---
id: K1Wi7TDo2930
cluster_id: xXFdpDozUDvW
title: DPR Mau Kepala Daerah Tanpa Wakil, Urusan Jadi Makin Rumit!
slug: dpr-mau-kepala-daerah-tanpa-wakil-urusan-jadi-makin-rumit
excerpt: Gila bro, ada ide nyeleneh dari DPR nih! Mau pilkada tanpa wakil kepala daerah,
  alasannya sih biar gak berantem. Tapi ujung-ujungnya malah bikin masalah baru, katanya.
  Kompas.id
category: politik
tags:
- pilkada
- DPR
- pemerintahan daerah
- politik
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/pemilihan-kepala-daerah-tanpa-wakil-apa-konsekuensinya
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/uJLutnxX8HbFwLOobQCUgKIvQQc=/1024x576/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/02/20/4dd222026ea5f58c0910cf650bac8bac-cropped_image.png
meta_title: DPR Wacanakan Pilkada Tanpa Wakil, Gara-gara Kepala Daerah Sering Berseteru
meta_description: Geger wacana pilkada tanpa wakil kepala daerah di DPR. Alasan ketidak
  harmonisan jadi pemicu, tapi berpotensi timbulkan masalah baru. Apa dampaknya?
canonical_url: https://berita.media/dpr-mau-kepala-daerah-tanpa-wakil-urusan-jadi-makin-rumit
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-09T17:02:26Z'
published_at: '2026-08-09T17:02:26Z'
---

Alamak, dengar nih! Ternyata di Senayan lagi pada mikirin cara gila buat milih kepala daerah. Wacana pilkada tanpa wakil kepala daerah mulai nongol gara-gara banyak pemimpin daerah yang hubungannya kayak kucing sama anjing. Gilanya, usulan ini datang dari anggota Komisi II DPR, Muhammad Khozin, yang katanya lihat langsung masalahnya di daerah. Hampir 60 persen data nunjukin disharmoni antara kepala daerah dan wakilnya, parahnya lagi katanya gara-gara calon wakil kepala daerah itu cuma dipake buat "vote getter",alias nambah suara doang. Ini bikin peran wakil jadi gak jelas, Kompas.id.

Nah ini dia masalahnya, wacana ini bukannya baru. Dulu udah pernah dibahas, tapi ujung-ujungnya tetep aja kepala daerah dan wakilnya dipilih barengan. Undang-Undang Pilkada ngatur jelas, pasangan calon itu diusung partai politik, bisa satu parpol atau koalisi. Tapi gara-gara model begini, kata Khozin, pembagian tugasnya jadi timpang, malah sering banget ada perseteruan yang bikin roda pemerintahan jadi seret. Lah gimana tidak, kalau dari awal aja udah gak harmonis, Kompas.id.

Yang bikin greget, Saleh Partaonan Daulay dari PAN juga ngakuin ide ini udah dibahas sama fraksi-fraksi lain. Bahkan udah ngobrol juga sama aktivis pemilu. Tapi nih ya, Saleh bilang, gagasan ini mesti dikaji ulang pakai kacamata yang lebih luas, ngajak masyarakat umum buat ngomong. Soalnya, sisi positif sama negatifnya tuh mesti jelas dipaparin. Kita kan gak mau masalah baru nongol gara-gara salah langkah, Kompas.id.

Yang jelas, kata Saleh, banyak contoh kepala daerah sama wakilnya yang sampe berantem di pengadilan. Posisi wakil kepala daerah itu katanya jarang kepake maksimal, padahal seharusnya jadi panutan. Nah, kalau modelnya begini terus, kapan mau maju daerah kita? Cuma bikin pusing rakyat aja, Kompas.id.

Jadi, mau ngilangin ribut-ribut malah bikin aturan ribet? Ini namanya bukannya benerin malah bikin tambah parah. Rakyat yang kena getahnya, rugi bandar, Kompas.id.

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/pemilihan-kepala-daerah-tanpa-wakil-apa-konsekuensinya)
