---
id: XMAnP6_IOSay
cluster_id: YgAc0Fu_-jjc
title: Dolar Rp 18.000 Nyaris Pecah! Rupiah Dihajar Habis-habisan!
slug: dolar-rp-18-000-nyaris-pecah-rupiah-dihajar-habis-habisan
excerpt: Dolar AS ngos-ngosan mau tembus Rp 18.000, bikin rupiah babak belur! Ibrahim
  Assuaibi bilang, kombinasi krisis Timur Tengah dan The Fed bikin investor ngibrit
  ke dolar. BI sudah mati-matian intervensi, tapi ya gitu deh.
category: uang
tags:
- dolar as
- rupiah
- kurs
- ekonomi
- ibrahim assuaibi
source_urls:
- https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8508745/dolar-as-hampir-rp-18-000
source_names:
- detikFinance
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2025/09/26/dolar-as-ngamuk-pagi-ini-tembus-rp-16789-1758861142091_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Dolar AS Hampir Rp 18.000, Rupiah Babak Belur
meta_description: Dolar AS melesat, nyaris Rp 18.000! Kombinasi krisis Timur Tengah
  dan kebijakan The Fed hantam rupiah. BI mati-matian intervensi tapi tekanan pasar
  luar biasa.
canonical_url: https://berita.media/dolar-rp-18-000-nyaris-pecah-rupiah-dihajar-habis-habisan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-29T02:02:17Z'
published_at: '2026-05-29T02:02:17Z'
---

Ceritanya begini. Dolar Amerika Serikat, si mata uang Paman Sam yang perkasa itu, sekarang lagi ngeriung-ngeriung di batas Rp 18.000! Hampir saja! Bayangkan, data Investing tanggal 28 Mei 2026 kemarin menunjukkan dolar AS sempat nangkring manis di angka Rp 17.949. Gilanya, dalam sehari aja dia bergerak liar dari Rp 17.772 sampai menyentuh Rp 17.995. Google Finance juga ngasih laporan serupa, jam 04.00 UTC dolar AS sempat di Rp 17.904. detikFinance

Nah, ini yang bikin geleng-geleng kepala. Ibrahim Assuaibi, pengamat yang katanya paling paham soal komoditas dan mata uang, bilang kalau rupiah kita ini lagi dihajar dari dua arah sekaligus. Dari luar negeri, ketegangan geopolitik di Timur Tengah makin panas kayak wajan kosong. Konflik AS-Iran memanas, bikin pasar was-was soal pasokan energi global, apalagi di jalur penting Selat Hormuz. Yang bikin tambah pusing, Bank Sentral AS, The Fed, kelihatannya masih betah nahan suku bunga tinggi. Ini sinyal buruk buat mata uang negara berkembang kayak kita. Harga energi yang naik terus-terusan bisa bikin inflasi global meroket, bikin The Fed makin sulit nurunin suku bunga. Alhasil, duit asing lebih milih ngibrit ke aset aman, termasuk dolar AS. Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya.

Parahnya, dari dalam negeri juga nggak kalah sengit. Rupiah kita makin tertekan gara-gara kebutuhan dolar buat impor minyak yang makin gede, bayar dividen perusahaan, plus utang-utang yang harus ditepati. Ibrahim juga nyebut, pelaku pasar masih deg-degan ngeliatin kondisi fiskal kita dan seberapa efektif program pemerintah yang ada. Persepsi investor soal stabilitas ekonomi nasional jadi taruhannya. Belum juga urusan luar negeri beres, eh urusan domestik udah nambah panjang aja. detikFinance

Dan bukan main, tekanan dua arah ini bikin Bank Indonesia (BI) kewalahan. Meskipun BI sudah mati-matian intervensi di pasar valas, tampaknya perlawanan rupiah ini udah lemah banget. "BI sudah melakukan intervensi semaksimal mungkin, tetapi tekanan pasar memang masih cukup besar," kata Ibrahim. Jadi, mau sekuat apa pun BI menjaga, kalau tekanan dari luar dan dalam negeri kayak gini, ya sulit banget rupiah mau bangkit. Ibrahim Assuaibi. detikFinance

Jadi, mau diapakan lagi? Dolar AS hampir Rp 18.000, rupiah babak belur. Kombinasi perang dingin AS-Iran dan The Fed yang makin galak bikin investor kabur ke dolar. BI sudah jungkir balik, tapi ya begitulah. Nasib rupiah kini di ujung tanduk. detikFinance

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8508745/dolar-as-hampir-rp-18-000)
