---
id: JjM44Q4NAZ0D
cluster_id: h4tpzgWvzm91
title: Dolar Ngotot Rp 18.200! Rakyat menjerit, Uang Dijegal!
slug: dolar-ngotot-rp-18-200-rakyat-menjerit-uang-dijegal
excerpt: Dolar Amerika Serikat makin 'ngamuk', siap tembus Rp 18.200! Ekonomi Indonesia
  terancam babak belur, barang impor melambung tinggi, bikin rakyat menjerit. Investor
  pun kabur tinggalkan rupiah!
category: uang
tags:
- dolar AS
- rupiah
- ekonomi
- inflasi
- investor
source_urls:
- https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8509523/ini-sederet-dampak-buruk-dolar-as-tembus-rp-18-200
source_names:
- detikFinance
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2014/12/17/ce734c11-8644-4722-baad-c7bcdfcb4d8f_169.jpg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'Dolar AS Tembus Rp 18.200: Dampak Buruk & Jeritan Rakyat'
meta_description: Dolar AS makin tak terkendali, siap tembus Rp 18.200! Ekonomi Indonesia
  terancam, harga barang naik, investor kabur. Rakyat menjerit!
canonical_url: https://berita.media/dolar-ngotot-rp-18-200-rakyat-menjerit-uang-dijegal
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-29T14:02:48Z'
published_at: '2026-05-29T14:02:48Z'
---

Ceritanya begini. Dolar Amerika Serikat makin seenaknya sendiri, siap-siap tembus Rp 18.000, bahkan Rp 18.200! Ibrahim Assuaibi, analis komoditas dan mata uang, bilang ini bukan sekadar angka, tapi petaka berantai. Investor dalam dan luar negeri sudah ancang-ancang angkat koper dari rupiah, sibuk mengamankan aset mereka. Gilanya, pelemahan rupiah tidak membuat dolar lirik-lirik, malah makin takabur.

Nah ini dia yang bikin geram. Ibrahim menambahkan, masyarakat yang melihat dolar terus menguat, langsung panik. Tabungan konvensional mereka borong, dialihkan ke valuta asing. Mereka tidak mau ketinggalan kereta amblasnya nilai rupiah. Jangankan penguatan, pertahanan rupiah saja sudah mental duluan, Ibrahim Assuaibi, detikFinance.

Parahnya, dampak ke harga-harga barang sudah di depan mata. Impor kedelai jadi contohnya. Mayoritas kedelai kita dari luar negeri. Kalau rupiah terus loyo, harga kedelai lokal ikut menjulang. Alhasil, produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe pun bakal naik harganya. Ini baru kedelai, belum lagi yang lain. Semua harga-harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan inilah yang membuat masyarakat menjerit, Ibrahim Assuaibi, detikFinance.

Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, ikutan angkat bicara. Dia bilang, dolar yang 'ngamuk' sampai Rp 18.000 itu bawa risiko besar. Barang impor makin mahal, itu sudah pasti. Tapi bukan cuma itu, biaya logistik dan transportasi pengiriman barang ikut jadi beban. Padahal barang impor itu sering jadi bahan baku produksi dalam negeri. Modal produksi naik, harga di konsumen pun ikut meroket. Ekonomi Indonesia bakal merasakan transmisi biaya bahan baku dan produksi yang naik ke harga retail dengan cepat, Bhima Yudhistira, detikFinance.

Celakanya, kenaikan harga akibat melemahnya rupiah ini biasanya tidak langsung terasa. Pelaku usaha kadang masih berusaha menahan laju kenaikan demi menjaga konsumen. Tapi kalau sudah begini, mau diapakan lagi? Dolar terus menghajar, rupiah terus terpuruk, rakyat yang jadi korban utama. Semua kenaikan harga akan semakin cepat terasa di kantong rumah tangga, Bhima Yudhistira, detikFinance.

Habis sudah. Dolar makin perkasa, rupiah babak belur. Investor kabur, rakyat menjerit. Ekonomi Indonesia terancam amblas. Ini bukan sekadar nilai tukar, ini soal nasib jutaan rakyat yang menggantungkan hidup pada rupiah yang terus disikat bersih oleh dolar.

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8509523/ini-sederet-dampak-buruk-dolar-as-tembus-rp-18-200)
