-dikorbankan
excerpt: Dolar AS amblas sampai Rp17.900, bikin biaya program Makanan Bergizi Gratis
  (MBG) meroket! Pengelola dapur terpaksa potong sana-sini demi program tetap jalan.
  Celakanya, gizi anak bangsa jadi taruhannya.
category: MBG
tags:
- MBG
- Ekonomi
- Pangan
- Dolar
- APPMBGI
source_urls:
- https://www.suara.com/news/2026/05/29/145724/dolar-menggila-dan-harga-pangan-naik-pengelola-dapur-khawatir-gizi-mbg-tak-optimal
source_names:
- Suara.com
image_url: https://media.suara.com/pictures/970x544/2025/12/16/28841-sppg-mutiara-keraton-solo.jpg
meta_title: Dolar Menggila, Gizi Anak MBG Terancam
meta_description: Dolar Rp17.900 bikin biaya program Makanan Bergizi Gratis melonjak.
  Pengelola dapur terpaksa efisiensi, gizi anak bangsa jadi taruhan! Apa solusinya?
canonical_url: https://berita.media/dolar-ngamuk-nasi-anak-bangsa-terancam-gizi-mbg-dikorbankan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-30T11:01:49Z'
published_at: '2026-05-30T11:01:49Z'
---

Ceritanya begini. Rupiah kita dihajar habis-habisan oleh Dolar AS, anjlok sampai Rp17.900! Nah, imbasnya langsung nendang ke program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) sudah teriak-teriak, anggaran membengkak parah.

Ketua Umum PP APPMBGI, Abdul Rivai Ras, bilang ini bukan soal pilihan, tapi soal keharusan agar MBG tidak kolaps. Tekanan ekonomi global itu bikin barang impor kayak susu, gandum, kedelai, minyak nabati, sampai pupuk harganya melambung gila-gilaan. Bayangin aja, semua itu bahan pokok buat masak makanan bergizi buat anak-anak kita. Suara.com.

Belum selesai di situ, ongkos distribusi dan energi pun ikut naik. Ini jelas jadi pukulan telak buat dapur-dapur MBG. Kalau tidak ada efisiensi, ya siap-siap saja kualitas makanan anak-anak kita merosot. Parahnya lagi, Abdul Rivai Ras sudah peringatkan, kalau ini dibiarkan, bukan cuma anggaran yang jebol, tapi gizi generasi penerus bangsa juga terancam. Ini bukan soal enak atau tidak enak, ini soal masa depan bangsa!

Makanya, APPMBGI mendukung banget kebijakan lima hari kerja dan berhenti bagi-bagi makanan pas libur sekolah. Ini langkah cerdik agar program tetap jalan di tengah gempuran ekonomi. Mereka bilang, ini strategi penting biar anak-anak tetap dapat gizi optimal, tidak terpengaruh sama dolar yang lagi menggila. Suara.com.

Gilanya, demi efisiensi, ada dapur yang sampai menerapkan lima hari kerja. Jadi, anak-anak hanya dapat jatah makan lima hari seminggu. Sialnya, ini kan yang bikin para pengelola dapur pusing tujuh keliling. Mereka khawatir, anak-anak bakal kekurangan gizi. Giliran ada masalah, yang disalahin dapur. Padahal, ini semua gara-gara ekonomi negara kita lagi porak-poranda. Suara.com.

Jadi ya gimana tidak khawatir? Uang negara triliunan buat program, tapi dolar naik sedikit saja programnya sudah terancam. Belum lagi bahan pangan impor yang harganya nggak kira-kira. Celakanya lagi, yang kena imbas paling parah ya anak-anak kita. Mereka tidak paham soal dolar, tidak paham soal APBN. Mereka cuma paham kalau perutnya lapar dan perlu makan bergizi. Tapi kenyataannya? Programnya dipangkas demi efisiensi. Habis sudah nasib gizi generasi penerus bangsa ini.

---
**Sumber:** [Suara.com](https://www.suara.com/news/2026/05/29/145724/dolar-menggila-dan-harga-pangan-naik-pengelola-dapur-khawatir-gizi-mbg-tak-optimal)
